March 25, 2022

Sinopsis Young Lady and Gentleman Episode 47, Ingatan Kembali Kekasih Tak Kembali

"Bayi siapa itu? Aku tahu itu bukan bayiku. Kita tidak pernah berbuat apa-apa!"
Ingatan Presdir telah kembali. Presdir marah karena Jo Sarah sampai berbohong tentang bayi dalam kandungan.
Orang-orang yang ada di dalam rumah keluar.
Jo Sarah ketakutan. Tetapi ia tak berani berkata apa-apa.
"Mengapa kau lakukan ini padaku? Apa yang kulakukan sehingga kau seperti membalaskan dendam padaku?"
"Aku menyukai Presdir. Aku ingin bersama Presdir karena itulah aku melakukannya."
"Alasannya hanya itu?? Kau telah memporak-perandakan hidupku! Dasar wanita gila."
Presdir menyuruh Manajer Kim mengurus dan mengusir wanita gila ini.

Presdir berkendara dengan mobilnya. Ia teringat saat pikirannya kembali seperti 22 tahun betapa ia terpukau dengan Guru Park, punya kenangan manis bersama. Bagaimana ia tetap bahagia meski hidungnya mimisan terbentur kepala Guru Park saat lomba olahraga bersama.

Presdir memarkirkan kendaraannya di sisi sungai Han. Ia menyelami ingatannya 3 bulan itu. Dari menjadi stalker guru Park, terpesona saat Guru Park bermain bersama anak-anak, ciuman ketika jatuh terguling di taman, terpesona kecantikannya saat menjadi model, memperhatikannya makan gula kapas, bahkan menunggu di Namsan.
"Saat itu aku menyukai Guru Park dengan sepenuh hatiku."

Lee Yeong Guk lalu mengemudikan mobilnya dan berhenti di dekat rumah Park Dandan. Ia tersenyum meski hanya melihat Park Dandan dari kejauhan, orang yang ia cintai lagi meski lupa ingatan.

Madam Wang Daeran juga heran Jo Sarah berani bohong tentang bayi dalam kandungan. Ia yang merasa hidup sebagai pelakor pun masih merasa lebih baik dari itu.
"Apa kau itu manusia?!"
Jo Sarah pun diusir dari rumah oleh Madam Wang,  Bibi Yeoju,  dan Manajer Kim. Mereka melemparkan taburan garam pada Jo Sarah, pengusir sial dan makhlus halus.

Cha Geon melihat Jo Sarah jalan tertatih-tatih menggeret koper. Ia ingin membantunya. Ia berniat mengantar Jo Sarah,  tetapi Jo Sarah mengusirnya. 
"Ajussi, berhentilah mengurusi hidupku."
Cha Geon diam-diam mengikuti Jo Sarah. Ia heran Jo Sarah masuk ke motel.

Lee Yeong Guk bertemu dengan Koh Jeong Wu. Ia lega ingatan sahabatnya sudah kembali. Ia bertanya apa ia perlu membuat tuntutan hukum pada Jo Sarah. Lee Yeong Guk tak mau berurusan lagi dengan itu. 
"Aku mau anggap ini mimpi buruk dan melupakannya."
"Lalu, bagaimana dengan Guru Park?"
"Kami sudah putus. Hidupnya penuh derita karena terbawa lika-liku hidupku."

Presdir pulang ke rumah. Jenny dan Sechan menyambutnya dengan gembira.  Mereka memberi selamat pada ayahnya. Mereka juga senang Ahjumma Jo tak ada lagi di keluarga mereka. Namun mengenai hubungan Guru Park dengan Sang Ayah, Jenny dan Sechan berbeda pendapat. Sechan ingin ayahnya kembali berpacaran dengan Guru Park karena menurutnya cinta tak kenal umur. Sedangkan Jenny tak mau, ia menganggap Guru Park sebagai Eonni bukan calon ibu. Jenny menyarankan ayahnya mencari calon dengan seksama karena untuk menjadi ibu mereka. Presdir sendiri berkata tidak akan kembali dengan Guru Park.  Ia meminta Sechan membujuk Sejong jika merindukan Guru Park.

Madam Wang takut jika ingatan Lee Yeong Guk ia akan dipermasalahkan karena menipu LYG 22 tentang hubungannya dengan Jo Sarah. Benar saja Lee Yeong Guk menanyainya. Tetapi Wang Daeran mencoba berkelit bahwa ia diminta dan juga dibohongi oleh Jo Sarah.

Sebelum tidur Lee Yeong Guk mengambil music box yang ada di meja. Ia menyalakan hadiah pemberian Park Dandan itu. Dan ia menangis.

Jo Sarah datang ke TK Sejong. Ia pamit pada Sejong akan pergi jauh. Ia berharap Sejong sehat, makan dan tidur yang baik, dan bahagia.
Jin Sang Gu mantan pacar Sarah masih sering mengikuti Sarah. (Padahal Sarah dah tinggal di hotel, ya?)
Ia aneh melihat Sarah menangisi anak Presdir Lee. Ia lalu curiga.

Pagi hari Wang Daeran menelepon Lee Se Ryeon. Ia bercerita oppa Se Ryeon sudah kembali ingatannya dan bercerita Jo Sarah sudah diusir karena bayi yang di kandungnya bukan bayi Lee Yeong Guk. 
Keluarga Park Sucheol penasaran dengan pembicaraan Se Ryeon. Se Ryeon pun menceritakan hal yang terjadi pada kakaknya. Jadi karena kakaknya pulih ingatannya ia tahu bahwa ia tak pernah berhubungan dengan Jo Sarah. Selama ini Jo Sarah memanfaatkan Oppanya yang lupa ingatan.

Keluarga terkejut dengan berita itu.
"Jadi waktu dia datang ke rumah menangis dan memohon itu palsu??"
Cha Yeonsil rasanya tak percaya ada wanita sejahat itu.
"Lalu bayi yang di kandungnya anak siapa?"
Mereka tidak ada yang tahu, tetapi Cha Geon akhirnya tahu.

Park Sucheol lalu minta agar hal ini dirahasiakan dari Dandan.

Cha Geon mencari Sarah ke  hotel. Akhirnya mereka berpapasan di luar hotel. Cha Geon menanyakan bayi dalam kandungan Sarah.
"Jika bayi itu bukan anak Presdir, apakah itu berarti anakku?"
Jo Sarah mengaku bersalah 
"Mengapa?? Bisa-bisanya kau berbuat begitu?!"

Jo Sarah mengakui semua bahwa Sejong putra bungsu Presdir adalah putranya. Karena ia ingin ada di sisi Sejong menjadi ibunya karena itulah ia melakukannya.
"Tetapi bayi dikandunganmu itu anakku!!"
Cha Geon kali ini sungguh marah tak bisa mengerti apa yang ada di pikiran Sarah
"Kau ini wanita jahat," kata Cha Geon.
(Writer-nim, Ajussi Cha Geon sebaik itu, apa g dikasih wanita yang lebih baik dari Sarah hiks. Memang dia kekasih second lead, tapi tetep kasian hiks)

Cha Geon lalu pergi ke danau untuk menyepi.

Park Dandan kembali diajak keluar oleh Hyun Bin. Kali ini kakak kelas mereka launching buku.
Lee Yeong Guk sebagai sponsor adik kelasnya juga datang bersama Koh Jeong Wu. 
(Maaf aku lupa atau ga ngeuh Presdir dan Guru Park sealumni. Park Dandan memang murid dari sobat kampus Presdir.)

Lee Yeong Guk dan Koh Jeong Wu bertemu Park Dandan dan Hyunbin.
Hyunbin menyapa Lee Yeong Guk.
"Lama tak jumpa," balas Lee Yeong Guk.

Sehabis dari toilet Park Dandan bertemu Presdir.
"Apa kabarmu?" tanya Presdir membuka percakapan.
"Kabarku baik. Aku pikir putus itu berat, tetapi ternyata lebih mudah dari yang kukira. Karena aku baik-baik saja, Presdir tak perlu mencemaskanku."

Park Dandan rasanya tak sanggup berlama-lama di depan Presdir. Ia pasti ingin menangis. Park Dandan mengintip Presdir yang meninggalkan lokasi.
"Aku sebenarnya tidak baik-baik saja. Aku sangat menderita," Dandan bicara sendiri sambil menangis.

Dari Madam Jang Misuk, akhirnya Gija tahu putrinya sudah diusir dari rumah Presdir karena bayi yang dikandungnya ternyata bukan anak Presdir. Jang Misuk kini benci pada Jo Sarah. Adiknya bahksn harus berlutut minta maaf pada Jo Sarah dan ponakannya Dandan terluka perasaannya.

Gija pergi ke rumah Wang Daeran.  Ia menanyakan putrinya. Tentu saja Madam Wang tidak tahu. Gija menyalahkan Wang Daeran lah awal semua ini. Ingin bertahan di rumah dan meminta Sarah bersekutu dengannya. Jika dahulu Wang Daeran tidak mengajak Sarah membohongi Presdir yang lupa ingatan tentu tak akan begini. Omongan Gija yang setengah berteriak terdengar oleh Presdir yang baru datang.
Madam Wang pun dalam masalsh. Ia hsnya bisa berlutut minta ampun pada Lee Yeong Guk. Lee Yeong Guk tetap marah dan mengusirnya.

Madam Wang yang terusir pergi mencari Se Ryeon di rumah Park Sucheol. Ia bahkan hanya memakai sepatu sebelah. 
Se Ryeon menanyakan alasan ibunya diusir kakaknya. Dan ia terkejut atas jawaban ibunya. Lee Se Ryeon rasanya malu dan tak terima punya ibu seperti itu.
Tiba-tiba Park Dandan tiba di rumah, Se Ryeon membekap mulut ibunya.
Ia berkata Park Dandan belum tahu ingatan Presdir kembali. 
"Jika Park Dandan sampai curiga mengapa ibu ada di sini, lalu rahu ingatan Oppa kembali, aku bisa kena masalah. Ayah mertuaku itu menakutkan. "
Lee Se Ryeon terpaksa membawa ibunya pulang ke kediaman Lee.

Lee Se Ryeon meminta maaf kepada Oppanya atas perbuatan ibunya. Ia berkata meski ibunya salah, ia tak punya niat jahat. Ibunya hanya melihat Jo Sarah sudah lama bekerja di sini dan peduli pada anak-anak,sehingga ingin menyatukannya dengan Oppa.

Saat mau tidur Dandan ingat hal aneh yang dikatakan Presdir pada Hyunbin. Presdir menyapa dengan "Lama tak jumpa." Karena yang kenal Hyunbin adalah LYG 22. 
"Apa mungkin ingatannya pulih? Tapi masa tidak memberitahuku?"

Malam itu Yeong Guk di ruang kerjanya teringat pertemuannya dengan Park Dandan di acara alumni. Presdir juga yang tadi di luar tampak baik-baik saja, ketika malam rupanya sama tidak baik-baik, malah menderita. Ia sedih dan minum minuman keras sendirian.

Sejong bercerita pada ayahnya bahwa seorang paman kenalan Ajumma Jo mencabut beberapa lembar rambutku. 
"Kau tahu dia kenalan Ajumma Jo?"
"Aku pernah melihatnya di depan gerbang bersama Ajumma Jo."

Park Dandan ada janji makan bersama ayahnya. Saat tiba di tempat yang ia lihat Direktur Anna.
"Ayahmu yang mengatur kita makan bersama untuk bicara."
Park Dandan menolak.
Anna Kim ingin Park Dandan ikut ke Amerika,  ia ingin menebus kesalahannya dan menjadi ibu bagi Dandan.
Dandan tak membiarkan ia menebus kesalahannya. Dan berkata ia hanya punya 1 ibu, yaitu ibu yang membesarkannya dari kecil hingga sekarang.
Anna Kim terguncang perasaannya. Ia muntah darah. Penyakitnya bertambah parah.

Sampai di rumah, Park Dandan ingat bagaimana pun, saat ia belum tahu identitas Direktur Anna, Direktur Anna pernah memberikan perhatian padanya bak seorang ibu. Ia memangis tetapi tetap tak mau memaafkan ibu kandungnya.

Jo Sarah dimarahi ibunya karena berbuat nekad dan gila. Jo Sarah berkata bahwa ia cuma ingin bersama Sejong.
"Bukankah sudah kubilang yang terbaik bagi Sejong ya di rumah itu."
Gija kesal karena Sarah tak menurut padanya diminta pergi jauh dari Seoul.
"Siapa ayah bayi ini?"
"Ini anakku. Ayahnya tidak ada!"
"Tidak mungkin anak tak punya ayah!"
Ia juga gelisah karena sudah dua kali putrinya hamil tanpa ayah.
"Ibu mengapa cemas, aku yang akan melahirkan dan membesarkannya!"

Jin Sang Gu, mantan Jo Sarah menelepon.
"Sepertinya Sejong, anak bungsu Presdir itu anak adopsi ya?"
Jo Sarah terkejut Jin Sang Gu mengetahuinya, ia buru-buru menemui Jin Sang Gu.

Ternyata Jin Sang Gu sudah mengambil tes DNA antara dia dan Sejong. Ia memperlihatkan hasilnya 99.999% hubungan ayah dan anak.
"Tolong jangan, Sejong hanya tahu ia putra Presdir," Jo Sarah panik.
Jin Sang Gu ujung-ujungnya minta uang dengan alasan kompensasi perasaan hatinya terhadap anak. Tak tanggung-tanggung ia minta 500 juta won. Jika Sarah tak mau ia akan menemui Presdir Lee Yeong Guk.

Sarah berkata ia paling bisa 300 juta tetapi setelah menjual harta simpanannya.

Bisa ditebak Jin Sang Gu butuh uang banyak karena terjerat utang di dunia hitam. Saat berjudi ia kembali tertangkap anggota geng, lalu dihajar.
Ia lalu menelepon Jo Sarah minta uang  kompensasi tambahan sebesar 1 miliar.
Jo Sarah kaget, ia baru saja memberikan 300 juta, menghabiskan semua uangnya.
Jin Sang Gu berkata ia akan menemui Presdir jika tak diberi.
"Aku sungguh tak punya uang lagi, uangku sudah ludes."

Lee Yeong Guk ketika menidurkan Sejong, ìngat Sejong berkata ada seorang paman yang mencabut rambutnya.
"Apa orang tua kandungnya?"pikir Lee Yeong Guk 

Jin Sang Gu malam-malam datang ke kediaman Lee ingin menemui Presdir Lee.
Ia menyapa Presdir lalu memperkenalkan diri.
"Saya ayah Sejong, ayah kandungnya."

(Bersambung...)

< Episode 46          List Sinopsis         Episode 48 >












No comments:

Post a Comment

Silakan tulis komennya di sini ya...

Free Translation
Related Posts with Thumbnails