Showing posts with label Brilliant Legacy. Show all posts
Showing posts with label Brilliant Legacy. Show all posts

February 15, 2022

K-Drama Brilliant Legacy: Sinopsis Lengkap, Review, dan OST

Kembali ke jadwal beresin Blog. Ini recap link dari sinopsis dan tulisan-tulisan yang teteh tulis tentang Brilliant Legacy. Buat fans Lee Seung Gi jangan ketinggalan drama lamanya, ya. 

Judul : Brilliant Legacy atau Shining Inheritance

Pemeran Utama : Lee Seung Gi, Han Hyo Jeo

Total :   28 Episode 

Genre : Romance

Preview

SINOPSIS Lengkap 
Episode 1                                             Episode 2
Episode 3                                             Episode 4
Episode 5                                             Episode 6
Episode 7                                             Episode 8
Episode 9                                             Episode 10
Episode 11                                           Episode 12
Episode 13                                           Episode 14
Episode 15                                           Episode 16
Episode 17                                           Episode 18
Episode 19                                           Episode 20
Episode 21                                           Episode 22
Episode 23                                           Episode 24
Episode 25                                           Episode 26
Episode 27                                   Episode 28 (Final)


OST MV
Love is Punishment, Crazily in Love
Person Living in My Heart ,One of You, Spring Time

Review
Brilliant Legacy: Hwan Moment, Is it Love?

brilliant legacy:hwan eunsung moments, is it love?

Untuk Sinopsis K-Drama lainnya silakan kunjungi page sinopsis k-drama 

March 27, 2010

Akhirnya Kim Nam Gil menang di 46th Baeksang Art Awards

Wuah...akhirnya Appa Kim Nam Gil menang juga di Baeksang Art Awards ke 46 ini. Bidam emang bawa banyak keberuntungan buat Kim Nam Gil.
Tahun kemaren Appa cuma dapet nominasi untuk kategori film tapi ga menang. Sekarang dia berhasil dapat penghargaan untuk kategori drama dari perannya sebagai Bidam di Queen Seon Deok. Program tv dokumenter dimana Kim Nam Gil jadi naratornya juga dapat penghargaan.
Rekan mainnya di Queen Seon Deok Go Hyun Jung pemeran Mishil juga mendapat penghargaan besar dengan mendapat Grand Prize.

Selain itu IRIS ga mau ketinggalan nancapin taringnya, dengan lead actornya Lee Byung Hun , dia dapet pernghargaan kategori Best Actor dan drama IRIS juga dapat penghargaan sebagai drama terbaik.
Buat penggemar Brilliant Legacy ga usah terlalu berkecil hati, si cakep Hwan-Lee Seung Gi dapat penghargaan Popularity Awards.
Sedangkan Chuno dapet pernghargaan untuk penulis naskah terbaik



Berikut ini list lengkap pemenangnya untuk kategori Drama-TV

Daesang                           : Go Hyun-jung (Queen Seon-deok, MBC)
Best Drama                      : IRIS, KBS
Best Cultural Program      : Tears of Amazon, MBC
Best Entertainment Program: High Kick Through the Roof, MBC
Director                           : Go Dong-sun (Queen of Housewives, MBC)
New Director                  : Yoo Hyun-ki (God of Study, KBS)
Top Excellence, Actor     : Lee Byung-heon (IRIS, KBS)
Top Excellence, Actress  : Kim Nam-joo (Queen of Housewives, MBC)
New Actor                      : Kim Nam-gil (Queen Seon-deok, MBC)
New Actress                   : Hwang Jung-eum (High Kick Through the Roof, MBC)
Scriptwriting                    : Chun Sung-il (The Slave Hunter-Chuno, KBS)
Popularity Award, Actor : Lee Seung-gi (Brilliant Legacy, SBS)
Popularity Award, Actress: Yoon-ah (Cinderella Man, MBC)


KBS,MBC, SBS Drama Awards 2009 

February 25, 2010

Brilliant Legacy: Hwan+Eun Sung Moments 2, Is it Love?

Buat yang masih kangen ama Hwan sung aku lanjut yang waktu itu ya..tapi ini mulai ditambahin ttg Eun Sung juga

Eun Sung sebenernya blom belum  suka sama Hwan. cuma dia kadang ga sengaja peduli sama Hwan. Waktu sepulang acara peringatan ulang tahun resoran dia ngingetin Hwan untuk ngerendem kakinya di air hangat. Tapi Hwan cuek, dia bangun tidur juga ga ngerasa kakinya sakit (padahal abis di kompres neneknya semalam).

Di restoran Hwan dan Sung masih kompak nyebarin poster bareng. Eun Sung perhatian , dia beli eskrim dobel jadi bisa sepotong berdua ama Hwan.
 
Mereka mau lanjut kerja lagi. Eun Sung ganti plester kakinya karena lecet. Waktu mo naik sepeda Hwan kembali ga tega. dia memegang lengan eun sungbmencegahnya naik sepeda. Eun Sung terpana. Hwan rela boncengin Eun Sung. Dua duanya rasanya happy walau masih kikuk. pas sepeda mereka kena lubang dan terguncang, Eun Sung kaget dia spontan memeluk Hwan. Hwan kaget tapi seneng tuh. 
Eun Sung rasanya mulai nyaman dia berpegangan ke pinggang Hwan.
Sampai di depan restoran Hwan mulai gengsi lagi, dia langsung ngasihin sepedanya ke Eun Sung.
Hari demi hari di restoran Eun Sung bangga sama Hwan karena sudah pinter ngelayani pelanggan. Suatu ketika ada pelanggan ngejegal kaki Hwan dan kurang ajar sama hwan. Eun Sung langsung kesel banget ga rela Hwan diisengin. Tapi sempet dicegah manager Lee. Manager Lee cuma pengenliat dulu reaksi Hwan. Begitu beres di roof garden EunSung langsung ngelapin baju hwan yang kena kotoran tadi. Hwan awalnya salah paham dikira Eun Sung suka dia dapet balesan kelakuan buruknya dulu. tapi Eun Sung sebenernya tulus

 
Suatu ketika mereka mau tanda tangan kontrak jadi peyedia jasa makanan untuk karyawan. saat mereka udah happy usahanya berhasil tiba-tiba mereka tahu bahwa bossnya ternyata dapet rekomendasi dari Jun Se. Hwan langsung cemburu dia bad mood pengen batalin kontrak. mereka berantem, Eun Sung turun dari mobil merajuk. Hwan merasa bersalah dia bujukin EUn Sung naik. Eun sung masih marah-marah di tengah jalan, dia ga sadar ada truk datang mendekat. Hwan stres dia langsung narik eun sung dan syok. 
 
"Apa kamu mau bikin aku gila!", kata Hwan. Dia syok karena nyaris kehilangan Eun Sung, dan dia juga inget trauma saat ayahnya dulu meninggal tertabrak mobil.
Hwan dititipi EUn Woo oleh Young Suk, kepadalah Eun Woo lah akhirnyas isi hati Hwan selama ini berhasil muncul. Dia menyebut Eun Sung dengan sandi Spy. Dia berkata dia menyukasi Spy, tapi dia merasa Eun Sung membencinya (karena kejadia ayah dan adiknya). Hwan merasa tertekan
"Kamu tak tau rasanya menyukai orang yang membencimu", kata Hwan pada Eun Woo.

Kpada Hyeri dia juga cerita bahwa dia merasa terbiasa sama Hwan, dia tidak bisa membenci Hwan. Dia tak mengira Hwan bisa berubah. Hyeri langsung menebak bahwa Eun Sung mulai naksir Hwan. Tapi Eun Sung juga menahan diri karena tahu Hwan bersama Seung Mi.

Eun Sung syok gara-gara sadar dia diakalin ibu tirinya soal warisan ayahnya. saking syoknya melamun  dipinggir jalan dan ga pulang-pulang sampe malem. Hwan cemas dia nungguin dari jam setengah sebelas sampe jam 12 males teras/loby. jam 12 dia nelepon Junse minta no telp Eun Sung (walau udah naksir2an tapi mereka masih gengsi tanya no hp masing2 ya). Eun Sung yang ditelp2 ga ngangkat2 saking stressnya. Hwan nungguin di halte harap2 cemas merhatiin setiap bis yang datang. Jun Se jg nyari.
Eun Sung akhirnya muncul, turun dari bis. Hwan langsung manggil Eun Sung dan ngomelin Eun Sung saking khawatirnya. EunSung cuma melongo dia ga nyangka Hwan sampai nungguin dia di sana.


Hwan dan EUn Sung bertugas kerja bakti untuk gereja. Mereka masih kikuk gara-gara semalem. Tapi waktu Eun Sung mau bersihin tempat yang tinggi Hwan bantu tanpa banyak omong. Setelah itu dia makan. EUn Sung sempat salah paham karena Hwan makan sendiri. Hwan ngerjain EunSung apdahal dia sudah nyiapin makanan sepsial euntuk Eun Sung. EUn Sung malu. Tak hanya itu Hwan juga udah nyiapin minuman buatnya. Eun Sung malu tapi dia bahagia tuh diperhatiin sampe segitunya. Pulang ke rumah mereka udah tambah akrab , mereka bercanda rebut-rebutan tas  Mi dan seturun dari mobil. Seung Mi dan ibunya yang ngelihat sampe jengah.


Hwan moment 1 Is it Love?                                       BL Menu

February 22, 2010

Brilliant Legacy episode 28 (Final Episode Ending Spoiler)

Seung Mi panik lari keluar mencari dan memanggil-manggil ibunya. Dia lari ke atap apartemen. Ibunya sudah dipinggir pagar, Seung Mi menangis memohon ibunya untuk tidak melaksanakan niatnya. 
"Tidak ada lagi yang nenyayangiku selain kau Bu. Aku tidak punya siapa-siapa lagi. Seburuk apapun yang ibu kerjakan dulu aku masih membutuhkan ibu"
Ibunya mematung memikirkan perkataan anaknya
"Namun jika ibu harus melakukannya , ajaklah aku pergi ibu", kata Seung Mi sambil naik menghampiri ibunya. Sung Hee sadar, mereka menangis berpelukan.

Pagi harinya Sung Hee menemui Go Pyung Jung
"Ini bukti uang asuransi sudah aku kembalikan semuanya. Ini juga sebagian hasil sewa apartemen, apartemen itu sudah ditawarkan ke broker, tinggal tunggu terjual. Seung Mi memintaku mengembalikan semua ini" kata Sung Hee.
Dia berkata menuruti semua keiinginan Sung Hee dan akan hidup menemani Seung Mi untuk menebus semua kesalahannya. Dia meminta agar Go Pyung Jung membiarkan mereka pergi karena Seung Mi sudah tidak punya siapa-siapa.

Seung Mi pergi ke Bu Am Dong dia membawakan Burger dan Cola kesukaan Eun Woo. dia bicara pada Eun Sung.
"Ibuku berniat bunuh diri. Biarkan kita pergi Eun Sung",mohon Seung Mi
Seung Mi meminta Eun Sung jangan memperkarakan ibunya, karena ibunya berbuat semua itu demi dirinya.
"Ibu tahu aku menyukai Hwan, dan ingin sejajar dengan keluarga Hwan, dia jadi tergila-gila harta. Maafkanlah Ibu, Eun Sung"
Eun Sung walau kesal berusaha menerima.

Di rumah ayah berbicara pada Eun Sung. Ayah minta maaf karena membiarkan Sung Hee pergi tanpa persetujuan Eun SUng.
"Karena bagaimanapun aku yang memulai semua ini. Walau sulit dimaafkan mari kita lupakan semuanya dan memandang ke depan", kata ayahnya
Ayahnya menawarkan Eun Sung boleh meneruskan kuliahnnya lagi yang terhenti jika ia mau. Eun Sung juga merasa harus mencarikan sekolah untuk Eun Woo.

Hwan mencari informasi pendaftaran tes masuk perusahaan (Jin Sung). Manager Lee berkata dia khan cucu nenek. Hwan tahu neneknya tak suka mengandalkan koneksi. Seung Mi menemui Hwan di restoran. Dia minta hwan untuk terakhir kalinya melakukan sesuatu yang ingin dia lakukan bersama Hwan tapi belum kesampaian
Ternyata Seung Mi ingin naik bis bersama Hwan. Dia berterimakasih pada Hwan yang telah menemaninya selama ini. Hwan juga minta maaf kepada Seung Mi atas semua yang terjadi karenanya.Seung Mi melepas Hwan turun duluan.

Di rumahnya seung mi sedang berkemas untuk pindah. Dia akhirnya rela membuang foto terakhirnya bersama Hwan yang dulu tidak jadi dia bakar, juga gantungan HP pemberian Hwan. (duh jadi aku yg sedih skr)
Dia dan ibunya lalu keluar dan pindah dari tempat itu.

Yong Suk mencari hwan ke restoran. Dia meminta hwan tidak melaporkannya ke pihak berwajib.
"Aku kan tidak mengabaikan dia, tolonglah"
"Brengsek kamu. kamu tahu Eun Sung sampai menangis darah karena bingung mencari adiknya!" Kata hwan marah sambil mencengkram kerah baju Yong Suk.
Eun Sung datang ke restoran, dia memarahi Hwan mencengram leher seseorang.Dia pikir itu pelanggan.
Hwan heran. Begitu Eun Sung melihat Yong Suk dia mengenalinya
"Oh jadi kamu ya!". Eun Sung langsung meninju Yong Suk dengan keras saking kesalnya.

Eun Sung duduk di roof garden. Hwan datang membawakan es dan handuk lalu mengkompres tangan Eun Sung dengan sayang.
"Kamu bisa melukai tanganmu". EUn Sung hanya melihat terharu.
Eun Sung akhirnya berkata "Aku memutuskan akan pergi melanjutkan kuliah lagi ke luar negeri"
"Jangan pergi!", kata hwan kaget dan marah. "Bukankah selama ini kita selalu berdiskusi di sini, berusaha di jalanan bersama. Stelah semua tercapai kamu mau pergi begitu saja?! Jadi selama ini aku jadi tidak berarti apa-apa bagimu?! ", hwan kesal dan kecewa.
Hwan heran bisa-bisanya hanya karena tidak bertemu beberapa hari Eun Sung langsung memutuskan hal ini.
"Tapi aku harus mencarikan Eun Woo sekolah piano yang bagus agar dia bisa jadi pianis dan komposer", kata Eun Sung.
"Eun Woo?". Hwan terduduk lemas, kalau untuk Eun Woo dia tidak bisa apa-apa

Eun Sung menjemput Eun Woo dari les piano dengan sepedanya. Eun Woo melihat Eun Sung memutar rekaman pidato Hwan di depan karyawan pabrik.
"Kakak ramyeon/ramen", kata Eun Woo melihat rekaman Hwan. "Kakak ramyeon menyukai spy.Spy cantik tapi tidak mau menurut. Kamu tahu rasanya menyukai orang yang membencimu", Eun Woo menirukan ucapan Hwan. Eun Sung langsung menghentikan sepedanya "Sun Woo hwan berbicara seperti itu?"
Eun Sung terharu.

Di rumah ayahnya berbicara pada Eun Sung bahwa nenek memberikannya proyek untuk membangun apartemen untuk karyawan.  Ayah lalu bertanya
"Apa tidak masalah kamu pergi ke luar negeri. Kamu menyukai cucu nenek Hwan itu ya"
"Tidak apa-apa", kata eun sung (berbohong)
Ayahnya berkata bahwa dulu Eun sung terbiasa melakukan sesuatu yang dia suka dan tidak melakukan yang tidak disukai. Tapi sekarang EunSung seperti menanggung semua bebannya sendiri.
"Lakukanlah sesutatu yang tidak akan kamu sesali", ayah menasehati Eun Sung.
Eun Sung lalu pergi.

Hwan merasa kesepian membayangkan ditinggal Eun Sung, dia termenung dan tiduran di bekas kamar Eun Sung (kasuat suat deui wae yeuh).
Nenek masuk ke kamar itu. Hwan langsung bangun karena malu

"Mengapa kau tidur di kamar Eun Sung?", kata nenek (ah nenek kayak ga pernah muda aja)
"Kamu juga bisa boleh kalau ingin melanjutkan lagi kuliahmu ke luar negeri?" Hwan mulai ceria.
"Putuskanlah sesuatu yang paling sedikit penyesalannya", ujar nenek sambil pergi.

Hwan terlihat tergesa-gesa turun, nenek heran karena dia tidak meminjam mobil.
Hwan tak sabar menunggu bis yang tak kunjung datang. dia menyesal karena tak memijam mobil nenek. Dia  menyeberang untuk mencari taksi. Pada saat yang sama Eun Sung akan turun dari bis menemui Hwan. Eun Sung melihat Hwan akan pergi menyetop taksi.
Dia berteriak-teriak dari dalam bis. Minta hwan jangan kemana-mana. Hwan tak jadi naik taksi. Eun Sung bergegas turun dari bis, lari menghampiri Hwan. Dia nekad menyebrangi jalan yang ramai kendaraan. Hwan begitu cemas
"Itu berbahaya"
Eun Sung akhirnya sampai dengan terengah engah
"Tunggulah aku. Aku tidak bisa tidak pergi. Kamu harus menungguku", kata Eun Sung. Hwan terharu
"Aku tentu akan menunggumu, bodoh, aku menunggumu", jawab hwan
Hwan memeluk Eun Sung erat. mereka berpelukan di pinggir jalan dengan rasa haru.
Sampai malam mereka masih bersama dan mengobrol di taman.
Hwan berkata bahwa dia belum bisa meninggalkan nenek. Dia merasa belum cukup memberikan kenangan yang baik untuk nenek. Dia sadar ingatan nenek perlahan-lahan akan berkurang (karena sakitnya).
"Aku ingin kenangan tentangku yang buruk terhapus dan berganti kenangan yang bagus. Aku, Sun Woo hwan juga ingin menunjukkan pada nenek bahwa aku bisa membangun hidupku sendiri sedikit semi sedikit"
"kamu sedikit keren sekarang", kata Eun Sung bangga
"cuma sedikit?", Hwan merajuk
"Aku percaya kamu bisa melakukan semua itu karena kamu cucu nenek". Eun sung memegang tangan Hwan erat. mereka saling berpengangan. (duh mesranya, aku jd suka nih).

Ayah Eun Sung menunggu di luar dengan cemas karena anak gadisnya sudah larut belum juga pulang. Go pyung jung melihat hwan dan Eun Sung pulang bergandengan tangan dengan mesra. Hwan dan Eun Sung kaget, mereka buru-buru melepaskan tangan mereka dengan kikuk (hayo ketahuan loh... sekrang EUn Sung ada bapaknya yang jagain)
"Maafkan saya. Ini tidak akan terjadi lagi", hwan membungkuk dengan hormat tanda menyesal.
"Sudah larut, ayo masuk",kata ayah pada Eun Sung
Hwan pamit pulang dengan rasa bersalah (Hi hi lucu...untung bapaknya ga tau dulu Hwan pernah nginep di sana ya hehe).

Eun Sung, Hyeri, Jun Se, dan Im Jung perpisahan di restoran Jun Se. Jun Se dan Hyeri tidak bisa melepas kepergian Eun Sung karena mereka sudah akan mengurus restoran kapal pesiar.
Eun Sung minta Jun Se menjaga Hyeri.
Saat berpisah Jun Se dan Eun Sung bersalaman
"Terimakasih Oppa karena selama ini telah menolong aku dan ayahku selama masa sulit", kata Eun Sung.
"Aku hanya ingin melihat orang yang aku sukai bahagia. kamu harus awet sama Hwan. Supaya aku bisa berkata bahwa kamu tidak memilihku karena mendapat seseorang yang lebih baik", kata Jun Se Oppa(duh Oppa lapang dada banget)

Nenek di kantor melihat berkas calon karyawan baru yang akan masuk. Dia kaget karena ada berkas Hwan di situ (brarti dia lolos tes ya...)
Di rumah, nenek memilihkan wanita untuk teman kencan Pyo, tapi Pyo enggan, Nenek heran, karena Pyo tidak pernah mau berkencan. Nenek memperlihatkan foto itu pada Oh Yon Ran dia tidak suka. Di dapur dia menyindir Pyo.
"Jadi kamu masih setia ya pada wanitamu yg lebih tua ya. Kamu jangan-jangan menemuinya saat kita semua tidur", young ran kesal (karena dia ga pernah keliatan kencan)
"Wanitamu itu dia lebih tua, tidak dewasa...eh . .apa itu mungkin aku?"Oh yong ran tiba2 menyadari Pyo itu menyukai dirinya.
Pak Pyo menghadap nenek dan dia memohon maaf karena selama ini lancang. Nenek tidak bisa berkata apa-apa karena antar manusia tidak ada hirarki. Dia bisa tenang terhadap Oh Yong Ran sekarang.

Suasana makan antara Yong Ran dan Pyo jadi kaku, mereka terharu. Jung dan Hwan heran. Jung menyindir Hwan yang mau-maunya berhubungan dengan wanita yang akan pergi ke luar negeri. Nenek akhirnya berkata pada anggota keluarganya dia membatalkan wasiatnya yang dulu karena Eun Sung tidak mau menerimanya. Dia sudah menulis wasiatnya yang baru sendiri, menandatanganinya dan memberikannya pada Hwan untuk dipernuhi. (nenek tidak pake notaris karena percaya sama Hwan).
Isinya nenek akan membagikan saham bagiannya ke karyawan dan sebagian asetnya akan disumbangkan.
Jung dan ibunya sedikit kecewa.

Nenek bicara dengan Hwan. Nenek tak menyangka Hwan masuk ke perusahaan.
"Kau keberatan dengan wasiatku?", tanya nenek memastikan
Hwan menggeleng. Sejak peristiwa RPUSLB yang akan menurunkan nenek, Hwan sadar karakteristik perusahaan Jin Sung.
"Aku hanya ingin bekerja di tempat ayahku dulu bekerja". Nenek kemudian ingat dia pernah sayup-sayup mendengar pengakuan Hwan tentang kematian ayahnya.
"Ayahmu itu hanya ingin menyelamatkan hidup anaknya.kau tak perlu merasa bersalah"
"Tapi itu karena aku saat itu tidak mau menurut"
"SEmua orang tua akan melakukan itu. Kau tak perlu terbebani hal ini begitu lama".
Nenek memeluk Hwan

Sekarang tentang Ending para pendukung drama ini.

Para karyawan Jin Sung senang karena mereka mendapat pembagian saham dari nenek. Mereka jadi lebih merasa memiliki perusahaan.
Park Tae So kerja di firma hukum jadi tidak terlalu sibuk, dia berkata pada Jun Se ingin bermaafan dengan mantan istrinya (mamanya Jun Se)
Ayah Eun Sung sedang mempersiapkan proyek baru pertamanya membangun kompleks apartemen untuk para karyawan Jinsung.
Seung Mi mengajar anak-anak SD, dia juga menabung untuk bisa melanjutkan sekolah. Ibunya, Sung Hee membuka counter bunga segar.
Nyonya Oh sudah biasa menyiapkan sarapan, tapi Hwan dan Jung sekarang sibuk dan jarang sarapan. Hwan sibuk bekerja di perusahaan, Jung sibuk melamar kerja (tapi belum berhasil).
Suatu hari Hwan dipanggil atasannya bahwa proposal yang pernah mereka bahas dipertanyakan oleh Presiden Direktur(Hwan sptnya ditempatkan bag. business development). Hwan menghadap nenek.
"Proposal untuk mengembangkan bisnis global?" , Nenek memastikan.
"betul", jawab hwan.nenek penasaran "Dan cabang pertama kita adalah new York?", nenek mulai curiga.
"Apa tidak ada maksud pribadi?". Hwan dengan tegas menyangkalnya tapi dia tersenyum pada nenek.

Satu hari menjelang keberangkatan Eun Sung ke New York.
Eun Sung berbelanja keperluaan untuk keberangkatannya. Eun Woo jalan bersama Hwan minum Jus. Hwan melatih Eun Woo untuk memanggilnya kakak ipar (bukan kakak ramen lagi). Dia juga memanggil Eun Woo adik ipar. Hwan minta Eun Woo menghafal nomor teleponnya. Dia harus menjaga EUn Sung dan melapor jika Eun Sung berbuat macam-macam atau tertawa ramah dengan pria lain di New York nanti, juga neneleponnya jika kangen.
Hwan melihat hasil belanjaan Eun Sung.
"Banyak sekali, apa kau ini ke US mau bermigrasi?!", kata Hwan
"Belanja di sini lebih irit dari pada di sana", kata Eun Sung
Hwan mengajak adik ipar untuk segera pergi ke rumah nenek . Eun Sung geleng-geleng kepala karena mereka saling memanggil ipar.

Eun Sung menemui nenek di kamarnya. Pamit karena besok malam akan berangkat. Dia minta nenek selama dia tidak ada rajin mimum obat, main catur, merangkai bunga juga ber olah raga.
"Kau takut musim dingin nanti aku tidak ingat padamu lagi?", sindir nenek. Eun Sung berjanji akan pulang saat liburan musim dingin.
Nenek berterimakasih pada Eun Sung karena telah bertemu dengan Hwan (Hwan jadi berubah, macarin Eun Sung malah hehe)

Keesokan paginya. Hwan berjanji kencan dengan Eun Sung. Hwan menunggu EUn sung di luar pagar. EUn Sung kali ini keluar lebih awal 5 menit ga mau terlambat 10 menit lagi. Kencan teakhir Eun Sung di Seoul ini giliran Hwan yang mengaturnya (Kencan pertama di Seoul Eun Sung yg ngatur).
Hwan membawa Eun Sung ke sebuah danau dan hwan telah menyiapkan tenda, kursi meja makan peralatan makan dan memasak(lengkap deh). Eun Sung kagum. Hwan berkata
 "Ini tempat terakhir aku dan ayah ke sini. aku pikir aku tidak akan ke sini lagi. Tapi akhirnya aku mau ke sini mengajakmu", kenang hwan
 "Kau seharusnya mengajakku ke sini lebih awal". Eun Sung bersimpati pada Hwan.

Eun Sung pikir mereka akan memancing. Ternyata hanya Eun Sung yang diminta memancing karena Hwan akan menyiapkan hidangan.
Hwan mulai menyiapkan masakannya. Dia terlihat kepayahan memotong-motong labu yang keras juga tidak biasa memotong wortel.
Eun Sung merasa tidak enak tapi dia dilarang melihat. Hwan sibuk memasak sambil membaca resep, dia akan memasak kare.

Hwan menghidangkan masakan yang tertata dengan rapi dan indah, di meja ada rangkaian bunga mawar pink.
Eun Sung penasaran kapan Hwan pergi membawa semua peralatan kemari.
"Aku pergi sebelum fajar"
"Lalu kau kembali lagi menjemputku?", tanya Eun Sung kagum. (Hwan ni ya...bikin jatuh cinta aja)
Mereka mencicipi masakan Hwan. Hwan sempat minder karena masakannya daripada kare masakannya lebih terasa seperti bubur labu (malu sama Eun Sung yang jago masak kali)
"Yang kumakan ini enak ko". Eun Sung mengeluarkan airmata saking terharunya.
Hwan ingin Eun Sung mengenangnya dia lah laki-laki yang terakhir menyiapkan dan memberinya makan sebelum dia berangkat (eh dulu Jun Se pernah bikinin barbeque di pantai, hwan g mau kalah hehe). Di ingin memberi kesan baik untuk Eun Sung. Dia nanti juga ingin menengok Eun Sung

Setelah makan mereka bergandengan berjalan-jalan di sisi danau. Lalu Eun Sung berkata saatnya mereka harus pergi jika tidak ingin terlambat ke bandara. Wajah Hwan lansung terlihat sendu. Eun Sung langsung mengalihkan perhatian Hwan.
"Kamu kalau pulang kantor harus langsung pulang ya!. Kalau baru gajian tidak boleh minum-minum. Apalagi kalau sampai mabuk lalu mengetuk pintu rumah cewe. Awas aku aka menghajarmu!", ancam Eun Sung.
"Apa lagi?", Hwan siap mendengar
"Sun Wo hwan!.... , kalimat Eun Sung tiba-tiba berhenti. Eun Sung agak ragu dia mendekat ke telinga hwan. Sa- rang- hae", bisik Eun Sung malu. (ini pertama kalinya kesebut kata saranghae antara mereka)
 "Apa katamu?", hwan hampir tak percaya. "Katakan sekali lagi", pinta Hwan
Tapi Eun Sung cuma diam, dia mengulangnya dengan cara mengecup bibir Hwan (disensor ya dari sini hehe). Hwan surprised dan happy, dia melayang dan Hwan pun tak ingin berhenti berciuman.


Yey....Tamat

< episode 27                         BL Menu

February 20, 2010

Brilliant Legacy episode 27

Eun Sung menunjukkan tiketnya ke petugas dan bersiap masuk ke ruang tunggu penumpang. Lalu dia mendengar orang memanggil namanya. Dia menoleh dan ternyata Hwa,Eun Sung bergegas masuk, tapi Hwan keburu menahannya. Dia menarik Eun Sung keluar.
Datanglah Jun Se memanggil Eun Sung, mereka heran Jun Se juga datang.
"Eun Sung dengarkan ya, ayahmu tidak mati. Ayahmu Go Pyung Jung masih hidup", kata Jun Se hati-hati
"Apa, ayah", Eun Sung tak mengerti.
Lalu Go Pyung Jung muncul dan memanggil Eun Sung.
Eun Sung terperangah.
"Ini ayah"
Eun Sung menjatuhkan paspornya. Eun sung pun jatuh terduduk. Ayahnya mendekat. EunSung tak percaya dengan yang dilihatnya dia memegang wajah ayahnya terharu.

Eun Sung akhirnya mengaku bahwa dia ke sini karena ibu tirinya menjanjikannya bertemu Eun Woo dan memintanya ke luar negeri bersama Eun Woo. Mereka berpendapat harusnya SUng Hee dan Eun Woo juga ada di airport sekarang. Mereka minta Eun Sung menelepon ibu tirinya untuk memastikan.
Sung Hee ternyata meminta Eun sung membatalkan jadwal hari ini.
"Eun Woo sakit flu berat dia tidak bisa pergi hari ini", Sung HEe berbohong. Dia sambil mencari-cari EUn Woo dan mengerahkan anak buahnya untuk mencarinya. Dia berkata akan menghubungi Eun SUng lagi.
Hwan akhirny amemperkenalkan diri kepada ayah Eun Sung.

Mereka semua pulang diantar Jun Se menuju rumah Nenek. Ayah Eun Sung berkata bahwa selama ini Jun Se telah menolongnya dan mencarikan pekerjaan. Hwan kembali minder sama Jun Se yang selalu bak malaikat penolong. Ayahnya juga berkata bahwa dia mendapat e-mail atas nama EUn Sung. EUn Sung heran siapa prang yang berani mengatasnamakan dirinya.
Nenek kaget mengetahui bahwa selama ini ayah Eun Sung masih hidup dan Sung Hee ternyata telah berkata bohong padanya. Jun Se juga menguatkan bahwa selama ini Sung Hee juga berbohong tentang uang asuransi itu. Mereka juga telah mengusir Eun Woo dan Eun Sung dan hanya memberikan Eun Sung uang yang sedikit dibanding uang asuransi yang dia terima.

Jun Se pamit pulang dan akhirnya mereka membuat rencana. Nenek ingin Sung Hee mengakui semuanya kepada mereka. Mereka merahasikan dulu bahwa Eun Sung telah bertemu ayahnya. oh young Ran ditugaskan untuk menelepon Sung HEe dan meyakinkannya untuk datang tanpa diketahui Seung Mi. Young Ran berhasil Sung Hee datang karena penasaran. Hwan pergi ke bar di jalan dia menelepon Seung Mi untuk menemuinya di bar Yong Suk

Sung Hee berbicara dengan nenek. Tiba-tiba Eun Sung dan Go pyung jung turun dari atas, wajah Sung Hee melongo karena tak percaya. Oh Yong Ran ikut tegang dia memegang erat lengan pak Pyo. Eun Sung memandang wajah ibu tirinya dengan pandangan marah. Dia kali ini benar merasa dibohongi. Eun Sung tidak  basa basi dia langsung menanyakan Eun Woo.
"Aku tidak tahu. aku akan mengatakannya jika aku tahu", kata Sung Hee
Eun Sung tak percaya lagi ucapan ibu tirinya. (padahal kali ini benar).
Sung Hee juga terus membela diri tentang uang asuransi dan balik menyalahkan Go pyung Jung yang memulai semua ini.
SUng Hee keluar dari rumah nenek dengan percaya diri. di luar rumah nenek dia lemas.

Di bar Hwan mendengar bahwa Young Suk kelhilangan sepupunya.
"Sejak tadi pagi dia tidak kembali", kata yong suk
"Dari pagi, berarti sudah beberapa Jam?! Ayo cepat telepon polisi", kata Hwan
"Jangan!" yong suk buru-buru menahan Hwan. "Dia sebenarnya bukan sepupuku"
Hwan heran. Dia menjelaskan bahwa dia menemukannya karena  anak itu ingin main piano tapi setelah itu dia tidak mau pergi. Hwan menghajarnya karena memanfaatkan anak sembrangan. Dia merasa jangan-jangan anak itu Eun Woo. Dia beniat menelepon Eun Sung tapi dibatalkannya karena belum 100 % yakin.

Di tempat lain Eun Woo setelah kabur dari orang suruha Sung Hee, bingung mencari jalan pulang. Lalu dia melihat Gereja, dia masuk ke sana.

Hwan mencari-cari Eun Woo, dia meneliti jalanan yang dia lewati juga mendatangi tempat les piano di sekitar situ dan menanyakan Eun WOo tapi hasilnya nihil Hwan terus berjalan dari tempat les piano ke tempat piano lainnya. Dia sempat putus asa. Dia melihat gereja dan mendengar suara piano dari gereja. Hwan masuk, dia melihat Eun Woo dan begitu lega. Dia coba memanggil "piano" dengan nama aslinya
"Go Eun Woo". Eun Woo ternyata menoleh. Hwan senang. "Apa kakakmu bernama Go Eun Sung?", tanya Hwan
"Noona (kakak)?. Aku menunggu kakak", kata Eun Woo sambil memegang kalungnya.
Hwan tahu itu kalung yang serupa dengan kalung Eun Sung. Hwan tak menyangka dia akhirnya menemukan Eun Woo dia begitu lega dan bahagia.
"Hey bocah. ternyata kamu (yang selama ini dicari)" Hwan memeluknya dengan haru
Eun Woo risi dipeluk

Hwan mengajak Eun Woo pulang ke rumahnya. Dia membujuk Eun Woo untuk mau masuk.
"Tidak apa-apa ini rumah Hyung (kakak). Kau akan bertemu kakakmu", Hwan berusaha meyakinkan Eun Woo.
Eun Sung dan ayahnya mau keluar dari rumah Hwan. Mereka melihat Hwan dan bocah yang dibawanya. Betapa bahagia Eun Sung dan ayahnya melihatnya Eun Woo. Mereka bertiga berpelukan. Hwan senang melihat Eun Sung begitu bahagia.

Sung Hee pulang ke rumahnya , dia minta anaknya berkemas untuk pergi. Seung Mi heran dia memaksa ibunya bercerita. Seung Mi putus asa mendengar pengakuan ibunya bahwa dia meminta Eun Sung pergi.
"Bukankah aku sudah berkata berikan Eun Woo lalu kita  pergi. Ibu, mengapa aku harus mempunyai ibu macam ibu ini", Seung Mi putus asa dia tak tahu lagi bagaimana harus menghadapi ibunya.

Di rumah Hwan, keluarga Eun Sung, nenek dan Hwan berbicara bersama. Hwan bercerita bagaimana dia menemukan Eun Woo. Eun Woo tiba-tiba nyeletuk."Aku tidak boleh menelepon jika ingin bertemu Noona (Kak eun sung)"
"Siapa yang berkata itu", kata Eun Sung kaget
"Ibu", jawab Eun Woo
Dia lalu menyebutkan dengan lancar no telepon ibu tirinya, alamat rumahnya bahkan no polisi mobilnya.
Eun Sung yakin jadi selama ini ibu tirinya l ah yang memisahkan EUn Woo darinya, dia bertarmbah geram.

Mereka sekeluarga berniat mendatangi langsung aparment Sung Hee. Nenek meminta Hwan untuk mengantar mereka. Sampai di halaman apartemen Eun SUng meminta Hwan untuk pulang saja, tapi Hwan menunggu berjaga di sana.
Sung Hee bersiap untuk pergi, ketika dia mendengar ada orang mengetuk apartemennya. Dia kaget ternyata Suaminya, Eun Sung dan Eun Woo menorobos masuk. Go pyung jung sudah benar-benar marah terhadap SUng Hee dia mengangkat tangat bermaksud memukul istrinya. Tapi ternyata Eun Woo sigap menahan tangan ayahnya
"Jangan itu ibu. Nanti Ibu sakit", kata Eun Woo membela Sung Hee.
Mereka semua terdiam mendengarnya.
"Dengar tuh. Dia memanggilmu Ibu", kata Go pyung joong menurunkan tangannya.

Seung Mi tak kuat mendengar itu semua dia lari keluar. Eun Sung akhirnya ikut mengejarnya.
Eun Sung mengajak Seun tag Mi berbicara. Dia bertanya apa Seung Mi yang selama ini menulis e-mail untuk ayahnya atas nama dirinya. EUn Sung tak mengerti SEung Mi selama ini menyembunyikan kenyataan ayahnya masih hidup dari dirnya. Eun SUng tak habis pikir jika dia benar-benar jadi ke amerka dia tidak akan bertemu ayahnya lagi.Eun Sung menayakan motif Seung Mi.
 Seung Mi sendiri tidak punya ayah kandung yang baik, dia senang pada ayah Eun SUng. Dia selama ini cemburu pada kedekatan EUn Sung dan ayahnya.
"Tapi ayah kan tak pernah mengabaikanmu", bela Eun Sung. Karena itulah aku semakin tidak nyaman.


"Karena ayahmu sangat berarti bagimu seperti Hwan berarti bagiku", kata Seung Mi. Seung Mi tahu dia tidak bisa mendapatkan Hwan lagi.

"Jadi kau melakukan semua ini hanya gara-gara seseorang (hwan)?!" , tanya Eun Sung marah.

Hwan dari jauh diam-diam mendengarkan pembicaraan mereka.
"Saya minta maaf Eun Sung", kata Seung Mi.Eun Sung masih kesal dia meninggalkan SEung Mi.

Seung Mi duduk dan menangis Hwan lalu menghampiri Seung Mi.
"Apa kamu ini benar-benar Seung Mi yang saya kenal?",tanya Hwan kecewa. Dia mengangkat Seung Mi yang sedang duduk dan mengguncangkan badannya "Apa ini kamu?"
Dia pergi meninggalkan Seung Mi.

Keesokan harinya Jun Se datang bersama ayahnya menjemput ayah Eun Sung. Mereka bermaksud menolong Go Pyung Joong melapor pada yang berwajib untuk mengembalikan identitasnya semula.

Eun Sung, Eun Woo dan ayahnya akhirnya pindah ke rumah kecil Eun Sung di Bu Am Dong. Ayahnya berjanji dia akan bekerja keras untuk anak-anaknya. Eun Sung juga berkata dia akan bekerja. Eun Sung memasakkan mereka makanan. Dia telah berkata dia menggantijurusan kuliahnya di amerika dan mengambil jurusan seni memasak. Eun Woo sangat suka masakan kakaknya begitu pula ayahnya.

Di rumah nenek, keluarga membicarakan seung Mi dan ibunya. Mereka bingung karena uang Sung Hee tega berbuat jahat dan karena Hwan seung mi tega berbohong. Hwan risi mendengarnya dia pergi ke kamarnya (hwan hari itu keren juga pake baju warna hijau). Nenek menghampiri hwan di kamarnya
"kamu tidak senang Eun Sung telah berkumpul lagi dengan keluarganya?", tanya Nenek
"Tentu aku senang"
"Tapi mengapa wajahmu murung?"
"Aku merasa tidak enak karena aku juga yang menyebabkan mereka sempat terpisah"

Sung Hee pergi ke bank dia menutup buku tabungannya, dia juga mengurus penutupan tokonya. Ketika pulang seung mi mengajak ibunya untuk pergi dari rumah ini dan memberikannya pada Eun Sung. Seung Mi tidak mau dihantui rasa bersalah dan ingin membayar kesalahannya. Kali ini ibunya tak mencegahnya
"Terserah, lakukan saja sesuai keinginanmu"

Malam itu Seung Mi tak bisa tidur , dia memikirkan ibunya. Perasaannya tidak enak, dia ke kamar ibunya. Dia heran ibunya tidak ada di sana, tapi tas ibunya tergeletak di bawah. Dia melihat HP dan kunci mobil ibunya pun masih ada di situ. Seung Mi langsung panik dia pergi ke luar mencari memanggil-manggil ibunya.
Tak jauh dari situ Sung Hee naik ke lantai atap apartemen. wajahnya sangat putus asa.
Dia pergi ke pinggir pagar dan melihat ke bawah. Dia membuka sandalnya. dan naik ke ujung pagar. Dia berniat bunuh diri.

< Episode  26                       BL Menu                    Episode 28(Final) >

February 19, 2010

Brilliant Legacy: Hwan Moment, Is it Love?

Lagi penasaran dan kangen terus sama Hwan. Mau nengok lagi momen-momen Hwan dan Eun Sung dimana dari benci eh ternyata mulai suka tapi gengsi.

Walau dari episode 1 udah benci sama Eun Sung. tapi sejak dia harus kerja part timer, dia jadi tergantung sama Eun Sung (episode 7).
Saat uangnya ga cukup buat ongkos taksi dia minta Eun sung datang untuk bayarin ongkos taksinya, walau abis itu mereka berantem juga. Pulangnya dia juga ngikutin Eun Sung karena ga tau harus naik bis yang mana (episode 8). Eun Sung ngajak naik,tapi dasar terlalu gengsi dia masuk bis trus malah mendorong Eun Sung dan langsung duduk.
EunSung pastnya ngelus dada, dia terpaksa terbayaran ongkos Hwan.
Hwan selalu merasa Eun Sung yang ngacauin hidupnya, tapi dia mulai melunak setelah Eun Sung sambil nangis protes bahwa gara-gara hwan dia ga bisa lihat wajah ayahnya terakhir kali.
Hwan penasaran tentang ayah EUn SUng dan bertanya lagi, ternyata ayah eun sung langsung dikremasi saat itu jg. Sejak itu pandangannya sama Eun Sung mulai berubah.

Saat kerja di restoran tangan Hwan ga sengaja tertumpah kaldu panas. Eun Sung ingin mengobati hwan pakai pasta gigi. Hwan sempat protes, tapi dia terpana melihat EUn SUng telaten mengobati dan meniup lukanya (episode 9).

Eun Sung memarahi Hwan ga becus beres-beres gudang . Barang yang mau dibawa Eun Sung jadi disimpan di atas. Hwan ingin menolong Eun Sung, tapi Eun Sung yg kesal tak mau ditolong . Eun Sung jatuh dan terkilir, Hwan merasa ga enak.
Saat peringatan ulang tahun kematian ibunya. Nenek minta Hwan mengantar  Eun Sung ke makam ibunya. Sampai di makam, Eun SUng sebenarnya minta Hwan nunggu di tempat parkir. Tapi Hwan tak tega karena kaki Eun SUng masih cedera. Dia membawakan barang-barang Eun Sung dan ikut ke makam. Dia kasihan lihat EUn SUng, tapi Eun SUng coba jalan sendiri.
Saat Eun Sung jatuh, Hwan langsung mengulurkan tangan,memegangi Eun Sung dan memapahnya berjalan.

Dari makam mereka makan, Hwan sebenernya perhatian, dia melihat EUn SUng cuma makan nasi, hwan memintanya makan sop seafoodnya (episode 10) .
Saat tau Eun Sung alergi kerang dia sebenarnya merasa tidak enak, cuma karena dua-duanya jaim ga mau kalah eh malah berantem sampai pulang ke rumah.

Suatu malam dia pas Hwan pulang ke rumah, dia liat cewe dengan dandanan baru masuk ke halamannya. Dia pikir itu adiknya yang make over abis-abisan buat Jun Se. Eh tapi pas nengok dia tak menyangka dan terpes ternyata itu Eun Sung dan kelihatan cantik banget. Begitu ketahuan bengong, Hwan langsung pura-pura.

Keesokan paginya Hwan masih terbayang-bayang Eun Sung yang cantik semalam.

Keluarga hwan mencicipi makanan EUn Sung pertama kalinya. Hwan tidak mau diajak adiknya . mencela makanan eun sung. Dia berkata makanan eun sung enak.
Hari itu Eun SUng sudah di transfer kerja di pabrik. Hwan seharian tidak semangat karena ga ada Eun Sung (episode 11). Dia melamun, seperti melihat Eun Sung padahal bukan. Kata-kata Eun Sung juga terngiang-ngiang di kepalanya.
Dia kerja ga semangat. Manager menyuruhnya untuk pindah juga ke pabrik. Hwan langsung semangat, siang itu juga dia pindah ke pabrik.


Eun Sung mencari adiknya yang hilang ke daegu. tapi dia pulang dengan tangan hampa karena adiknya hilang lagi. Eun Sung menangis, hwan sebenernya peduli dia cuma berani menguping dari pintu (episode12).

Suatu hari Hwan melihat Eun Sung pulang dijemput Jun Se. Tidak tahu mengapa hari itu dia merasa tidak senang dan kecewa melihatnya. Saat pulang di rumah Hwan yang lagi melankolis tiba-tiba mengambil gitarnya dan memainkannya. Orang-orang di rumahnya heran mendengar suara gitar, sudah lama sekali tidak mendengar Hwam memetik gitar. EunSung juga begitu tiba di halaman rumah dia mendengar suara petikan gitar. Hwan terbayang wajah Eun Sung yang cantik yang pernah dilihatnya suatu malam, dia juga ga bisa melupakan gundah hatinya saat melihat Eun sung dijemput jun se tadi siang. Tapi begitu dia sadar dia melamunkan Eun Sung dia gengsi pada dirinya sendiri dan menyingkirkan gitarnya (aneh Hwan ini)

Hwan tidak enak begitu dia tahu, saat dia merusak hp eun sung saat itulah adiknya hilang. Dia ingin minta maaf pada Eun Sung. Eun Sung tapi masih marah. Hwan benar2 menyesal dia mengikuti eun sung.

Sejak Eun woo hilang lagi, eun sung jatuh sakit. Ketika sudah sedikit baikan Eun Sung bekerja lagi. Hwan tau Eun Sung masih lemah, dia berniat membantu Eun Sung mengangkut krat lobak. Tapi EUn sung masih marah pada Hwan, lobaknya malah jatuh berantakan dan mereka dimarahi. Saat istirahat Hwan membawakan Eun Sung minuman, tapi karena melihat petunjuk penting tentang aparteman Sung Hee , Eun sung lari, dia tidak melihat Hwan. Mereka bertabrakan, minuman yang dibawa Hwan tumpah.

Setelah masalah Eun Woo dan warisan hubungan Hwan dan Eun Sung jadi kaku. Mereka kemudia bersepakat untuk melupakan masalah itu di kantor dan bekerja sama.
Di rumah hwan melamun dan terbayang wajah eun sung saat tertawa karena mendengar Hwan salah menyebutkan kata "supervisor".
Namun begitu Hwan sadar dirinya melamunkan Eun Sung dia gengsi.

Sejak Hwan tahu bahwa Eun Sung dan Seung Mi saudara tiri, sikap Hwan mulai  berubah lagi ke Eun Sung. Dia merasa Eun Sungbohong atau menutupi sesuatu. Dia jadi dingin dan cuek. naik bis juga mereka ga bareng. Tapi saat Hwan lihat Eun Sung dihimpit laki-laki di bis yang penuh sesak, dia kembali tak tega, dan ingin melindungi Eun SUng. Dia menarik EunSung ke depannya, dia memakai tangan dan badannya untuk melindungi Eun Sung.(episode 15)

Episode 16 ini favoritku. Jung dan ibunya marah-marah pada Eun Sung karena kencan dengan Jun Se. Hwan tidak suka mendengar keluarganya ribut-ribut dengan Eun Sung (padahal dulu dia yang suka banget ribut ma Eun Sung). Dia melerai dan menarik ibu dan adiknya ke kamar. Lalu dia juga memperhatikan Eun SUng yang sedang menerima telepon dari Jun Se.
Keesokan paginya Hwan merasa sepi karena tidak ada Eun Sung yang sarapan di sebelahnya. (Eun Sung ga enak sama keluarga hwan jd langsung pergi).
Di kantor, para karyawan di minta menuliskan kartu ucapan untuk karyawan lain. Dia bingung kata apa yang harus dia tuliskan untuk Eun Sung. Dia mencari ide dan melihat Eun Sung juga sendang menulisi kartu ucapan Dia memandang Eun Sung dari kejauhan (ternyata tulisan Hwan itu baru ketahuan di ep.21 isinya aku ingin mempercayaimu ga..kuat...) .

Hwan dan EUn Sung bertugas menempel poster promosi. Hwan sempat penasaran dan bertanya sebenarnya Eun Sung itu punya berapa muka. Dia ingin percaya tapi seung mi bicara lain. Eun Sung yang sebal menjawab bahwa dia itu SPY.
Saat menempel poster, posisi Eun Sung dekat sekali dengan Hwan. Hwan jantungnya berdesir.

Malam itu Eun Sung ga berani pulang. Hwan cemas dan takut ibunya yang ngusir Eun Sung. Keesokan paginya dia nyindir Eun Sung bahwa dia cewe yang berani tidur di luar rumah (padahal kangen).

Saat acara promosi restoran, Hwan ingin menolong Eun Sung yang kerepotan, tapi Jun Se mendahuluinya.
Hwan naik ke roof garden, dia mendapati EUn Sung yang kecapaian tertidur. Dia kembali sayang pada Eun
Sung.
Dia tak tega melihat Eun Sung tidur tidak nyaman di bangku yang sempit. Dia membawa bangku lagi dan dengan hati-hati menaruh kaki eun sung di bangku. Hwan juga tak tega Eun Sung kepanasan dia membawa pot tanaman besar untuk melindungi kepala Eun Sung dari sengatan matahari. Hwan memandangi Eun Sung yang tertidur dengan sayang. Jun Se naik ke atas dan syok melihat Hwan yang memperhatikan Eun Sung dngan cinta

Saat party karena acara promosi sukses, hwan kembali lagi ke dunianya, dia bersama Seung Mi dan Jun Se bersama Eun Sung. Tapi Hwan selalu cemburu saat Jun Se bersikap manis dan memegang tangan Eun Sung. Di luar karaoke Hwan yang cemburu pada Jun Se melampiaskan rasa kesalnya karena Jun Se hanya bersenang-senang di sini dan lupa bahwa dia telah menyakiti Jung. Tapi Jun Se yang melihat kejadian di roof garden tadi jg curiga pada Hwan. Dia menuduh Hwan marah-marah bukan karena Jung tapi karena Eun Sung. Jun Se mendesak Hwan mengakui perasaannya sebenarnya. hwan yang terpojok memukul Jun Se. dia memukul sepertinya karena dia tak mau dipojokkan dan masih bimbang dengan kenyataan bahwa dia ternyata mencintai Eun Sung. Di depan Jun se , ia hanya berani mengelak dia tidak mungkin mencintai orang yang mengambil warisannya ...



                                                                     Brilliant Legacy Menu
Free Translation
Related Posts with Thumbnails