March 23, 2022

Sinopsis Young Lady and Gentleman Episode 42, Park Dandan Terpukul

Begitu membaca hasil tes bahwa Anna Kim adalah ibu kandungnya, Park Dandan merasa bahwa ia dan ayahnya selama ini dibodohi. Park Dandan berpikir dengan berubahnya wajah Anna Kim, ayahnya pun tak akan mengenalinya. Ia merasa harus segera pulang memberi tahu ayahnya.

Park Sucheol lega Park Dandan sudah pulang. Ia meminta putrinya buru-buru berangkat meninggalkan Korea dengan Direktur Anna.
"Ada yang lebih penting dari itu. Aku tak kan pergi ke Amerika."
Dia lalu menceritakan bahwa Anna Kim adalah ibu kandungnya. Ia menunjukkan hasil tes DNA. Ia bercerita Anna Kim itu perempuan yang telah menelantarkan ayahnya dan dia. Selama ini mereka dibodohi.
Park Sucheol hanya diam. Tentu saja ia tahu. Keluarga yang lain juga bingung bicara apa.
Cha Yeonsil berbisik pada suaminya, "Kubilang juga lebih baik kau terus terang pada Dandan."
"Ayah sudah tahu?" Dandan curiga.
Ia juga melihat wajah-wajah keluarganya.
"Semua sudah tahu kecuali aku?!" Dandan syok.
Dandan tak terima ayahnya merahasiakan itu darinya.
"Aku juga belum lama tahu. Aku takut kalau kautahu, kau tak mau pergi ke Amerika Serikat. Setidaknya dia ibu kandungmu."
Dandan juga tidak terima, ia sampai dipisahkan dengan Presdir dan harus pergi dengan ibu yang menelantarkannya, tanpa diberi tahu. Dandan sakit hati dan merasa dikhianati. Ia pun lari pergi dari rumah.

Park Sucheol bermaksud mengejar Park Dandan,  tetapi putrinya sudah pergi naik taksi. Park Dandan menangis sejadi-jadinya di dalam taksi. 

Park Sucheol menelepon Anna Kim bahwa Dandan sudah tahu. Ia diam-diam melakukan tes DNA. Park Sucheol minta Anna menahannya jika Park Dandan datang.

Park Dandan memang langsung mendatangi Anna Kim
"Apa kamu orang yang melahirkanku?"
Anna Kim memintanya masuk duduk dahulu dan tenang. Ia pun meminta maaf. Park Dandan menolak dan karena tak menyangkal berarti benar.
Park Dandan berkata selama ini ia merasa dibodohi. Anna Kim menjelaskan bahwa tujuannya mendekati Dandan dan mengajak ke Amerika untuk membayar kesalahannya.
Dandan lalu berkata mengapa dahulu Anna Kim menelantarkan dirinya dan meninggalkan ayahnya. Ia berharap ibunya kandungnya punya jawaban yang ia bisa terima. Anna Kim berlutut ia jujur berkata bahwa dahulu ia masih sangat muda, dan merasa ambisinya terlalu besar. Park Dandan terpukul
"Mengapa kau tak berbohong ayahku kasar dan memukulimu sehingga kau terpaksa pergi?!" 
Alasan yang dikatakan ibunya membuatnya terpukul, hanya karena ambisi ia menanggung sebagai anak yang ditelantarkan. Ia pun tak tahan dan pergi dengan rasa benci pada ayahnya.

Park Sucheol mencari Park Dandan ke Kediaman Lee. Lee Yeong Guk yang baru datang agak heran. Park Dandan memang tak menghubungi Presdir atau datang ke rumah sama sekali. Ia bertanya apa Abeo-nim sudah memberi tahu Dandan perihal Anna Kim. Park Sucheol memberi bahwa Dandan tahu sendiri, dia mengambil tes DNA. Lalu Park Dandan kabur. Park Sucheol minta dihubungi jika putrinya kemari.

Park Dandan sendiri pergi ke pantai, ia menangis dan minum di pinggir pantai.

Lee Yeong Guk langsung mencari Park Dandan. Ia mendatangi tempat favorit Park Dandan dan tempat favorit mereka. Ia tak menemukannya. Ia rupanya memerintahkan tim lawyernya mencari lokasi hp Park Dandan. Pengacara Koh mendapatkan lokasi Guru Park dan mengirimkannya pada Lee Yeong Guk.

Presdir tiba di lokasi, ia melihat orang yang mengerubungi orang pingsan. Park Dandan tak sadarkan diri dan kena serangan dingin di pantai. Psrk Dandan harus dilarikan ke rumah sakit dengan ambulans.
Presdir terus mendampingi dan memegangi tangan Park Dandan di UGD menungguinya yang masih belum sadar.
Menurut dokter ia lelah karena goncangan mental dan mengalami hipotermia. Untungnya ia cepat ditemukan dan tertolong.

Park Dandan sadar. Dan melihat Presdir yang ada di sampingnya memegangi tangannya. Presdir lega Guru Park berhasil sadar.
"Kalau ada sesuatu, mengapa kau tak datang padaku?" tanya Presdir.
Park Dandan lalu berkata ia ingin terus berada di sisi Presdir. Presdir pun lega dan mengajak Park Dandan pulang ke rumahnya.

Park Dandan akhirnya dirawat jalan di kediaman Lee sesuai petunjuk Dr. Kim, dokter keluarga Lee. Presdir lalu menelepon ayah Park Dandan. Berkata Park Dandan sudah ditemukan, ia sempat mengalami hipotermia, dan sekarang dirawat di rumahnya. Park Sucheol ingin mengambil putrinya,  tetapi Presdir berkata kondisi Park Dandan setelah hipotermia dan syok belum stabil, ia pun masih diinfus. Lee Yeong Guk ingin Park Dandan tetap dirawat di rumahnya dahulu.

Anak-anak senang melihat guru mereka kembali dan guru mereka tidak jadi berangkat ke rumah sakit. Presdir pun semakin bahagia tentunya. Ia mengingatkan putra-putrinya untuk membiarkan Guru Park beristirahat  dan tidak mengganggunya dahulu meski ia tahu anak-anak ingin bermain dengan Guru Park. Sejong dan Sechan gembira ayahnya kembali jadian dengan Guru Park.
"Jangan putus lagi, ya, Ayah."

Presdir juga memberi instruksi pada Bibi Yeoju,  Manajer Kim,  dan Lee Se Ryeon untuk membantu Guru Park cepat pulih. Madam Wang sampai nyinyir karena semua orang diminta memperhatikan Guru Park. Lee Se Ryeon langsung menarik ibunya ke kamar. Lee Se Ryeon merasa oppanya serius dengan Guru Park dan bisa jadi berniat menikahinya. Ia menyarankan ibunya memihak ke tim yang benar (Tim Guru Park) jika masih ingin terus mendapatkan fasilitas dari oppanya.

Park Sucheol ternyata datang ke rumah Presdir, ingin bertemu Park Dandan dan pastinya membawa pulang Park Dandan. Tetapi Park Dandan bertemu ayahnya pun ia masih tak sudi, ia masih terpukul dan merasa dikhianati. Presdir berkata, ialah yang akan menemui ayahnya.
Begitu bertemu Park Sucheol Presdir memberi hormat pada Abeo-nim. Ia tahu Abeo-nim ingin bertemu Dandan tetapi Lee Yeong Guk berkata Dandan belum ingin bertemu. Lee Yeong Guk ingin Abeo-nim membiarkan Dandan sementara waktu sampai jiwanya stabil. Park Sucheol sulit dibujuk. Ia berkata ingin membawa Dandan pulang, ia tak mau meninggalkan Dandan di rumah Presdir. Akhirnya Lee Yeong Guk pun kehilangan kesabaran. Bukankah ia pernah berkata agar Abeo-nim mengatakan yang sebenarnya tentang Anna Kim itu ibu kandungnya. Akhirnya Park Dandan sampai syok, dan pingsan kedinginan, nyawanya hampir terancam gegara hipotermia. 
(Di Korea rupanya banyak kasus juga orang mabuk pingsan di luar, tak sadar kena hipotermia, lalu ditemukan meninggal)
Lee Yeong Guk akhirnya berkata dengan tegas bahwa ia tak mengizinkan Park Dandan dibawa pergi. Mulai saat ini, ia yang akan bertanggung jawan atas Park Dandan.

Lee Se Ryeon terkejut karena setelah beberapa lama ayah Park Dandan tidak pulang masih berada di luar pagar rumahnya. Ia menelepon Park Daebeom dan keluar.
Lee Se Ryeon meminta maaf pada Abeo-nim bahwa Park Dandan tetap tak mau keluar. (Kakak beradik Lee Yeong Guk dan Lee Se Ryeon manggil Park Sucheol sekarang Abeo-nim hehe. Tetapi belum ada yg berhasil direstui orang tua. )
Untung Park Daebeom cepat datang menjemput ayahnya. Park Daebeom berusaha menyadarkan ayahnya bahwa ayah sudah bersalah terhadap Park Dandan. Wajar jika Dandan kecewa dan belum mau bertemu.

Suatu hari Park Sucheol datang kembali ke Kediaman Lee. Park Dandan akhirnya mau keluar. Tetapi sikapnya dingin. Ia tak mau ikut pulang dan bersikukuh tetap bersama Presdir dan anak-anaknya. Ua berkata selama ini ia saking mencintai ayahnya, rela putus dengan Presdir bahkan ke Amerika meski putusnya itu merobek robek hatinya. Tetapi ia tak menyangka ayahnya menyuruhnya pergi dengan orang yang menelantarkannya. Yang ayahnya juga membenci orang itu, sampai tak mau menyimpan foto dan menyebutkan namanya. Park Dandan merasa dulu ia yang ditelantarkan ibunya, dan sekarang ia dibuang ayahnya. Park Dandan tak lagi mempercayai ayahnya.

Anna Kim tahu dari Park Sucheol bahwa Park Dandan kini membenci ayahnya. Anna Kim merasa bersalah bahwa ialah yang harus dibenci bukan Park Sucheol. Anna Kim lalu menemui Park Dandan ke Kediaman Lee. Park Dandan bersikap dingin ia tak sudi berbicara banyak dengan Anna Kim.

Anna Kim tak menyerah, ia ingin bertemu Lee Yeong Guk.  Kepada Lee Yeong Guk ia minta untuk diizinkan untuk membawa Dandan ke Amerika. Anna Kim ingin menebus kesalahannya. Park Dandan masih muda dan harusnya bisa bebas meraih impian dan bahagia seperti gadis kebanyakan. 
Dengan tegas Lee Yeong Guk mengatakan bahwa Anna Kim yang sudah meninggalkan Dandan sejak bayi, tidak punya hak atas diri Park Dandan.
Jika ingin Park Dandan bahagia, cukup dengan mendoakan kebahagiaan mereka.
Lee Yeong Guk menambahkan jika suatu saat pun Park Dandan ingin belajar ke Amerika,  ia sendiri yang akan memberangkatkan dan membiayainya (❤❤👍👍).
____

Cha Geon, meskipun mengaku hanya teman Jo Sarah, tetapi ia kerap datang dan mengajak makan Jo Sarah. Suatu ketika sempat Jo Sarah pun mual-mual saat makan bersamanya. Hari itu tiba-tiba mengajak Jo Sarah pergi ke rumahnya untuk bertemu dengan ibunya. Cha Geon beralasan meski mereka berteman sebenarnya mereka saling menyukai. Ibu Cha Geon baru pulang, ia tak menyangka anaknya membawa pulang seorang Nona. Nenek bingung karena belum menyiapkan apa-apa. Nenek mempersilahkan Jo Sarah masuk untuk sekedar minum teh. Begitu melihat rumah keluarga yang bocor dan berantakan, Jo Sarah stres dan kabur.

Jo Sarah dan Cha Geon bicara 4 mata. Jo Sarah berkata ia pernah hidup miskin. Sekarang minimal cita-cita bisa tinggal di rumah yang layak atau apartemen yang bagus. Ia tak mau hidup miskin lagi.
"Kita berdua masih muda, jika kita berusaha nanti kita juga bisa tinggal di rumah yang layak," kata Cha Geon.
Jo Sarah tak menjamin ia kuat bertahan berapa lama dengan Cha Geon.
"Makanya sejak dahulu kukatakan, Ajussi jangan mendekatiku, karena aku tak mau menyakiti orang seperti Ajussi."
Ia menambahkan kehidupannya yang sudah lama dijalaninya adalah mengejar pria kaya.
Jo Sarah pun meninggalkan Cha Geon.

Anak-anak rindu ingin bertemu Guru Park,  mereka hanya mengintip di pintu karena takut dimarahi ayahnya. Park Dandan tahu anak-anak ingin bermain bersamanya. Ia pun jenuh di kamar terus. Namun begitu mereka ingin keluar, Presdir tahu dan melarang mereka. Dengan bujukan akhirnya Presdir luluh, mereka bersama Presdir pun main di tempat terdekat tempat Sejong sering bermain game. Mereka ber-4 berlomba mengukir kue marie. Dan Presdir lah yang ternyata telaten dan juaranya. Setelah itu mereka pun jajan tteobokki bersama.

Jo Sarah kembali bekerja mewakili florist ke kediaman Lee. Manajer Kim heran Jo Sarah masih kembali meski sudah diingatkan Lee Se Ryeon. Manajer Kim merasa ia perlu melaporkan pada Presdir.  Jo Sarah kembali meyakinkan agar ia diizinkan bekerja di sana karena siang hari tak akan mengganggu Presdir.

Hari itu padahal Presdir dari luar belum berangkat ke kantor lagi. Ia kaget melihat Jo Sarah ada di rumahnya. Manajer Kim mengaku bersalah karena belum melapor. Presdir tentu tak mau Jo Sarah ada di rumahnya ia meminta Manajer Kim mengurus Jo Sarah.

Jo Sarah tak terima ia menyusul Presdir ke ruang kerjanya. Ia protes tak terima hanya karena ingin bekerja, ia diperlakukan sewenang-wenang. Ia lalu berjata bahwa bagaimanapun ia masih merasa tunangan Presdir. Ia merasa diputus secara sepihak.
Presdir heran dengan jalan pikiran Jo Sarah.
"Bukankah sudah lama aku memberikan kompensasi pembatalan pertunangan?"
(Emang aku juga heran Oppa, orang gila dia.)
Jo Sarah berkata ia masih menunggu Presdir. Menunggu sampai ingatannya kembali karena menurut Jo Sarah mereka dulu bertunangan karena saling mencintai.
Presdir kesal ia berteriak memanggil Manajer Kim dan supir untuk membawa Jo Sarah keluar. Jo Sarah terus meracau bahwa jika Presdir ingat, tentu Presdir akan menyesal. Ia pun diseret keluar rumah.

Guru Park tahu kehebohan Jo Sarah, dan Presdir juga tampaknya kesal. Park Dandan karena mencemaskan Presdir masuk ke ruang kerja Presdir sambil membawakan minuman.
"Aku tak apa-apa," kata Presdir.
Presdir minum air yang dibawakan Guru Park. Tiba-tiba terlintas ingatan LYG 22 yang akan mencium Jo Sarah. Presdir langsung tersentak, dan gelas yang dipegangnya jatuh.

(Bersambung...)











No comments:

Post a Comment

Silakan tulis komennya di sini ya...

Free Translation
Related Posts with Thumbnails