Free Translation

January 26, 2010

Brilliant Legacy episode 10

Dalam rangka peringatan meninggalnya ibu kandung Eun Sung, Go Jung Pyong , ayah Eun Sung juga berziarah ke makam istrinya. Di makam dia telah melihat rangkaian bunga segar dan champagne di pusara istrinya. Go Jung Pyong yakin hanya Eun Sung yang akan menaruh benda kesayangan ibunya itu. Dia mencari sosok Eun Sung, tapi sudah tidak ada. Dia ingat tadi sempat melihat seorang gadis dan seorang pemuda. Dia merasa orang itu Eun Sung, dia lari ke tempat parkir. Eun Sung dan Woo Hwan siap pergi dengan mobilnya. Saat mobil berjalan, ayahnya memanggil-manggil dari kejauhan tapi tak terdengar. Hwan sempat melihat seorang laki-laki berlaridari spion mobilnya. Saat Eun Sung ingin melihat mobilnya telah berbelok dan ayahnya sudah tidak terlihat.

Hwan lapar, dia ingin segera makan. Mereka berhenti di tempat makan terdekat. Ada restoran soup daging dan seafood. Eun SUng ingin makan soup daging, tapi Hwan sudah muak dengan soup daging. Eun Sung ingin makan terpisah tapi Hwan berkata bahwa seafood itu sudah 1 set untuk dua orang. Eun Sung akhirnya ikut ke restoran seafood bersama Hwan. Saat sea foodnya sudah matang, eun sung hanya terus makan nasi saja. Hwan heran dan menyuruhnya makan.
"Aku alergi seafood", ujar EUn Sung.
"Mengapa kau tadi mau ke sini?"
"Karena sayang, seafood semahal 25000 won (Rp. 200rb)  jika hanya dimakan oleh satu orang", kata Eun Sung

Woo Hwan sebenarnya merasa tidak enak , dia menegur Eun Sung karena tidak berterus terang. Hwan terganggu dengan sifat Eun Sung itu. Tapi Eun Sung membela diri dan membalikkannya untuk Hwan. Mereka bertengkar dan Eun sung pun tak jadi menghabiskan makanannya. ( dua orang ini sempet akur bentar, ribut lagi...)

Mereka pulang ke rumah dan masuk rumah tidak bersamaan. neneknya tau pasti ada yang tidak beres. "Laki-laki seharusnya bisa menjadi orang yang lebih fleksibel", nenek prihatin pada Hwan.
Hwan mengembalikan sisa uang ongkosnya pada nenek.
"Ini Nek, aku tidak akan mengambil kembaliannya", jawab Hwan percaya diri. (Hwan udah mulai berubah sekarang)

Nenek lihat kaki Eun Sung yang terpincang-pincang, dia menyuruh Eun Sung ke kamarnya. Pyo memijat dan merawat kakinya.
Nenek berkata Eun Sung tidak usah masuk kerja, tapi Eun sung berkata masih banyak yang bisa dikerjakannya tanpa berjalan kesana kemari.
"AKu bisa menyapa tamu, menjaga counter. Dan Juga mentraining cucu Anda"
nenek tersenyum.


Pagi hari nenek melihat bahwa Eun sung nekad tetap mengantar susu. Jun Se menunggu EUn Sung di pinggir jalan. Dia mengendarai sepeda Eun Sung dan membonceng Eun Sung. (asyik banget...mau...) EUn Sung memasukkan susu ke rumah-rumah (dan tak lupa selebaran adiknya).


Jung, ingin mencari pekerjaan lain. Akhirnya Jun Se mau menerima Jung di restorannya. Dia memperkenalkan Jung pada staf restoran lainnya.

Saat jam istirahat siang, Hwan mulai berubah. Dia mau makan bersaman Eun sung dan karyawam lain di restoran.

Nenek melihat baju yang dulu pernah dibelikan Eun Sung kepadanya. Dia terharu, sepulang kantor nenek menjemput Eun Sung dan membawanya ke butik. Eun Sung sempat tak percaya baju itu dipilihkan untuknya.

Nenek juga membawa eun sung ke salon (buat make over ceritanya)

Baek Sung Hee jadi membuka toko meubel. Keluarga Hwan diundang dalam pembukaan tokonya. Hwan akan pergi bersama Seung Mi sepulang kerja, dia minta uang untuk membawa hadiah.
"Nenek bilang jika ke suatu acara aku perlu membawa hadiah", kata Hwan
"Berapa yang kau butuhkan?", tanya nenek. Hwan mempersilahkan nenek yang mengaturnya (good boy, hwan).
Nenek memberinya uang yang cukup untuk membeli buket bunga.
Ibunya Oh Yong Ran juga ingin diberi uang, tapi nenek meminta Pyo langsung memesankan rangkaian bunga besar atas nama Oh Yong Ran.

Seung Mi minta maaf karena terlambat janji dengan Hwan untuk datang ke tempat pembukaan toko ibunya. Seung Mi sudah bersiap untuk naik bus yang pertama kali bersama Hwan. Tapi Hwan merasa tidak enak dia minta seung Mi menyipakan uang untuk membeli buket, sehingga mereka bisa pergi naik taxi.

Eun Sung  pergi, dia ada janji makan dengan teman-temannya dan Jun Se di restoran Kak Jun Se (Eun Sung pake baju baru dan dandanan baru dong). Pulangnya, ke-2 sahabatnya mendorong agar dia mau pulang diantar Jun Se.

Oh Young Ran, menghadap nenek. Dia protes nenek terlalu baik kepada Eun Sung
"Eun Sung juga keluargaku." Oh Yong ran minta kebijaksanaa nenek, bahwa dia sudah tidak semuda Hwan dan Jung, dia tidak mampu bekerja dan begiru stress bekerja di pabrik kimchi. Young ran berniat berbisnis dengan menjual tanahnya. Tapi nenek mengancamnya jika maunya begitu Young ran silakan pergi dari rumah.
Nenek akhinya memberikan pilihan mau bekerja di pabrik atau mau mengerjakan pekerjaan rumah tannga karena Pyo akan pergi . Oh Young ran memilih dia akan mencoba melakukan pekerjaan rumah tangga.

Jung pulang ke rumah, dia melihat kantung belanja berisi baju untuk gadis. Dia segera menyangka baju itu untuknya dan mencobanya dengan riang. Ibu dan neneknya datang. Oh Yong ran minta anaknya membuka baju itu karena baju itu untuk Eun Sung.
Jung kesal.
"Kamu sudah punya baju satu lemari", kata nenek
"Tapi aku belum pernah diberi baju oleh nenek"
"Khan ada ibumu yang membelikan"

Jun Se mengantar Eun Sung sampai ke depan rumah. Eun Sung mengucapkan terimakasih,kemudian masuk ke halaman rumah. Hwan pun baru akan tiba di rumah. Dia melihat Jun Se dengan seorang gadis berpenampilan "lain".
Hwan berpikir itu adiknya yang demi Jun Se sampai mengubah penampilan. Hwan memanggil adiknya. Tapi dia terpana orang itu adalah Eun Sung
"Mengapa kau melihatku seperti itu",Eun Sung menegurnya
"Berpakaian pendek pun tak ada gunanya", kata Hwan singkat(cie jaimmm)


Seung Mi berniat menjual apartmen. Dan bermaksud memberikan uangnya pada eun sung (karena emang hak eun sung). Dia ingin meminta maaf pada Eun sung dan ingin memulai dari awal. Dia yakin Eun Sung orang baik yang bisa mengerti dan memaafkannya. Seung Mi selalu tidak nyaman karena dikejar perasaan bersalah.
Ibunya tentu tidak menyetujuinya. Dia memandang Seung Mi itu bodoh. Sung Hee pusing harus berkata apa lagi pada anaknya. Dia meminta Seung Mi memikirkan kata-katanya, dia pergi ke kamar.
Seung Mi mendengar bel rumahnya berbunyi. Orang itu bertanya kediaman rumah Baek Sung Hee. Seung Mi kaget melihat sosok ayah tirinya muncul dihadapannya.

episode 9                                               episode 11

2 comments:

Silakan tulis komennya di sini ya...

Related Posts with Thumbnails