December 22, 2009

Queen Seon Deok episode 56: Antara Deokman, Yushin, Bidam.

Bidam berkata bahwa dia akan menyelamatkan Negeri Suci, Paduka dan rakyat.
Dan Ratu berkata bahwa orang yang bisa melaksanakan semua itu akan mendapatkan semua kekuasaan

Bidam berkata pada Seolwon bahwa beliau harus memenangkan perang demi menyelamatkan negara dan diri mereka.

Seolwon memohon pada ratu jika dia pulang membawa kemenangan dia ingin kekuasaannya dikembalikan lagi. Seolwon berkata dia ingin menjadi bagian dari mimpi penyatuan ke tiga kerajaan. (Karena terlibat perlawanan mishil dia dicopot dari jabatan). Selain itu Seolwon meminta Ratu menikahi Bidam.
Ratu khawatir akan hati dan cinta Bidam. Ratu mengambil contoh raja Jinheung yang dengan segala pencapaiannya hanya satu kelemahannya yaitu dengan manusia. Satu-satunya orang kerpercayaan Raja, Mishil, menghianati dia, dan Mishil dikelilingi orang-orang yang lebih mencintai Mishil dibanding Negari Suci

Sebelum pergi Seolwon menemui Yushin ditahanan membicarakan tentang rencana perang. Yushin meminta Seolwon berhati-hati karena kecepatan dan kemampuan pasukan lawan telah banyak kemajuan.

Misaeng dan Bojong khawatir akan kondisi Seolwon yang sudah tua dan sakit tidak layak berperang lagi. Bojong merasa Seolwon berbuat berlebihan untuk Bidam walaupun itu demi wasiat Mishil (Mishil ingin Seolwon menjadikan Bidam seorang Raja)

Seolwon pergi ke altar Mishil. Dia bercerita bahwa Bidam menyerupainya dalam hal yang selayaknya tidak perlu. Yaitu cinta. (sama-sama cinta mati.. duh) ,Seharusnya Dia meniru Mishil saja yang menganggap cinta itu selayaknya milik burung-burung saja. Seolwon merindukan Mishil.

Ratu mencari akal agar dia bisa kembali menarik Yushin kembali memimpin pasukan. Dia teringat saran Kim Chun Chu bahwa tidak mungkin memisahkan Yushin dari Gaya.

Seolwon memimpin pasukan Yushin, tetapi mereka diserang dan kewalahan. Mereka terpaksa mundur sebelum sempat menjalankan strategi mereka.
Deokman cemas, Bidam tertekan. Seolwon dan pasukannya Yushin pulang dengan kekalahan dan luka. Seolwon melapor bahwa Baekje sekarang mempunyai pasukan gerilya yang hebat.
Mereka juga mengabarkan pasukan Yushin panik dengan kecepatan pergerakan pasukan lawan yang tidak masuk akal, bagaikan hantu. Pasukan dihinggapi rasa takut menghadapi “pasukan hantu”.

Bidam prihatin mendampingi Seolwon yang terluka parah. Seolwon meminta maaf kepada Bidam. Dan Seolwon juga meminta Bidam menjalankan wasiat terakhir Mishil.
Seolwon menasehati Bidam bahwa jangan menggantungkan tujuan hidupnya kepada seseorang. Menggantungkan mimpi kepada orang itu berbahaya. Bidam harus mempertahankan ambisi yang lebih besar dan bahkan mimpi yang lebih besar lagi. Dia nanti akan selalu menjadi orang kedua.
Seolwon pun akhirnya meninggal dunia.

Ratu dan Chunchu bergerak diam-diam dan melakukan perundingan rahasia dengan pemimpin Bo Kya Hoe, Wolya. Ratu berjanji bahwa dia akan menghilangkan diskriminasi bagi rakyat Gaya termasuk dari segi administrasi. Ratu berjanji dia bisa memusnahkan data registrasi rakyat Gaya sehingga tidak mungkin raja setelahnya bisa bertindak diskriminatif lagi. Namun raja mengajukan syarat bahwa mereka tidak boleh mendukung Kim Yu Shin menjadi raja tetapi harus mendukung Kim Chunchu sebagai pewaris tahta. Selain itu mereka diharuskan menyerahkan list anggota Bok ya hoe. Ratu meminta Wolya datang lagi berunding dengan keputusan yang benar.

Deokman diam-diam mengutus Jukbang untuk mengikuti Wolya sampai ke tempat persembunyian Bok ya hoe.

Bidam marah karena pejabat-pejabat sudah mulai berpikiran bahwa Negara harus mengirim Yushin kembali memimpin pasukan.
Yushin bersikukuh bertemu Bidam , Yushin dengan serius terus memikirkan strategi pertempuran dan menggambar peta pertempuran walau di dalam tahanan. Yushin menjelaskan strateginya kepada Bidam. Bidam berpaling. Yushin menekan Bidam dan berkata Bidam boleh membunuhnya atau melucuti pasukannya hanya jika Bidam telah menyelamatkan Negeri Kudus mereka. Bidam merasa kembali dikalahkan oleh Yushin.

Bidam menemui ratu. Dan membicarakan strateginya (yang didapat dari Yushin) dan
Berkata Bangsawan Jujin yang akan melaksanakannya di medan perang. Bidam ingin ratu tenang bahwa dia akan menyelamatkan Negeri Suci apapun yang terjadi. Namun Deokman terkesan meragukan Bidam.

Malam harinya ratu dan Kim Chun Chu bergerak lagi secara rahasia. Wolya yang ditunggu tidak datang di perundingan berikutnya. Ratu dikawal alcheon nekad memasuki sarang Bok ya hoe untuk menekan terjadinya kesepakatan. Ratu membawa daftar nama orang-orang gaya dan membakarnya di depan mereka. Selanjutnya Ratu mempercayakan semuanya pada Kim Chun Chu.

Ternyata Bangsawan Jujin pun gagal melaksanakan rencana Bidam (strategi Yushin). Pasukan Shilla kembali dikalahkan. Pasukan Baekje dengan kekuatan besar memasuki wilayan Apryangju. Sorabol pun dalam bahaya. Para pejabat menyarankan ratu segera mengirimkan bantuan pasukan ke Apryang Ju

Akhirnya Pasukan Wolya,Bok Ya hoe, datang ke istana dan memberikan kesetiannya pada Kim Chun Chu dan Ratu. Bidam tidak menyangka ratu dan Kim Chun Chu bergerak diam-diam.
Ratu memanggil Yushin. Yang Mulia menugaskan kembali Yushin sebagai panglima pasukan perang. Yang Mulia meminta Yushin menjaga wilayah kerajaan dan menyelamatkan Negeri Suci mereka.

Bidam merasa jadi pecundang di antara Yushin dan Deokman.

QSD ep. 55                                                                    QSD ep.57

December 20, 2009

Queen Seon Deok Episode 55

Bojong melapor pada Ratu bahwa dia memergoki Yushin diperbatasan dan menangkapnya.. Para bangsawan dan pejabat heran atas berita ini. Ratu berkata bahwa Yushin berada diperbatasan atas perintah rahasianya.

Bidam berusaha mengorek keterangan dari Yushin tentang baekje. Yushin berkata bahwa ada mata mata musuh yang namanya diawali dengan kata/karakter “haek (hitam)” di benteng daeya yang akan membukakan gerbang untuk musuh.
Bidam berkata kepada Yushin bahwa Yushin sekali lagi telah berjasa kepada Negeri Suci kita.

Ayah Kim Yu shin , Kim Seoh Yeon menggantikan panglima Yushin memimpin pasukan ke benteng daeya. Tapi mereka kembali karena tidak berhasil menemukan fakta bahwa informasi mata-mata yang diberitakan Yushin benar. Mereka tidak menemukan satupun nama orang dengan nama awal “Haek” disana.

Bidam menemui ratu dan bertanya secara pribadi.
“Mengapa Paduka mempercayakan misi kepada seorang kriminal?” (sama sainganmu maksudnya ya hehe)
“Apa tidak boleh saya menggunakan orang yang sangat terpercaya agar dia dapat membayar kejahatannya?”, tukas Deokman.
“Tapi dia seorang kriminal? Apakah Paduka begitu mempercayai dia?”
“Apakah kamu yang tidak percaya padaku”, kata deokman.
“Jika saya cepat percaya kepada orang lain maka Paduka tidak menjadikan saya ketua Saryang Bu”.
“Apakah kamu begitu tidak mempercayai dia?”, sahut deokman.
Bidam hanya berkata dalam hati “Tahukah Paduka orang yang Anda percayai menemui Wolya?”
Bidam beranjak pergi dengan tidak senang (cemburu).

Para pejabat marah dan berkata bahwa Yushin adalah seorang penjahat yang melarikan diri dari pengasingan dan malah memberikan keterangan palsu. Apalagi kemudian Bidam melaporkan bahwa di perbatasan Yushin menemui Wolya.

Deokman bersitegang dengan Bidam karena menahan informasi ini darinya. Bidam beralasan karena khawatir informasinya akan bias seiring dengan informasi penting yang dibawa Yushin.

Berita tentang kejahatan Yushin menyebar cepat. Sebagian menginginkan Yushin dihukum mati.

Bidam yang putus asa menemui Deokman. Dia tahu bahwa suara-suara di luar yang minta yushin di hukum semakin besar.
“Paduka, jika memang paduka begitu mempercayai Yushin dan menginginkan Yushin hidup, biarlah saya yang menjaga Yushin.Perintahkan saja kepadaku aku akan dengan segenap kemampuan melindungi hidup Yushin, sesuai keinginan Paduka”
“Apakah nyawa Yushin begitu mahal?. Apakah untuk itu aku harus menikahimu? Bukankah hal ini yang kau inginkan?” , sindir Deokman.
Bidam terkejut , ”Memang benar Yang Mulia”-
“Tapi saya tidak berani lancang menjadikan cinta untuk bernegosiasi?.” Bidam tersinggung.
“Cinta? Sepertinya itu kata ya begitu hangat”, ujar deokman sinis.
(Deokman jangan terlalu keras dong sama Bidam kasian…)

Bidam menemui Yushin. Dia heran mengapa Yushin masih terus membual tentang benteng Daeya. (Benteng Daeya selama ini dikenal kuat dan tidak pernah berhasil dijebol musuh). Padahal orang-orang di luar sudah meminta kematiannya. Dan Deokman begitu dilema menghadapi ini.
Yushin meyakinkan Bidam bahwa ini bukan trik. Yushin meminta Bidam menggunakan kepandaiannya seperti Mishil untuk melihat situasi lebih jernih.

Bangsawan Seolwon bertemu ratu membicarakan masalah pribadi berkaitan dengan Bidam. (Oom Seolwon itu setia dan cinta banget ama Mishil, sepeninggalan Mishil dia masih juga mencintai anak-anak Mishil)

Akhirnya Bidam mempercayai Yushin. Dan mulai menyelidiki siapa mata-mata
iItu. Akhirnya bahwa Bidam menemukan nama mata-mata itu ternyata Geo mil (ternyata hitam/haek bukan nama/karakter awal tetapi bagian/radikal kanji dari karakter awal). Bidam memerintahkan Bojong secepatnya ke benteng daeya. Tapi terlambat, dari kejauhan Bojong melihat benteng Daeya telah terbakar..

Deokman memanggil Bidam secara pribadi. Bidam bertanya apa maksud ratu memanggilnya.
“Bangsawan Seolwon berkata bahwa aku telah mengaduk-aduk perasaanmu. Dan membuatmu merasa tidak aman. Apa kamu benar mencintaiku?” Deokman mulai melunak terhadap Bidam.
Bidam membenarkan (bidam berubah jadi seperti kucing malu-maluhe..he..)
“Saya lancang mencintaimu”
“Lalu kamu cinta Negeri Suci kita?”, tanya Deokman
Deokman berkata seandainya dia menikahi Bidam, hal itu tidak akan menyelamatkan Yushin. Tetapi karena Deokman membutuhkan Bidam karena cinta Bidam dianggap berguna untuknya. Deokman heran bukankah orang mengejar pernikahan kerajaan untuk memperoleh kekuasaan. Namun mengapa Bidam mengejar kekuasaan untuk memperoleh pernikahan.
“Kamu ke kanak-kanakan Bidam, kamu orang yang paling naïf se-Sorabol.”, ujar Deokman
Deokman melanjutkan, walau terlihat sangat menjemukan dia harus memberikan cintanya hanya untuk Negeri suci kita. Dan karena cinta itu berarti mencurahkan segalanya, maka tidak ada cinta lagi untuk seseorang.

“Yang mulia, jika Yang mulia hanya mencintai `negeri suci`, maka saya akan menjadi `negari suci’ itu. Karena bagiku Yang mulia sudah menjadi ‘negeri suci’ itu sendiri. Bagiku mencintai `Negeri Suci` mencintai Yang mulia tidak ada bedanya”, jawab Bidam terus terang.

Deokman dan Bidam mendapat laporan benteng Daeya telah jatuh. Dan ternyata ada dua orang mata-mata di pihak Shilla. Kim Seoh Yeon, ayah Kim Yushin yang memimpin pertahanan tidak bisa berbuat banyak.

Bidam memberi masukan kepada ratu untuk mengirimkan pasukan Yushin ke medan pertempuran. Dan karena Yushin seorang tahanan, Bidam menyarankan, Bangsawan Seolwon untuk bisa diijinkan lagi memimpin pasukan menggantikan Yushin.

Bidam menemui ratu dan membicarakan strategi dari Seolwon. Bidam memperhatikan bahwa Deokman kembali terserang symtom cemas, tangan deokman kembali bergetar.
Bidam mengatakan bahwa karena ratu mengingin pasangan yang bisa berguna, maka dia berusaha menjadi orang yang berguna bagi negara itu。Deokman menanggapi, “ Kalau begitu kamu benar-benar harus memenuhi kualifikasi”

QSD ep.54                                                       QSD ep. 56

December 19, 2009

Queen Seon Deok episode 54: Antara Deokman, Yushin, Bidam.

Episode 54 ini ada scene yang ditunggu-tunggu nih check it out

Deokman sebenernya lega yushin menyerahkan diri. Hal ini membuktikan kejujuran Yushin yang tidak punya maksud untuk kedudukan politik.

Alcheon menemui Yushin. Dia menghibur Yushin dan mengatakan bahwa Yang Mulia hanya sedang marah karena Yushin keras kepala.

Bidam kembali menginterogasi Yushin. Bidam berkata Yushin pasti tau tempat persembunyian Wolya dan minta Yushin memberitahukannya. Yushin tetap tutup mulut.
Deokman masuk ke tempat interogasi dan berbicara empat mata dengan Yushin. Yushin tetap tidak mau mengatakan markas Bo Kya Hoe.

Deokman marah. Dan merasa yushin yang keras kepala dan menyusahkan dirinya.

Akhirnya Deokman memutuskan untuk mengasingkan Panglima Kim Yu Shin. Para pengikut Yushin protes. Ibu Yushin dan pengikut Yushin (teman2 deokman semasa jadi nangdo) berlutut memohon keringanan untuk Yushin. Mereka berkata Paduka kejam dan terlalu berlebihan dan bahwa Kim Yushin tidak mungkin mengkhianati Yang Mulia.

“Jadi menurut kalian, Aku yang menghianati Yushin?”
“Dia lah yang berlebihan. Menurutmu apakah hanya aku yang mengetahui karakternya dan menganggap dia sebagai teman? Harusnya dia juga mengerti karakterku dan menganggapku sebagai teman.”
“Bisa –bisanya Dia tidak mau mengalah sedikitpun, dan tidak memberiku apa-apa”. Dan bagaimana dia bisa membuatku terpaksa mengambil keputusan sulit ini!”

Deokman pergi dan frustasi. Bidam datang berusaha menghibur.
“Paduka biarlah Yushin tetap di Sorabol. Paduka jadi terlalu menderita karenanya”.
Bidam kasian pada Deokman. (bukannya ini bermula gara2 siasat Bidam?)
Dia perlahan berusaha menyentuh bahu Deokman.
“Turunkan tanganmu!”, ujar deokman ketus.
Kamu sebaiknya membuat rencana reorganisasi pemerintahan setelah kepergian Yushin dan Bo kyahoe.

Alcheon memberi tahu Ratu bahwa Yushin akan pergi malam ini. Dan bertanya apa ratu mau menemui Yushin sebelum kepergiannya. Deokman tidak bergeming. Alcheon berusaha mengingatkan kenangan masa lalu saat mereka bersama Yushin di medan pertempuran. Namun deokman tidak mau mendengar dan meyuruh Alcheon berhenti bicara.

Jukbang juga datang berusaha menghibur . Dan berkata seandainya masih ada Sohwa mungkin Deokman tidak semenderita sekarang. Deokman berkata tidak apa-apa asal Jukbang jangan meninggalkannya. Jukbang bertanya kenapa Ratu tidak menikahi Tuan Kim Yu shin. Adalah wajar bagi keturunan raja dan jingol untuk menikah sampai 3-4 kali pun.

Misaeng mulai menyindir untuk berpikir untuk menawarkan proposal pernikahan kepada ratu. Bidam salah tingkah.

Setalah Yushin pergi, Deokman pun berusaha menjauhkan Bidam darinya dan mengurangi wewenangnya.
Bidam protes dan bertanya mengapa Ratu bersikap begitu padanya. Bidam bertanya “Apa karena Yushin tidak ada di dekatnya maka saya juga tidak harus ada di dekat Paduka”.
“Tidakkah kamu mempercayai saya? dan melihat hati dan kesetianku?”
“Ya , saya melihat ada keinginan dan cintamu padaku?. Bukankah kamu ingin mendapatkan kekuatan dan kekuasaan lewat diri saya?,” sangka Deokman.
“Saya iri pada Mishil karena dia bukan raja. Dia bisa mencintai dan menikahi seseorang dan dengan begitu dia memperkuat posisinya. Tapi jika saya mencintai dan menikahi seseorang, hal itu hanya akan menanam benih konflik.”

“Menurutmu tidakkah saya tersentuh jika ada seseorang menyentuh saya? Tidakkah saya membutuhkan seseorang untuk bersandar?”

Bidam meraih Deokman dan memeluknya. Tapi tak lama deokman mendorongnya.
“Saya tidak bisa! Saya bukan lagi seorang wanita saya hanya seorang Paduka.
Ayahku raja Jinpyeong, dan kakakku Putri Cheon Myeong adalah orang2 yang kehilangan kehidupan pribadinya.
Dan juga raja raja terdahulu telah meletakkan amanat padaku untuk mempertahankan dan memperkuat `Negara yang Kudus` juga untuk menyatukan ketiga kerajaan, Jadi sebelum semuanya tercapai, saya bukanlah seorang wanita.”
“Jadi Bidam, jangan berusaha memilikiku!”
“Tapi cinta adalah memiliki…”, bela Bidam.
“Selama saya adalah penguasa tidak ada yang bisa memilikiku”, tegas Deokman.

Bidam pergi dengan kecewa.
(Bidam patah hati ditolak nih…tapi kasian juga ya DM jadi ratu ga enak).

Anak buah Bidam mengikuti Yushin. Mereka curiga terhadap ratu. Ternyata ratu memberi perintah rahasia lain pada pada Yushin. Ratu memberi titah pada Yushin untuk menyelidiki perbatasan baekji dan menjadi mata-mata bagi `Negara Kudus`.

Posisi Bidam sekarang tidak lagi langsung dibawah Ratu. Tetapi dia harus melapor ke Kim Chun Chu (pangeran anak dari putri chen myeong). Tidak seperti Yushin yang tidak suka politik, Chunchu cukup cerdik untuk membaca gerak-gerik dan memojokkan Bidam. Bidam sekarang hanya diberi wewenang memburu bo kya hoe dan menyelidiki perbatasan.

Bidam tahu bahwa Yushin tidak ada di tempat pengasingannya dan menebak bahwa Wolya pasti akan mencari Yushin ke tempat pengasingannya.


Yushin menjadi mata-mata tetapi akhirnya ketahuan dan terpaksa kabur. Untungnya pasukan Wolya tak disangka-sangka sudah siaga membantu Yushin. Godo dkk diminta Yushin melapor ke istana bahwa ada mata-mata baekje di pasukan kita.
Yushin bersitegang dengan Wolya.
Bojong mengikuti Yushin dan bermaksud menangkapnya.

QSD ep. 53    QSD ep. 55

December 18, 2009

Queen Seon Deok episode 53: Antara Deokman, Yushin, Bidam.

Kim Yu Shin terkejut mengetahui Wolya mengoperasikan kembali Bo Gya Hoe.
Dia juga tidak menyangka Bidam langsung meminta Ratu memberi ijin penahanan dirinya. (Bidam yang sekarang spertinya ga segan segan menyingkirkan Yushin saingannya)

(Note* : yushin yang sekarang walau lebih gagah masih sama seperti dulu..polos terlalu baik. Bidam yang sekarang beda…ga slengehan lagi tapi formal dan dingin/kejem..jadi seperti Mishil
Deokman yang sekarang juga beda Dia jadi kaku, dingin dan tegas/ketus ga pernah senyum lagi. Tapi menurutku Bidam ama Wolya tambah keren aja nih… ehm..ehm)



Deokman walau marah ,masih ragu atas permintaan Bidam.
Tiba-tiba anak buat Bidam datang melapor bahwa Wolya melarikan diri dari tahanan Saryang Bu, dan bahwa di saryang bu juga sudah disisipi penghianat.

Yushin shok. Doekman menyetujui permintaan penahanan Yushin.

Sebelumnya Yushin dan Bidam bagaikan sayap-sayap deokman. Sekarang sayap yang kiri terlihat ingin mematahkan sayap kanan.

Bidam dengan cerdik bisa menebak pikiran Wolya. Dan Bidam tau bahwa apa yang dipikiran Wolya bisa menyusahkan Yushin dan sebaliknya menguntungkannya.

Ratu menemui Kim Yu Shin di ruang interogasi. Ratu akan memberikan Kim Yu Shin pasukan untuk membunuh Wolya. Yushin dengan sopan menolak. Dia menasehati Deokman bahwa dia tetap harus merangkul Gaya dan memberi waktu orang orang gaya yang tertindas puluhan taun untuk menerima Deokman sebagai Ratu. Jika deokman membunuh Wolya maka akan tetap muncul pemberontak lainnya. Sehingga usaha deokman selama ini untuk merangkul gaya menjadi sia-sia.


“Kamu hanya memikirkan orang-orang Gaya”
“Bagaimana dengan kebahagianmu sendiri….Dan bagaimana juga dengan aku”, ujar Deokman putus asa.

Yushin berusaha mengalihkan pembicaraan
“Yang Mulia, saya bersalah tidak bisa mengatur bawahan saya. Saya bersedia menerima sanksi dan hukuman apapun”
“Tetapi walau dengan bagaimana pun Yang Mulia menyingkirkan saya. Yang Mulia tetap harus merangkul orang-orang Gaya”.

(Yushin, kasihan deokman tuh..pengen diperhatiin juga)


Diruangannya Deokman begitu kecewa kecewa terhadap Kim Yu shin.
Bidam datang melaporkan situasi terakhir.
Bidam, “Apakah Paduka telah bertemu dengan Kim Yu Shin?”
“Bidam, Yushin tidak bersalah dia tidak terlibat”
Deokman tak sengaja berkeluh kesah bahwa dia tidak bisa mengerti mengapa Yushin tidak mengerti bahwa hal ini berat baginya. ”Yushin, telah melukai perasaanku”
Dan Bidam pun cemburu.

(Bidam kalau cemburu langsung jadi licik). Bidam memancing Wolya dan membiarkan Yushin dibawa kabur oleh Bo Kya Hoe.
Yushin marah pada Wolya. dia tau dia ini pasti menyakiti Deokman. Wolya menginginkan Yushin menjadi raja berikutnya.
Yushin ingin kembali. Tapi Wolya mengatakan Yushin sangat naïf. Yushin telah lari bersama Bo Kya Hoe. Mereka pasti sudah menganggap Yushin penghianat.

Bidam menemui Deokman
“Paduka, saya menyesal atas apa yang terjadi terhadap Yushin, tapi…”
”Maksudmu aku harus menganggap Yushin musuh Negara kita?”, Doekman memotong dengan ketus.
“Paduka pernah bercerita kepadaku bahwa untuk menjadi Raja yang baik harus tegas terhadap orang-orang terdekat.”
“Masyarakat tahu bahwa Yushin orang terdekat Paduka”

Deokman teringat saat berbincang santai bersama Bidam di hari menjelang penobatannya. Bahwa untuk menjadi raja yang baik seorang raja harus tegas terhadap orang-orang sekelilingnya tetapi sayang terhadap rakyatnya. Raja yang sayang terhadap orang-orang sekelilingnya tetapi keras terhadap rakyatnya adalah seorang tiran. Sedangkan raja yang lemah terhadap rakyat dan orang-orang sekitarnya adalah raja yang tak punya kemampuan.
“Apakah Putri bermaksud berkata bahwa saya harus siap diperlakukan secara tegas?” Bidam tersenyum menebak.
Deokman mengangguk sambil tersenyum.
“Saya akan berusaha sebaik-baiknya, Paduka”

Deokman kembali berbicara dengan Bidam. Menurut Bidam jika Ratu bertindak tegas maka hal ini baik untuk tugas besar Ratu.
“Memang ini baik untuk tugas besar kita. Namun ini juga baik untuk tujuan pribadimu bukan?”, Deokman memojokkan Bidam.

Deokman semalaman memikirkan apa yang harus dilakukannya terhadap Yushin.

Keesokan harinya saat Ratu akan memutuskan dalam kabinet, Yushin tiba-tiba datang . menyerahkan diri. Yushin meminta hukuman dan ingin bertemu Ratu.

“Cepat tahan dan tangkap kriminal Yushin”, seru Deokman tegas.
Deokman membalikkan badan dan pergi. Dalam hati dia berkata “Yushin, terimakasih!”

QSD ep. 52                                                            QSD ep. 54

December 17, 2009

Queen Seon Duk episode 52 (updated): Antara Deokman, Yushin, Bidam.

(ku update lebih lengkap..smoga puas...)

Semua berlutut memberi penghormatan kepada ratu,
Yushin berjanji dalam hati, ”saya tanpa ragu akan memberikan semua yang ada padaku untuk paduka”
Bidam berjanji dalam hati, “saya tanpa ragu akan mendapatkan semuanya dari paduka“

Ratu mengadakan rapat kabinetnya yang pertama. Kim Yong Chun dipromosikan sebagai Sangdaedeung (perdana mentri). Kim Seoh Youn menjadi mentri pertahanan.

Ratu seondeok berbicara berdua dgn Kim Yu Shin. Yushin memberi saran agar ratu bisa merangkul rakyat dan menjadikan rakyat sebagai subjek. Yushin berkata bahwa bangsa gaya sudah menderita sekian lama karena diskriminasi. Dan berharap ratu dapat merangkul mereka bangsa gaya juga. Ratu menghargai jasa Wolya dan Bo Gya Hoe dalam membantunya meraih tahta. Namun menginginkan agar selanjutnya Bo Gya Hoe dinonaktifkan, karena nama Bo Gya Hoe itu berarti Pemberontak. Ratu juga was-was terhadap tujuan Wolya. Yushin berkata Yang Mulia tidak perlu khawatir bahwa semuga gerakan gaya akan dimasukkan ke dalam tentaranya dan dia akan meyakinkan Wolya untuk mempunyai tujuan yang sama.



Ratu memanggil Bidam dan menugaskan Bidam untuk menjadi "Pedang"nya, pedang untuk membabat korupsi dan penyalahgunaan wewenang. Bidam ditugaskan dibagian Audit/Inspektorat Jendral Kerajaan, Saryang Bu (mirip KPK+BPK kita ), Reformasi ini harus dilakukan dari atas ke bawah. Selain itu Bidam berperan untuk mengumpulkan informasi di dalam atau dari luar (plus inteligen). Ratu berpesan bahwa peran Bidam itu sangat penting. (lengkap lah diborong)

Bidam ingat bahwa dulu Guru Munno pernah menjulukinya sebagai pedang tajam tanpa pegangan. Munno berharap seseorang bisa menjadi pegangan bagi pedang liar Bidam. Jika tidak ada yang bisa Munno akan mematahkan pedang itu dengan tangannya.
Bidam sadar bahwa sekarang Deokman lah yang bisa mengendalikan pedang liarnya itu. Dan Bidam senang bisa menjadi pedang bagi deokman.

Bidam bertanya,
“jika saya harus menginspeksi pihak lain lalu siapa yang akan mengawasiku.?
“Saya yang langsung akan mengawasimu”, kata Deokman tersenyum.


Beberapa waktu telah berlalu…,(tokoh prianya sudah berkumis dan berjenggot).

Hojae menjadi Bangsawan menangani hasil panen para petani. 
Yushin datang dengan kemenangan dari medan perang, rakyat mengelu elukannya. Yushinmenjadi panglima perang yang terkenal.



Saryang Bu telah menahan Seolji (anak buan Wolya). Yushin sempat menanyakan Seolji.
Saryang Bu (Inspektorat Jendral Kerajaan) menjadi Badan yang disegani. Bahkan berani memanggil anggota dewan istana sekelas Bangsawan Seulbu. Bidam menanyai Bangsawan dengan sopan tapi tegas, dengan halus  dan dingindia juga memperingatkan Bangsawan agar tidak macam-macam dengan laporan keuangan, memenuhi kesejahteraan pasukan dengan benar atau bisa dituduh menggelapkan uang.
Bojong aktif menyelidiki para bangsawan, Santak mantan anak buah Sekbum bekerja sebagai kepala pasukan dari saryangbu (seperti polisi bagian inspeksi). Seolwon tambah tua tapi dia tetap pendukung dan narasumber utama Bidam. Yeomjong menangani bagian inteligen di dalam dan di luar.
Bidam menjadi tambah dingin dan menakutkan.(lebih nakutin dibanding mishil).

YeomJong memanas-manasi Bidam bahwa orang-orang mengelu-elukan pasukan Yushin . Bidam kesal dan mengoreksinya bahwa itu bukan pasukan Yushin tapi pasukan Paduka. Bidam yang sekarang tak mau kalah bersaing dari Kim Yu Shin.

Hajong menangisi nasibnya, Bidam dan Bojong lebih muda darinya tetapi karir mereka lebih sukses. Yushin jadi panglima.
Ayahnya,Sejong telah meninggal. Pamannya Misaeng pun mendapatkan kembali jabatannya semula sebagai kepala ritual keagamaan. Misaeng berkata saya harus survive karena saya punya banyak keturunan (diceritakan punya 100 anak)

Yushin jadi panglima perang yang sukses. Pasukan Yushin mantan nangdo resimen kembang naga jadi hebat Godo jadi komandan pasukan.


Bidam melaporkan hasil kerjanya kepada Ratu. Bidam menanyakan apakah kecurigaannya pada  "sesuatu" akan dilanjutkan karena Bidam belum mendapat bukti. Deokman minta Bidam meneruskan penyelidikan.
"apakah kamu mencurigai Yushin?", desak Ratu.
"Saya harus mencurigai semua orang dan saya sendiri kecuali Paduka yang Mulia. Bukankah karena ini tugas saya harus mencurigai orang?", Bidam menjawab diplomatis.


Bidam mulai bergerak menahan beberapa bawahan Yushin yang dicurigai secara sekaligus untuk mencegah mereka saling berhubungan. Orang-orang Yushin mulai cemas dan bertanya-tanya. Bidam percaya diri karena ratu merestuinya.
Yushin bertanya secara pribadi pada Bidam ada salah apa dengan Seolji?. Bidam menjawab diplomatis bahwa dia hanya Kepala Inspektorat Kerajaan yang bertugas dan hanya bisa memberi keterangan dan laporan kepada Ratu.Yushin berkata dia malu pada posisinya bertanya pribadi seperti ini.
"Kami hanya melakukan investigasi, jika mereka tidak bersalah tentu segera dilepas lagi", jawab Bidam diplomatis. Bidam tidak suka pada Yushin.

(ini seperti perang buaya vs buaya lebih seru dari cicak vs buaya kita hehe)

Yushin menemui Alcheon. Alcheon sekarang menjadi kepala pengawal ratu atau istana.  Dia pura-pura mengeluh bahwa dia tidak bisa ikut berperang.

Bidam sangat cerdik dan disegani (atau licik dan menakutkan) dia tidak perlu menggunakan cara kekerasan dan penyiksaan untuk membongkar suatu kasus . Bidam menggunakan rasa takut mereka, menjebak mereka dan memancing dengan kode rahasia gaya (kerja inteligen). Bidam  mengenal kode rahasia Gaya, dia dahulu sering menggunakan kode yang sama dengan gurunya.

Ratu menemui Kim yu shin dan memuji kehebatan Yushin. Mereka membicarakan Go Do yang menjadi lebih hebat. Juga wolya dan anak buahnya. Yushin ingin suatu saat Wolya bisa memimpin pasukan perang sendiri.
Doekman heran mengapa Yushin begitu mempercayai mereka.

Yushin berkata ,” Saya mempercayakan hidupku pada mereka dalam peperangan, tentu saya harus mempercayai mereka”

Orang-orang bertanya-tanya apa yang terjadi. semua seperti menakutkan dan misterius. Orang-orang dari berbagai departemen telah dibawa ke kantor Saryangbu (Inspektorat Jendral Kerajaan).
Kim Seoh Yun khawatir Bidam bukannya mengawasi mantan orang-orang Mishil, tetapi malah mereka semua menjadi pendukung Bidam


Bidam menyimpulkan Bo Gya Hoe beroperasi kembali, dia ingin menemui ratu. Yeom Jong ditugasi untuk menahan Wolya. Wolya protes. Yushin datang, tapi dia tidak bisa menolong apa-apa.  karena itu organisasi yang langsung diberitugas oleh Ratu.
Imjong, Go do dan anak buahnya mencegat Yeom Jong membawa Wolya. Mereka bersiap adu kekuatan fisik. Yushin menahan anak buahnya.


Yushin bersitegang dengan Bidam karena menahan pasukannya yang baru pulang dari peperangan bisa menurunkan spirit pasukan. Bidam membantah bahwa itu bukan pasukan Yushin tapi pasukan Yang Mulia  Ratu dan membela diri bahwa dia bertindak atas restu Ratu.

Kim Yushin menemui Ratu

“Lupakan Gaya…Tinggalkan Gaya!”, kata Deokman.
Kim Yu shin berlutut memohon kepada ratu untuk berbaik hati kepada rakyat Gaya.

“Rakyat Gaya?!!...Mereka Rakyatku..!” Kali ini ratu begitu marah kepada Kim Yu Shin.
Deokman merasa dia sudah menolong rakyat gaya tetapi mereka masih tetap memberontak.

Sambil marah dia berteriak memanggil Bidam.
“Bidam...”

“Ada perlu apa ratu memanggilku?”
“Bagaimana investigasinya?”, tanya Ratu

Bidam membenarkan Bo gya hoe telah beroperasi kembali dan membentuk sel sel baru.

Bidam melirik kepada Kim yu shin yang sedang berlutut dan meminta ijin ratu dia perlu menginvestigasi yushin karena Yushin atasan Wolya.

QSD ep. 51                                                            QSD ep.53
Free Translation
Related Posts with Thumbnails