Free Translation

January 11, 2010

Queen Seon Deok episode 48: Pemberontakan Mishil 3

Putri Deokman muncul seorang diri di istana. Mishil dan kelompoknya kaget. Deokman menantangnya “Bukankah kamu seharusnya menangkap saya? Bukankah yang Raja telah melakukan perintah penangkapan atas kejahatan saya?”
Tapi Deokman berkata bahwa bagaimanapun dia adalah seorang putri negeri ini. Dan juga belum tentu dia bersalah akan percobaan pembunuhan Perdana Mentri. Dia menantang diadakannya sidang terbuka karena semua yang terlibat termasuk Yang Mulia dan perdana Mentri juga harus hadir. Dan apapun hasilnya sidangnya Deokman akan sukarela mengikuti putusan Yang Mulia raja.

Malam sebelumnya Deokman meminta Yushin membiarkannya masuk istana seorang diri. Deokman beralasan masalah ini harus ia selesaikan langsung dengan Mishil .karena kalau tidak mishil yang hebat tentu akan cepat dapat mengatasi krisis politik. Yushin menentangnya
"Tidak seorangpun bawahan yang membiarkan pemimpinnya mengambil resiko". "Tidak ada laki-laki yang membiarkan orang yang dicintainya... menyongsong maut.", Yushin berkata jujur
"Siapapun  yang ragu terhadap jalan cita-cita mereka tidak dapat menjadi orangku ataupun kekasih.", ujar Deokman tegas.

Bidam marah kepada Kim Yu Shin saat tau Yushin membiarkan Putri masuk ke istana seorang diri dan membiarkan putri menyeongsong kematian. Tapi Yushin berkata bahwa Mishil tidak akan mudah bisa membunuh putri. Bidam emosi dan mencengkram baju Yushin. Yushin berdalih bahwa pihak kita memiliki Deokman dan Kim Chun Chu tapi pihak mishil hanya punya mishil seorang. Membunuh deokman bisa mengakibatkan dukungan bangsawan beralih pada Chunchu.
Bidam tidak terima alasan Yushin dan memukul Yushin.
"Bisa-bisanya kau menganggap nyawa putri sebagai taruhan. Jika perlu kenapa bukan chunchu saja yang menggantikan Putri", ujar Bidam kesal sambil menunjuk ke arah Chunchu
"Bisakah kau mencegah orang seperti dia",Yushin membela diri.
"Putri hanya sedang berusaha menjalankan perannya sebagai putri. Dan kita yang tersisa harus menjalankan peran masing-masing dengan baik", sambung Yushin
" Ceramah yang bagus", sindir Bidam ketus.
"Apakah hanya Shilla yang ada dalam pikiranmu?", Bidam kembali menyindir.
"Kini hanya Shilla lah satu-satunya yang bisa menghubungkanku dengan putri", ujar Yushin pasrah.
(wow..Deokman bener-bener deh …dua orang pria gagah , keren dan hot begitu khawatir dan cemas untuknya). Bidam berkata bahwa sekarang Yushin telah berubah menjadi sosok yang nekad dan menakutkan.

Kim Chunchu berkata bahwa dia bagaimanapun akan siap menjalankan peran yang harus dia emban dan mendukung rencana putri.

Kubu Mishil syok karena kedatangan deokman, mereka ingin Mishil membunuhnya saja. Tapi Mishil menolak dia punya pertimbangan lain.

Deokman dalam tahanan kamarnya memikirnkan suatu cara. Akhirnya dia menyurati bangsawan Jujin.
Jujin melalui anaknya Hwarang Phildan menerima surat dari Deokman. Deokman berkata bahwa pilihan dia sekrang seperti memasukkan tangan ke lebih dalam lagi mulut harimau hingga mencapai tenggorokannya. Deokam berkata bahwa mishil merencanakan perlawanan dan akan mengambil tentara bangsawan jujin diba wah komandonya dan kemudian bisa jadi mengabaikan Jujin. Deokman menyatakan bahwa pilihan ada di tangan Jujin apakah memberikan pasukannya kepada Mishil atau membantu putri.

Hojae memimpin pertemuan dengan hwarang sorabol (dari 10 hwarang sorabol hanya tinggal 6, minus bojong, daenambo, sekbum dan tentunya alcheon yang sedang ditahan). Mereka mulai ragu terhadap Mishil dan bersimpati kepada Deokman. Mereka memutuskan untuk memberikan petisi kepada Yang Mulia Raja agar mengabulkan permintaan putri Deokman untuk mengadakan sidang terbuka.


Ke 6 hwarang tersebut (Phildan, ImJong, Bakui, Seol Yeon, Wang Yun, dan Deok Chung) berlutut didepan istana raja dan menyampaikan tuntutannya. Dalam keadaan sakit raja keluar. Tapi ketika raja akan berbicara dengan para hwarang seolwon menotok leher raja dan pingsan. Seolwon menyalahkan para hwarang karena mengganggu raja yang tengah sakit. Mishil datang dan berkata kepada para hwarang.
"Sidang terbuka akan segera dilaksanakan."
Mishil menemui Seolwon, dia meminta supaya Seolwon mengadakan persiapan untuk sidang terbuka. Seolwon harus mengadakan komunikasi dengan para bangsawan dan para hwarang.

Malam hari Kim Chun Chu datang menemui Bangsawan Jujin dan memintanya bergabung. Tiba-tiba mishil dan Seolwon juga mendatangi kediaman Jujin. Jujin berkata bahwa putri sekarang ibaratnya sedang memasukkan tangannya lebih dalam lagi ke mulut harimau. Mishil berkata bahwa dia akan mencabik-cabik tangan itu. Dari perkataan Jujin , Mishil tau bahwa deokman telah munghubungi Jujin. Karena hanya Deokman yang dia beritahu cerita harimau Raja Jinheung. Mishil meminta seolwon terus mengamati Jujin.

Yushin dan Bidam datang menemui Hojae dan 6 hwarang. Yushin memita meraka tidak memberi dukungan kepada Mishil.
Yushin masih cemas walau hwarang tidak mendukung Mishil tapi belum tentu mereka mau menolong Deokman. Yushin merasa Geukson Munno lah yang bisa mengubah mereka. Bidam tersentak hatinya. Yushin bertanya keberadaan Munno. Yushin yakin jika Munno berpihak pada mereka tentu hwarang lain pun ikut berpihak. Bidam berkata bahwa dia tidak bisa menemukan Munno.
"Tidak ada cara lain", ujar Yushin. Yushin ingin Bidam menemukan Munno jika tidak Bidam harus bertanggung jawab jika nyawa putri terancam. Bidam balik menyalahkan bahwa Yushin orang yang pertama mempertaruhkan nyawa putri.
"Aku punya cara", kata Bidam.


Bidam berziarah ke makam Munno. Dengan sedih dia menata batu di makam gurunya. Dia berkata bahwa gurunya punya julukan yang melegenda.
"Guru tidak akan mati. (namanya akan tetap hidup). Guru harus tetap hidup selamanya", ujar Bidam ke makam Munno.

Kubu deokman tengah bersiap-siap, Kim Yu SHin berkata pada wolya bahwa pasukannya harus bisa menahan pasukan Sejong dan Misaeng di luar istana. Kim Yu shin juga menyiapkan panah2 dengan pesan khusus.

Santak mengirimkan pesan pada para bangsawan bahwa sidang terbuka akan berlangsung besok pagi.dipersia
Mishil memerintahkan Seolwon untuk mengawasi pergerakan bangsawan Jujin. Seolwon berkata bahwa ia sudah menugaskan SeokPun untuk tugas ini.

Malam itu deokman menetapkan hati dan berdoa untuk menghadapi sidang esok hari. Dia menggenggam erat sisir peninggalan kakaknya.

Pagi hari kedua kubu sibuk. Tempat persidangan disiapkan.
Mishil bertanya tentang hwarang. Chilsook berkata bahwa Hwarang mereka kerahkan untuk menjaga istana Yang Mulia.

Misaeng dan Sejong sudah berada di tempat. Kim Seoh Yoen. Para nangdo yang ditangkap masuk ke ruang sidang. Kim Seoh Yeon, Kim Yong Chu dan Alcheon masuk ke ruang sidang.

Seolwon dan Bojong memeriksa kehadiran bangsawan. Seolwon juga memaksa para bangsawan menyerahkan pasukan-pasukannya di bawah komando Mishil. Bojong menghabisi bangsawan yang tidak mengikuti perintah.

Deokman masuk dengan percaya diri. dan duduk di depan alcheon dkk.
Chilsook membawa Mishil menuju ruang sidang terbuka.


Seokpum mengikuti pergerakan Jujin, dan dia curiga. ketika dia bermaksud menyerang Jujin. Pasukan Wolya membantunya.
Jujin lolos dia menuju ke suatu tempat. Banyak bangsawan dan pasukan2nya berkumpul disana mendukung Kim Chun Chu. Kim Chun Chu memerintahkan semua bangsawan tunduk kepadanya dan bersama-sama menyelamatkan Raja dan membersihkan negara dari para pengkhianat.

Seokpum melapor bahwa dia gagal menahan Jujin. Kubu mishil gusar. Ratu Maya berteriak protes mengapa sidang terbuka tidak dihadiri banyak kalangan.

Bojong dan Seolwon menghitung daftarhadir dan heran bahwa bangsawan yang hadir tidak lebih dari 50 orang dari 200 an yang diundang. Bojong lapor pada Mishil.
Mishil terlihat mulai geram. Deokman melihat perubahan raut wajah mishil. Dia hanya tersenyum menantang Mishil.

Para Hwarang menerima pesan lewat panah bunyinya mereka harus mengikuti kata hati. Mereka yakin itu pesan dari Panglima Munno. Kemudian muncullah sosok orang berkuda berpakaian Munno (pastinya ini Bidam), yang diikuti oleh Kim Yu Shin.
"Pung Wolju Kim Yushin telah berhasil membawa Munno!", hwarang etengah bersorak.
.Hwarang yakin membantu kubu deokman.

Mishil mendapat laporan bahwa istana raja dalam keadaan gawat. Tiba-tiba di udara terbanglah beberapa layang-layang besar yang menyebarkan selebaran. Selebaran2 itu berbunyi bahwa mereka telah menyelamatkan raja.
Deokman tersenyum puas ke arah Mishil. Mishil amat geram. Dia mengamil sebuah busur panah dan membidikkannya ke arah Deokman. Deokman dengan santai dan percaya berdiri menantang siap dibidik oleh Mishil.
Dalam hati Deokman berkata kepada Mishil "Panahlah, maka kau akan kalah!"
Mishil berkata dalam hati kepada Deokman "Kau menang Deokman"



 QSD ep. 46-47                                                            QSD ep. 49 

No comments:

Post a Comment

Silakan tulis komennya di sini ya...

Related Posts with Thumbnails