Park Dan Dan lagi-lagi panik melihat pria itu terkapar tak bergerak. Dia berlari turun, sambil menelepon polisi. Dan Dan menyangka ia tak sengaja membunuh orang. Polisi pun ke lokasi beserta Dan Dan. Presdir Lee sudah sadar. Dan Dan begutu lega. Tetapi tidak dengan Presdir, ia marah. Apalagi Dan Dan menyebutnya pria mesum yang mengejarnya.
Akhirnya berhasil dibuktikan memang Dan Danlah yang tidak melihat peringatan zona terlarang, dan ia mengabaikan panggilan Presdir. Polisi yang memegang barang bukti mengetahui bahwa di dalam tumbler berisi minuman keras. Sedangkan orang dilarang mabuk saat naik gunung.
Presdir Lee tidak bisa mengampuni begitu saja kasus ini. Dia memanggil teman pengacaranya. Mereka pun berakhir di kantor polisi. Dandan minta ampun ingin hal ini diselesaikan secara damai. Ia mengaku sungguh salah mengira Presdir orang jahat.
"Karena Anda sangat tampan. Jika kita menonton film misteri/thriller para penjahat psiko itu tampan seperti Anda. Dan Anda sangat tampan."