Free Translation

December 17, 2009

Queen Seon Duk episode 52 (updated): Antara Deokman, Yushin, Bidam.

(ku update lebih lengkap..smoga puas...)

Semua berlutut memberi penghormatan kepada ratu,
Yushin berjanji dalam hati, ”saya tanpa ragu akan memberikan semua yang ada padaku untuk paduka”
Bidam berjanji dalam hati, “saya tanpa ragu akan mendapatkan semuanya dari paduka“

Ratu mengadakan rapat kabinetnya yang pertama. Kim Yong Chun dipromosikan sebagai Sangdaedeung (perdana mentri). Kim Seoh Youn menjadi mentri pertahanan.

Ratu seondeok berbicara berdua dgn Kim Yu Shin. Yushin memberi saran agar ratu bisa merangkul rakyat dan menjadikan rakyat sebagai subjek. Yushin berkata bahwa bangsa gaya sudah menderita sekian lama karena diskriminasi. Dan berharap ratu dapat merangkul mereka bangsa gaya juga. Ratu menghargai jasa Wolya dan Bo Gya Hoe dalam membantunya meraih tahta. Namun menginginkan agar selanjutnya Bo Gya Hoe dinonaktifkan, karena nama Bo Gya Hoe itu berarti Pemberontak. Ratu juga was-was terhadap tujuan Wolya. Yushin berkata Yang Mulia tidak perlu khawatir bahwa semuga gerakan gaya akan dimasukkan ke dalam tentaranya dan dia akan meyakinkan Wolya untuk mempunyai tujuan yang sama.



Ratu memanggil Bidam dan menugaskan Bidam untuk menjadi "Pedang"nya, pedang untuk membabat korupsi dan penyalahgunaan wewenang. Bidam ditugaskan dibagian Audit/Inspektorat Jendral Kerajaan, Saryang Bu (mirip KPK+BPK kita ), Reformasi ini harus dilakukan dari atas ke bawah. Selain itu Bidam berperan untuk mengumpulkan informasi di dalam atau dari luar (plus inteligen). Ratu berpesan bahwa peran Bidam itu sangat penting. (lengkap lah diborong)

Bidam ingat bahwa dulu Guru Munno pernah menjulukinya sebagai pedang tajam tanpa pegangan. Munno berharap seseorang bisa menjadi pegangan bagi pedang liar Bidam. Jika tidak ada yang bisa Munno akan mematahkan pedang itu dengan tangannya.
Bidam sadar bahwa sekarang Deokman lah yang bisa mengendalikan pedang liarnya itu. Dan Bidam senang bisa menjadi pedang bagi deokman.

Bidam bertanya,
“jika saya harus menginspeksi pihak lain lalu siapa yang akan mengawasiku.?
“Saya yang langsung akan mengawasimu”, kata Deokman tersenyum.


Beberapa waktu telah berlalu…,(tokoh prianya sudah berkumis dan berjenggot).

Hojae menjadi Bangsawan menangani hasil panen para petani. 
Yushin datang dengan kemenangan dari medan perang, rakyat mengelu elukannya. Yushinmenjadi panglima perang yang terkenal.



Saryang Bu telah menahan Seolji (anak buan Wolya). Yushin sempat menanyakan Seolji.
Saryang Bu (Inspektorat Jendral Kerajaan) menjadi Badan yang disegani. Bahkan berani memanggil anggota dewan istana sekelas Bangsawan Seulbu. Bidam menanyai Bangsawan dengan sopan tapi tegas, dengan halus  dan dingindia juga memperingatkan Bangsawan agar tidak macam-macam dengan laporan keuangan, memenuhi kesejahteraan pasukan dengan benar atau bisa dituduh menggelapkan uang.
Bojong aktif menyelidiki para bangsawan, Santak mantan anak buah Sekbum bekerja sebagai kepala pasukan dari saryangbu (seperti polisi bagian inspeksi). Seolwon tambah tua tapi dia tetap pendukung dan narasumber utama Bidam. Yeomjong menangani bagian inteligen di dalam dan di luar.
Bidam menjadi tambah dingin dan menakutkan.(lebih nakutin dibanding mishil).

YeomJong memanas-manasi Bidam bahwa orang-orang mengelu-elukan pasukan Yushin . Bidam kesal dan mengoreksinya bahwa itu bukan pasukan Yushin tapi pasukan Paduka. Bidam yang sekarang tak mau kalah bersaing dari Kim Yu Shin.

Hajong menangisi nasibnya, Bidam dan Bojong lebih muda darinya tetapi karir mereka lebih sukses. Yushin jadi panglima.
Ayahnya,Sejong telah meninggal. Pamannya Misaeng pun mendapatkan kembali jabatannya semula sebagai kepala ritual keagamaan. Misaeng berkata saya harus survive karena saya punya banyak keturunan (diceritakan punya 100 anak)

Yushin jadi panglima perang yang sukses. Pasukan Yushin mantan nangdo resimen kembang naga jadi hebat Godo jadi komandan pasukan.


Bidam melaporkan hasil kerjanya kepada Ratu. Bidam menanyakan apakah kecurigaannya pada  "sesuatu" akan dilanjutkan karena Bidam belum mendapat bukti. Deokman minta Bidam meneruskan penyelidikan.
"apakah kamu mencurigai Yushin?", desak Ratu.
"Saya harus mencurigai semua orang dan saya sendiri kecuali Paduka yang Mulia. Bukankah karena ini tugas saya harus mencurigai orang?", Bidam menjawab diplomatis.


Bidam mulai bergerak menahan beberapa bawahan Yushin yang dicurigai secara sekaligus untuk mencegah mereka saling berhubungan. Orang-orang Yushin mulai cemas dan bertanya-tanya. Bidam percaya diri karena ratu merestuinya.
Yushin bertanya secara pribadi pada Bidam ada salah apa dengan Seolji?. Bidam menjawab diplomatis bahwa dia hanya Kepala Inspektorat Kerajaan yang bertugas dan hanya bisa memberi keterangan dan laporan kepada Ratu.Yushin berkata dia malu pada posisinya bertanya pribadi seperti ini.
"Kami hanya melakukan investigasi, jika mereka tidak bersalah tentu segera dilepas lagi", jawab Bidam diplomatis. Bidam tidak suka pada Yushin.

(ini seperti perang buaya vs buaya lebih seru dari cicak vs buaya kita hehe)

Yushin menemui Alcheon. Alcheon sekarang menjadi kepala pengawal ratu atau istana.  Dia pura-pura mengeluh bahwa dia tidak bisa ikut berperang.

Bidam sangat cerdik dan disegani (atau licik dan menakutkan) dia tidak perlu menggunakan cara kekerasan dan penyiksaan untuk membongkar suatu kasus . Bidam menggunakan rasa takut mereka, menjebak mereka dan memancing dengan kode rahasia gaya (kerja inteligen). Bidam  mengenal kode rahasia Gaya, dia dahulu sering menggunakan kode yang sama dengan gurunya.

Ratu menemui Kim yu shin dan memuji kehebatan Yushin. Mereka membicarakan Go Do yang menjadi lebih hebat. Juga wolya dan anak buahnya. Yushin ingin suatu saat Wolya bisa memimpin pasukan perang sendiri.
Doekman heran mengapa Yushin begitu mempercayai mereka.

Yushin berkata ,” Saya mempercayakan hidupku pada mereka dalam peperangan, tentu saya harus mempercayai mereka”

Orang-orang bertanya-tanya apa yang terjadi. semua seperti menakutkan dan misterius. Orang-orang dari berbagai departemen telah dibawa ke kantor Saryangbu (Inspektorat Jendral Kerajaan).
Kim Seoh Yun khawatir Bidam bukannya mengawasi mantan orang-orang Mishil, tetapi malah mereka semua menjadi pendukung Bidam


Bidam menyimpulkan Bo Gya Hoe beroperasi kembali, dia ingin menemui ratu. Yeom Jong ditugasi untuk menahan Wolya. Wolya protes. Yushin datang, tapi dia tidak bisa menolong apa-apa.  karena itu organisasi yang langsung diberitugas oleh Ratu.
Imjong, Go do dan anak buahnya mencegat Yeom Jong membawa Wolya. Mereka bersiap adu kekuatan fisik. Yushin menahan anak buahnya.


Yushin bersitegang dengan Bidam karena menahan pasukannya yang baru pulang dari peperangan bisa menurunkan spirit pasukan. Bidam membantah bahwa itu bukan pasukan Yushin tapi pasukan Yang Mulia  Ratu dan membela diri bahwa dia bertindak atas restu Ratu.

Kim Yushin menemui Ratu

“Lupakan Gaya…Tinggalkan Gaya!”, kata Deokman.
Kim Yu shin berlutut memohon kepada ratu untuk berbaik hati kepada rakyat Gaya.

“Rakyat Gaya?!!...Mereka Rakyatku..!” Kali ini ratu begitu marah kepada Kim Yu Shin.
Deokman merasa dia sudah menolong rakyat gaya tetapi mereka masih tetap memberontak.

Sambil marah dia berteriak memanggil Bidam.
“Bidam...”

“Ada perlu apa ratu memanggilku?”
“Bagaimana investigasinya?”, tanya Ratu

Bidam membenarkan Bo gya hoe telah beroperasi kembali dan membentuk sel sel baru.

Bidam melirik kepada Kim yu shin yang sedang berlutut dan meminta ijin ratu dia perlu menginvestigasi yushin karena Yushin atasan Wolya.

QSD ep. 51                                                            QSD ep.53

No comments:

Post a Comment

Silakan tulis komennya di sini ya...

Related Posts with Thumbnails