March 6, 2010

Style : My dream

Coretan ini bukan sinopsis style, murni lintasan pikiranku seperti subtitle blogku. Bisa dibilang ini curhatku juga. Dari underestimate tentang drama Style karena menurutku drama ini serba tanggung. Juga karena subjektivitas aku yang tetep aja berpedoman bahwa drama itu lead actornya harus favorit (alias cakep hehe). Eh ternyata drama ini mengingatkan pada mimpiku dan diriku sendiri. Dari mulanya kupikir tentang fashion akhirnya lebih detail ke masalah majalah , tulis menulis juga tentang semangat.

Aku hobby nge-blog pastilah suka dunia tulis menulis. Nge-blog ini sepertimenemukan dunia untuk menyalurkan hobby asal nulisku ini. Nge-blog lebih asyik kita lebih bebas nulis apa yang kita mau apa yang kita. suka drama tulis drama, suka nulis diary tinggal bikin curhatan, suka chatting tinggal nyapa, suka comment tinggal tulis. Lebih asyik daripada coba bikin cerpen atau novel, lebih bebas dan ga terbebani.

Dulu waktu remaja..udah lama banget (aku udah tua ternyata), aku pernah mimpi ingin punya majalah. Nonton style jadi inget mimpi itu (kasuat-suat klo enNa setuju). Dengan nge-blog sebenernya serasa my dream come true. Aku seperti ngerasa punya"majalah" sendiri, aku pemiliknya (bareng ama suami yang ngemodalin), pemimpin redaksinya, editornya,  reporternya juga sirkulasinya, cuma blom ada aja staff bagian iklan hehe. Ngeliput sendiri, nulis sendiri, nerbitin sendiri..It`s perfect I think.

Liat cerita dedikasi Park Ki Ja dan Seo Jung untuk nulis artikel juga filosofi mereka di dunia tulis menulis, jadi inget suka duka waktu untuk posting sinopsis. Dari awalnya cuma sembunyi-sembunyi sampai sedikit demi sedikit berani nongol. Dan dengan berbekal semangat ingin nerbitin tulisan tiap hari, kadang harus banyak cari akal. Walau komputer dan internet kadang lambat atau ngadat, walau player rudak, walau ga punya dvd tapi ga boleh nyerah. Juga walau ada hambatan non teknis seperti ijin suamilah, ngasuh anaklah, sakit hati karena pernah di copas tanpa sumber lah, harus tetep tough.
Untungnya punya temen yang lebih "senior" di dunia blog juga temen-temen yang setia ngedukung dan rajin buka catatanku. Wuaaah berarti banget buatku untuk tetep semangat dan bangkit terus...

Sampai sekarang suamiku belum pernah bener-bener baca satu pun tulisan di blogku sampai tuntas tapi aku ga boleh kecil hati. Awalnya malah sempet dipandang sebelah mata, tapi begitu sweetheart tahu banyak yang mampir di blogku, dia mulai sedikit menghargai hobbyku. Seperti Seojung yangmasuk dunia editor juga ga mudah perlu bimbingan keras dari Ki Ja juga perlu Min Joon perlu Woo Jin buat tetep bangkit dan semangat. Aku juga harus gitu kalau hobi nulis ya harus tetep semangat pantang mundur! (hehe...)

Untuk sesuatu yang kita inginkan dan impikan, kita ga boleh nyerah dan juga ga perlu takut bermimpi. Walau sepertinya tidak tercapai seperti yang kita impikan, impian akan terwujud walau dengan bentuk lain yang mungkin lebih pas dan lebih indah...

Makasih banget buat dukungan semua yang udah kasih semangat dan juga baca tulisan-tulisanku, dan...special thx buat putri dan tirza. Sorry ya,ada tulisan yang lewat...abis ini Insya Allah sinopsis beneran hehe...

March 5, 2010

Style episode 8

Lee Soe Jung dan Seo Woo Jin bersiap-siap melakukan bungee jumping bersama-sama. Woo Jin memegang tangan Seo Jung
Woo Jin menghitung "1...2...3"
Mereka pun loncat bersamaan.
"Aaaaaaa". Seo Jung teriaknya paling kenceng...klo aku nyobain brani ga ya... hehe

Setelah selesai Soe Jung bercerita dulu dia awalnya bangga mewawancara langsung pemred Pak Ki Ja, tapi kali ini dia menyerah. Dia bercerita pas woo jin ttg rencana Ki Ja terhadap comeback top model Choi A Young.
Woo Jin bercerita bahwa bungee jumping dulu asalnya dari amerika selatan yang dipakai untuk ritual menantang menuju kedewasaan. Woo Jin  selama ini merasa selalu menyembunyikan asal usulnya. KiJa lah yang berani mengkrtiknya bahkan memojokkannya. Ini mungkin sama saja tantangan baginya agar lebih dewasa. Woo Jin merasa dirinya sudah lebih baik dan mempersilahkan Seo Jung mengikuti rencana Ki Ja.

Seo Jung pulang ke rumah dia makan bersama dengan Min Joon. Stelah itu dia membicarakan rencananya untuk meneruskan wawancaranya dengan Park Ki ja, karena dia tetap merasa bossnya orang yang layak untuk diwaancara. Dia sebenarnya takut juga dimarahi tapi dia tetap akan maju. Min Joon memuji Seo Jung yang semakin dewasa.
"Aku khan telah melalui ritual kedewasaan".

Pengacara ayah SEo Woo Jin telah memberitahukannya soal warisan dari ayahnya. Dia memnta SEo Woo Jin datang ke rapat luar biasa para pemegang saham dan mengambil jabatan komisaris juga direksi di Style.
Seo Woo Jin ragu karena merasa di belum berpengalaman dan kurang tertarik.

Presdir Son sedang menghitung-hitung kekuatannya dan  Woo Jin. Di Style adiknya itu kini memiliki saham lebih banyak darinya karena mendapat warisan dari ayahnya. Dia juga mengkhawatirkan seseorang lagi.

Ki Ja sedang menulis kolom pertamanya sebagai pimpinan redaksi majalah Style. Seo Jung datang membawakan kopi dan mengutarakan maksudnya dengan hati-hati bahwa ia akan ingin mewawancarai bossnya kembali. Seo Jung minta maaf pada Ki Ja.KI Ja menganggap Seo Jung menganggapnya terlalu mudah. Tapi akhirnya dia memberi kesempatan pada Seo Jung juga meminta dia menyiapkan materi untuk pemotretan Choi Ah Young


 
Ayah Seo Jung telah membuka outlet tailornya. Kap Joo dan Seo Jung datang ke pembukaannya.

Ki ja minta Seo Jung mengatur pertemuan dengan Top model Choi Ah Young di restoran Woo Jin, dia juga mengajak Seo Jung yang menyusun materinya. Sebelum bertemu dengna Choi , Ki Ja bertemu dengan Woo Jin. dia minta Woo jintidak masuk ke jajaran pimpinan Style karena dia hanya seorang koki. Choi datang dan melakukan pertemuan dengan Ki Ja. Dengan diplomasinya yang taktis Ki Ja berhasil membuat Choi setuju dengan rancangan mereka tanpa perlu melibatkan woo jin dalam pemotretan. Seo Jung terkesan dengan Ki Ja.
Min Joon bertemu dengan Woo jin mereka kembali terlibat dalam perseteruan. Min Joon pulang ke rumah dengan kesal. Se Jung di rumah tak sengaja membicarakan Woo Jin. Min Joon juga ikut kesal pada Seo Jung. Keesokan harinya Min Joon berusaha baik lagi pada Seo Jung, dia membawakan makanan pada SEo Jung yang sedang lembur. 
Ki Ja mengetahuinya. Mereka jug menawarkan makanan pada Ki Ja. Tapi Ki Ja terlalu gengsi (padahal dia laper juga kasian).

Untuk mempertahankan dukungan Park Ki Ja presdir Son mengajak ki Ja berjalan-jalan melihat bisnis groupnya. Dia merasa Seo Woo Jin juga mengincar jabatan pemimpin umum Style. Selama ini departemen store mereka menjadi penyandang dana bagi Style. Dia juga membelikan Ki Ja sebuah mobil sport baru.dia juga Ki Ja merasa tidak enak. 
Tapi Presdir bilang dia tidak bisa menyetir mobil sport lagi dan ingin Ki Ja membawanya ke rapat pemilihan direktur dengan mobil itu.

Seo Woo Jin berhasil menjadi direksi dan ketua dewan komisaris di group perusahaan ayahnya (aku ga gitu jelas di Style apa di group perusahaan). Ki Ja merasa khawatir. 
Ki Ja mendatangi Woo Jin ke tempat pembuatan garam milik Woo Jin. Dia tidak mau Woo Jin juga ikut campur dalam Style, karena takut style berantakan karenanya, karena Ki Ja merasa telah membangun Style dengan susah payah dari awal. Woo Jin sebenarnya tidak mau ribut lagi dan ingin menghindar dari adu mulut. Ki ja mengejarnya melalui pematang kolam yang kecil. Dia yang memakai sepatu hak tinggi jatuh terkilir. Woo Jin terpaksa mengobatinya dengan akupuntur dan berkata sebenarnya tubuhnya menjerti karena dipaksa terus memakai hak tinggi. Ki Ja masih gengsi jika harus diobati Ki Ja

Woo Jin mengajak Seo Jung makan malam. Dia meminta pendapat Seo Jung mengenai kemungkinan dirinya masuk jajaran pimpinan Style. Seo Jung berharap Woo Jin dapat memperlakukan Style sebaik dia memperlakukan makanannya. Dia mendukung Woo Jin untuk mempelajari hal-hal baru tentang majalah fashion. Woo Jin berkata bahwa Majalah Style adalah impian ibu dan ayahnya. Sehingga bagaimanapun dia harus terlibat.

Menjelang pemilihan pemimpin umum (atau pemimpin perusahaan ya?) di Style terlihat tegang. Para pendukung Woo Jin menggunakan baju putih-putih dan para pendukung Son menggunakan baju warna hitam termasuk Park Ki Ja. Di ruang ganti Seo Jung mengenali ada tas dan baju Reoun koleksi yang sudah jarang ditemukan. Dia penasaran apa itu produk yang asli atau imitasi.
Ternyata tas dan baju itu milik Nyonya seorang pemegang saham Style yang akan hadir di rapat pemilihan pimpinan style yang baru (tentu aja asli dong). Nyonya itu  biasanya tidak pernah datang ke RUPS hari itu dia tiba-tiba datang berpakaian putih mendukung Woo Jin. Son dan Ki Ja stres. mereka kalah suara.

Mantan pemimpin umum Style, Son meminta Ki Ja mengundang Woo Jin makan malam. Ki Ja mencari Woo Jin yang ternyata sedang pindah rumah (direktur baru dong sekarang punya rumah sendiri). Dia dengan sinis menyampaikan undangan Son kepada Woo Jin. Kakak tirinya Son, mengenalkan secara resmi pemimpin redaksi majalah Style Park Ki Ja. Kakak tirinya minta Woo Jin memperhatikan masukan dan saran Ki Ja dalam menjalankan kepemimpinannya di Style.

Setelah makan malam Ki Ja dan Woo Jin masih terlibat perang dingin. Walaupun begitu Woo Jin ingin Ki Ja mengantarkannya ke kantor Style untuk berjalan jalan. Dia menunjukkan kantor redaksi Style dan tempat para editor/redaktur bekerja. Sambil di kantor Ki Ja terus memojokkan Woo Jin bahwa apapun jabatan Woo Jin di Style tak akan berpengaruh baginya.
"Penggantian itu sama hal nya seperti mengganti warna cat kuku", kata Ki Ja meremehkan.
Woo Jin kesal terus dipojokkan dan diremehkan Par Ki Ja. Dia ingin menghentikan mulut Ki Ja yang bawel dia mencium Ki Ja. Woo Jin berkata dia hanya membalas apa yang pernah Ki Ja lakukan padanya dulu (Ki Ja juga pernah mencium Woo Jin karena ngomel terus). Woo Jin juga membalas bahwa pernah tidur bersama Ki Ja atau berciuman juga sudah tidak berarti apa-apa.


Min Joon juga ternyata belum pulang dari kantor. Dia melihat Woo Jin mencium Ki ja dan mendengarkan pembicaraan mereka. Min Joon cemburu dan patah hati.
Min Joon mendatangi rumah Ki Ja. Ki Ja tidak menyangka kedatangan Min Joo yang terlihat aneh. Min Joon juga serta merta ingin mencium Ki Ja, Ki ja sempat menghindar dan menamparnya. Min Joon kecewa dia berkata dia melihat Ki Ja dan Woo JIn tadi di kantor dan mendengar pembicaraan mereka. Min Joon menangis membicarakan cinta mereka dulu dengan Ki Ja. Ki Ja menyalahkan Min Joon bahwa hubungan mereka dulu tidak bisa dipertahankan dan dilanjutkan lagi karena Min Joon.

Min Joon pulang dengan perasaan remuk. Sampai di rumah dia langsung masuk kamar. Seo Jung yang melihatnya heran. Dia mengetuk kamar Min Joon dan memintanya makan malam. Min Joon sedang tiduran dan menyuruh Seo Jung masuk. Seo Jung kaget melihat Min Joon tengah menangis. Min Joon curhat bahwa dia dulu datang ke korea karena kesepian lalu pergi mencari sesuatu yang dia dambakan.
"Tapi kini yang aku dambakan telah hilang. Dan tak mungkin aku memilikinya lagi", kata Min Joon sambil menangis.
Seo Jung berusaha menenangkan Min Joon sambil memegang tangannya, Seo Jung juga menghapuskan air matanya. Min Joon ingin bersandar di bahu Seo Jung.



Park Ki Ja merasa bersalah pada Min Joon, lalu dia menuju rumah Min joon. Dia ke kamar Min Joon dan kaget karena Min Joon tengah berdekatan dengan Seo Jung di kamarnya.

< episode 7                                           episode 9 >

Yamato Nadeshiko Sichi Henge episode 2

buat yang nungguin sinopsis Yamato...

Kyohei merasa sudah "kenal" dengan Sunako, pagi-pagi dia mengetuk pintu dan langsung membuka pintu kamar Sunako. Sunako kaget karena cahaya terang langsung masuk kamarnya. Dia langsung menyundul keras kepala kyohei.
"Sebelum jadi lady, dia harus jadi cewe normal dulu", kyohei kesal karena kesakitan. Kyohei mengatainya "sunako jelek", Sunako langsung ngamuk.
Sunako akhirnya menyiapkan sarapan tapi dengan terus ngumpet dibalik jubah hitamnya. Masakannya enak, kyohei ketagihan.

Ibu kos dengan teleconference menanyakan kabar sunako apa sudah spt lady. Anak-anak kos yang ganteng2 itu mengiyakan. Mereka pengen kos gratis di rumah besar itu.

"Awas ya kalau kalian bohong, aku tarik lidah kalian", ancam ibu kos (hihi ibu kosnya lucu)
Kyohei membawa sunako ngumpet, biar ga kliatan ama ibu kos.
Ibu kos bilang dia akan tiba di jepang besok siang. Anak-anak panik...apalagi Kyohei, dia lagi ga punya uang bayar kos.

Diceritakan ada 4 cewe yang nge fans berat sama 4 cowo keren itu. Mereka suka mengamati rumah itu. Mendapati ada cewe yang tinggal di rumah itu mereka ga terima. dan menyusun rencana. mereka mencari jamur yang mereka percaya buat memantrai sunako.

Takenaga-kun punya ide lain, dia meminta sahabat cewenya untuk berteman dengan Sunako. Temennya ini baik sama Sunako tapi Sunako belum berubah. Dia tetap menganggap torso/ boneka manusia (alat peraga biologi yang isinya organ tubuh yang bisa dicopot-copot) sahabat baiknya. Dulu saat dia sedih karena dibilang jelek, dia nemuin boneka torso yang akan dibuang. Mereasa senasib, sejak itu sunako menganggapnya sahabat.
Kyohei dkk. berusaha memberi penjelasan tentang cara jadi wanita sejati (lady). Tapi sunako malah asyik nonton film horor. Oh ya Sunako suka takut kalau ketemu Kyohei dia menganggap kyohei itu "mahluk terang" (mencrang kali klo basa sunda saking cakepnya).

Ternyata ibu kos tak jadi datang, tapi dia mewakilkan kedatangannya kepada anak buahnya, Sebastian. Mreka lega. Namun sebastian juga diminta mengamati apa Sunako telah berhasil menjadi menjadi "lady". Mereka ber 4 menyembunyikan sunako dengan alasan sakit

Ke 4 cewe tadi memberikan jamur itu pada sunako. Mereka mengamati sampai Sunako memakan jamur itu. Akhirnya Sunako makan jamur itu (setelah beberapa kali ga jadi). Dan dia langsung berubah menjadi wanita yang sopan dan ramah seperti lady. Rupanya ke 4 ce tadi salah ngasih jamur. Kyohei dkk mencari tahu soal jamur itu bahwa itu jamur putri. Jamur yang meningkatkan hormon kewanitaan. Efek jamur putri akan hilang jika orang yang memakannya mendapat ciuman seorang "pangeran"

Sunako bener-bener berubah dia juga jadi suka berdandan dan pake gaun-gaun bagus. Ibu kos berkata dia boleh tinggal dan memakai barang2nya. Ke 3 orang co paling ga walau bukan karena mereka sunako sudah terlihat berubah. Tapi anak ibu kos Takeru (?) dia ingin sunako yang dulu. Juga kyohei dia merasa ga seru karena ga ada lagi sunako yang suka menyundul kepalanya sampai KO karena takut terang.

Ternyata sunako yang sekarang benar-benar lupa masa lalunya. Dia juga ga bisa masak enak kayak dulu.
Kyohei kesal. Makan malam jadi kacau.
Sunako juga walau ramah tidak sehangat dulu dan bukan "sahabat sejati" buat Takeru lagi. Takeru kecewa.

Kyohei pergi ke bar pamannya dia curhat
"Setelah dia jadi cewe "normal" harusnya aku senang tapi kenapa aku ga ba bahagia?", gumam Kyohei
Pamannya mengingatkan apa sebenernya arti "normal". Kyohei ingat masa lalunya yang tidak "normal" dan dicap brandal bahkan sama orang tuanya sendiri. Dia walau banyak disukai cewe tapi tertutup. Suatu ketika dia dia kos di rumah itu 2 tahun lalu dan jarang keluar kamar. Ibu kos menasehatinya bahwa daripada kamu benci dirimu walau dunia menyukaimu lebih baik kalau kamu berusaha menyukai dirimu sendiri.
Takeru kun (anak bu kos) juga curhat bahwa dia lebih suka Sunako yang dulu. Sunako yang dulu berusaha menjadi pengganti ibu bagi dia yang kesepian. Takeru bercerita waktu ayahnya dulu meninggal sunako walau takut keluar rumah selalu berusaha datang ke rumah menemaninya.
"Aku ingin sunako yang duluuuuu!", teriak Takeru.
Kyohei juga kesepian dia memandangi tengkorak pemberian sunako.

Sebastian inspeksi ke kamar Sunako yang dulu dan ingin membuang barang-barang yang menurutnya aneh di kamar sunako. Anak-anak bingung karena mereka tahu itu sebenernya barang kesukaan sunako yang asli. Sebastian mulai curiga ada sesuatu yang tidak beres pada Sunako. Dia percaya mereka pasti menyembunyikan sesuatu. Mereka berkata jika ingin membuang barang-barang itu harus ijin empunya dulu.
Sunako dibawa ke kamarnya dahulu. Sunako merasa asing dengan kamarnya itu sekarang. Dia juga lupa dengan sahabat torso manusianya.
Kyohei merasa ini  sudah tidak benar. Manusia tidak boleh melupakan sahabat. Dia juga kasian sama Takeru yang ingin Sunako seperti dulu dan menjadi "ibu" baginya.
Kyohei sudah muak dan ingin mengakhiri ini semua. Tiba-tiba Kyohei bilang dia yang akan  menjadi pangeran. Dia menghampiri Sunako dan menciumnya. Teman-temannya kaget. Sunako menangis
"Teganya kamu berbuat seperti itu padaku , ini ciuman petamaku", katanya lembut. Sunako belum berubah. taman-temannya menyalahkan Kyohei.
"Dasar kamu. Emang kamu pikir kamu ini pangerannya apa?". Ternyata itu juga ciuman pertama bagi kyohei.
Kyohei lalu berteriak-teriak mengatai "sunako jelek". Sunako menangis pelan. Teman2nya khawatir dan menghibur sunako yang cantik. Kyohei terus mengatai "sunako jelek" supaya dia kembali berubah.
Sebastian datang. Dia berkata jika sunako memang keracunan makanan, lama kelamaan pasti akan kembali normal. Tapi sebastian tidak bisa memafkan mereka. Tak lama kemudian Sunako terlihat aneh dan kembali ngamuk. Dia marah dan berkelahi dengan Kyohei karena mengatainya jelek. Takeru berteriak kegirangan karena Sunako telah kembali.


Sebastian dan anak-anak kembali bertele conference dengan ibu kos. Mereka berempat cemas. Sebastian berkata bahwa sunako berubah jadi cantik karena karena usaha mereka berempat.
Anak-anak muda ini tak menyangka sebastian melindungi mereka.
Sebastian pamit. Sebelum pergi dia menjelaskan bahwa hidup anak-anak muda ini dan sunako masih sangat panjang. Masih banyak waktu bagi mereka untuk mencari dan menentukan siapa diri mereka sebenarnya.

Kyohei menemui Sunako yang tengah memasak. Dia senang kembali bisa makan enak. Sunako bertanya pada Kyohei

"mengapa kamu mengubahku seperti semula?"
"Supaya aku bisa bertanya apa kamu memang menyukai dirimu yang mengurung diri terus?", jawab kyohei

Empat orang cewe yang iri pada Sunako kembali mencari cara lain untuk memisahkan Sunako dari cowo2 idaman mereka.

bersambung....

< episode 1                                             episode 3 >

March 4, 2010

Chuno (Slave Hunter) episode 5

(semakin lama semakin menarik nih...)
Lee Dae Gil mengarahkan panahnya ke arah Tae Ha yang sedang di atas perahu. Tae Ha berhasil menahan panah itu dengan  senjata golok panjangnya. Un Nyun ketakutan karena panah itu menancap ke dekatnya. Tae ha melindungi dengan badannya.
"Tak perlu takut ini akan segera berakhir tetaplah di belakangku", kata Tae Ha
(hiks kok aku jd sedih...Dae Gil malah mau manah pacarnya sendiri tapi dilindungi sama musuhnya hiks)
Dae Gil kembali mengarahkan busur panahnya, tapi song Tae Ha berhasil menangkisnya kembali. Tae Ha semakin jauh Dae Gil menyerah.

Tae Ha merasa perjalanan ini berbahaya juga bagi tukang perahu. Dia meminta maaf pada tiukang perahu dan mohon padanya agar mau pulang dengan berenang. Tukang perahu menyanggupi.Tae Ha mulai mendayung.
"Apa kau bisa mendayung?", kata Un Nyun lembut
"Aku baru berusaha", jawab Tae Ha. Un Nyun mengulurkan tangan ingin membantu.
"Apa kau juga bisa mendayung?", balas Tae ha lembut.
"Aku juga akan berusaha", jawab un nyun. Tapi taeha tidak membiarkan seorang wanita mendayung dia meminta Un Nyun duduk beristirahat.

Dae Gil end the gank sedang meeting di pinggir sungai, mereka mengeluarkan peta dan kompas berusaha menebak arang Tae Ha. Mereka meresa tae ha akan kesulitan lari jauh karena bersama wanita. Mereka lalu bergerak lagi menaiki kuda mereka. Seol Hwa manja dia ingin naik kuda Dae Gil. Dae Gil menyerah dan mengulurkan tangannya. Seol Hwa memeluk Dae Gil dengan senang. Wangson kesal sekali.

Selepas turun dari perahu Tae Ha mengajak Un Nyun berlari. Un Nyun kepayahan merngikuti kecepatan Tae Ha. Tae Ha menarik Un Nyun dengan perantara kain (ga brani pegang2 tangan Un Nyun). Kali ini Un nYun benar-benar kehabisan nafas. Mereka akhirnya beristirahat sejenak. Tae Ha tiba-tiba bertanya apa betul In Nyun lari karena urusan kelompoknya. Namun akhirnya Un Nyun balik bertanya lebih detail tentang Tae Ha. Dia masih penasaran mengapa Tae ha terluka dan mengapa tidak mau diketahui prajurit yang lain (saat menemukan Tae Ha, dia sedang memakai seragam prajurit yang dicurinya)
"Aku terluka karena berlatih", Tae ha berbohong.
"Apa kamu tentara yang disersi?", tanya Un nyun lagi. Tae Ha mengaku dia bukan tentara yang disersi dan bukan bertindak kriminal.
"Siapa yang mengejar kita tuan. Apa mereka mengejarmu?" Un Nyun bertanya lebih lanjut. Tae Ha kembali berbohong dia bilang mereka mengejar Un Nyun. "Lalu mengapa kamu lari?", Un Nyun masih penasaran,
"Aku mau menemui seseorang?", jawab Tae Ha(kali ini bener...)

Perempuan misterius suruhan Choi (suami Un Nyun) sampe di tepi sungai dan mengancam tukang perahu (yang ini bener ngejar Un Nyun). Baek Ho dan anak buahnya sadar, mereka terbaring di kuil (kayaknya mereka emang dibiarin pingsan biar ga ngejar Un Nyun). Baek Ho bertanya dimana Un Nyun rahib hanya berkata diplomatis
"Dia mencari jalannya sendiri". Baek Ho juga bertanya tentang orang yang menyerang dia (tae ha maksudnya)
"Dia hanya orang tersesat yang mencari jalan". Baek Ho kesal dia segera pergi.

Hwang Chul Woong dipenjara masih kukuh pada pendiriannya (menolak membunuh Tae Ha), dia juga mogok makan. Mertuanya menengoknya "Sampai kapan kamu dapat bertahan", katanya pada menantunya. Chul Woong tak bergeming. dia ingat ayah mertuanya dulu menikahkan dia dengan anaknya dan menjanjikannya posisi di akademi militer. dia tidak tahu ternyata dia dinikahkan dengan seorang wanita down syndrom. Dia keluar kamar di malam pengantin (ngrasa dijebak). Tapi Lee Geong Shik menyebutnya anak dan minta dipanggil ayah karena sekarang Chul Woong yang akan mewarisi milik dia. Ibu Chul Wong menengok anaknya. dia menangis. Chul woong berusaha tak bergeming tapi tak tega dan minta ibunya ibunya tak datang lagi menengoknya. Walau terbelakang istri Chul Woong ternyata mencintainya. Dia dengan segala keterbatasan bermaksud menulis surat untuk suaminya.

Hari sudah senja. Tae ha mengajak Un Nyun beristirahat, karena pasti pengejarnya juga manusia yang butuh tidur. dia menyiapkan tempat berteduh/tenda dari pephonan untuk Un Nyun dan menyalakan api.

Seol Hwa yang pertama ribut karena lapar dan ingin istirahat, Dae Gil dkk akhirnya istirahat dan menyalakan api. Wang Son pikir dia bisa menyerahkan tugas memasaknya pada Seol Hwa.Ternyata Seol Hwa perempuan yang tidak bisa memasak juga menjahit. Seol Hwa bertanya tentang prempuan yang dicari-cari Dae Gil.
"Dia telah mencari perempuan itu selama sepuluh tahun", kata Wang Son
"Keren...", sahut Seol Hwa. Wang son tidak sependapat begitu, ngapain laki-laki harus terobsesi sama perempuan segitunya.  Wang Son kembali berusaha mengajak Seol Hwa berkencan (biasanya juga gagal wangson!)。Seol Hwa cerdik dia kembali mengadu pada Dae Gil bahwa Wang Son telah melecehkan dan menyentuhnya. Wangson kembali dimarahi Dae Gil. Wang son protes dia tidak merasa menyentuh Seol Hwa. Dae Gil juga memarahi Seol Hwa dan menyuruhnya belajar memasak.
Alih-alih memasak Seol Hwa memilih memainkan alat musik rebabnya. Dae Gil sempat melarangnya.Tapi Seol Hwa ingin musiknya dapat sebagai bayaran makan gratis dia selama ini. Seol Hwa mulanya menirukan suara-suara binatang dengan gesekan rebabnya.
Wang Son yang sedang memasak tertawa terbahak-bahak. Dae Gil juga ternyata senang. Setelah itu dia menghibur semuanya dengan melodi musik. Malam itu semua makan dengan senang.

Pagi hari Tae Ha terjaga karena ada orang yang datang menyerang. Mereka sekawanan perampok gunung. Tae Ha tidak panik walau mereka menyandera Un Nyun. Tae Ha berkata harusnya mereka melihat sekitar dengan lebih teliti (ada rombongan lain Dae Gil maksudnya di daerah situ).
Hanya dengan melempar golok mereka takut dan Un Nyun terlepas. Tae Ha mengusir mereka dengan mudah.

Dae Gil dkk ingin melanjutkan perjalanan, tapi Seol Hwa paling jago tidur. Saat Seol Hwa menagih sarapan, Dae Gil mengancam akan meninggalkannya di situ. Mereka menemukan tempat bermalam Tae Ha. Choi paling pintar membaca bekas jejak orang. Dari kondisi tanah dan rumput yang tertinggal dia tahu tadi ada perkelahian yang melibatkan 7-8 orang. Wang Son juga menemukan jejak, dia tahu seorang gentlemen (Tae Ha maksudnya) pasti menebas pohon dan rumput di sekitarnya untuk memberi jalan pada wanita. Mereka akan mengikuti jejak yang ditinggalkan Tae Ha, menurut Dae Gil menemukan mereka hanya masalah waktu saja. (mereka profesional ya..coba dulu pembimbing pramukaku gagah seperti mereka hihi). Choi heran siapa wanita yang dibawanya karena dari info yg didapatnya keluarga Tae Ha sudah tidak ada (ya itu pacar yang kamu cari 10 tahun dae gillllllll..!)

Di P. Jeju tempat anak mendiang putra mahkota, terjangkit wabah, banyak yang meninggal di sana. Semua petugas memakai masker. Anak itu masih kecil dan bener-bener lucu , tembem dan gemesin. Seorang dayang setia menjaganya. Ada seorang prajurit Kwak Han Seom yang nyebelin dan heran kenapa dayang itu setia menjaga anak seorang pengkhianat (putra mahkota dituduh berkhianat).
"Bukankah kau yang pernah mengkhianati Song Tae Ha?", kata dayang
"Eh..bukan aku tidak bersalah", dalih Han Seom.

Dahulu saat Jendral Song Tae ha dijebak dan difitnah menyelundupkan persediaan militer oleh ayah mertua Hwang Chul Woong. Lee Gyong Shik. Tae Ha dan anak buahnya disiksa agar mau mengakui sesuatu yang ga mereka kerjakan. Sebagai seorang prajurit mereka memilih menahan siksaan sampai mati daripada masuk jebakan mereka. Tapi salah seorang dari mereka Kwak Han Seom tak tahan siksaan dan ingin hidup enak. Dia mengaku disuruh Tae Ha menyelundupkan persediaan dan berkata semua di sana bersalah hanya dia yang tidak. Tae ha dan anak buah lainnya geram.

Dae Gil dkk mencoba mengikuti jejak tae Ha. Tae ha dan Un Nyun, mereka terus dalam pelariannyaTae Ha membuat jalan yang mudah untuk Un Nyun. tanpa bekal mereka survive dengan makan ular bakar.
Ke dua belah pihak ko terlihat tidak imbang, Dae Gil dengan bekal dan persiapan matang juga membawa kuda. Tae Ha tanpa bekal dan harus bawa Un Nyun yang tidak terbiasa dalam pelarian, hanya pengetahuan militernya yang jadi andalan. Walau ada Seol Hwa di pihak Dae Gil sebagai penari kelililing sepertinya lebih biasa bepergian.


Tae Ha tiba sebuah desa dan menginap di suatu rumah/kedai. Mereka tidur sekamar, tapi terpisah dan saling memunggungngi. Tae Ha bertanya tentang cinta /masa lalu Un Nyun. Dia berkata cintanya sudah lama pergi. Un Nyun teringat saat kakaknya membebaskan dirinya. Kakaknya menyabet muka daegil dengan sabit (sampai sekarang ada bekas luka di muka Dae Gil), lalu Dae Gil terjebak dalam rumah yang terbakar (Un Nyun sepertinya mengira dae gil  tewas)

Dae Gil dkk menyimpulkan mereka pasti menginap di kedai.sebelum pagi mereka sudah memacu kudanya ke rumah itu, dan bersiap-siap menyergapnya. Mereka terlambat, buruannya baru saja pergi (bekas tidurnya masih hangat).
Mereka bertiga berpencar dan mengejar dengan kuda. Seol Hwa yang diminta menunggu malah menyusul dae gil dengan memakai kuda yang ada di sana. Dae Gil sadar ada sesuatu yang salah, dia berbalik arah kembali.
Ternyata Tae ha tidak pergi. dia dan Un Nyun sembunyi di kolong rumah (pinter ni jendral). Tae Ha menempelkan telinganya di tanah untuk mendengar jejak kuda pengejarnya. Dia sadar triknya tidak berhasil sepenuhnya. Ada kuda yang datang lagi. Tae Ha bersiap naik kuda. Saat Dae Gil kembali tidak ada kuda yang tersisa. Dae Gil menempelkan terlinga ke tanah , dia tahu mereka baru pergi ke arah timur.


< episode 4                                     episode 6 >

March 3, 2010

Style episode 7

Secara tak disangka, Lee Seo Jung paling banyak mendapatkan dukungan stiker untuk busana terbaik mengalahkan Park Ki Ja (yang biasanya selalu menang). Seo Jung maju ke depan podium, hadiah tas Rouenrakan diberikan oleh Pemimpin redaksi baru Park Ki Ja. Di atas panggung mereka berdua tersenyum dengan penuh kepura-puraan mereka masih mendendam satu sama lain.

Min Joon menemui Woo Jin dia benci pada Woo Jin. Woo Jin menyindirnya karena terlihat sekali naksir Ki Ja. Woo Jin berkata aku tak kan pernah mencintai wanita sampai harus menangis. Di akhir acara Woo Jin ingin Ki Ja mengakui bahwa Ki Ja mengundangnya dia tak mau dimanfaatkan. Ki Ja tak mau mengakui itu di depan Pres dir Son. Woo Jin marah dan berkata bahwa setelah ini hubungan mereka berakhir. Seo Jung kasihan pada Woo Jin dia menarik Woo Jin untuk pulang. Min Joon berkata bahwa awalnya dia berniat menghadiahkan gaun edisi terbatas itu untuk Ki Ja karena dia yakin sesuai untuk acara ini, tapi Min Joon berkata bahwa tiba-tiba dia tidak ingin memberikannya untuk Ki Ja. (Min Joon dendam cintanya ditolak hehe)

Di mobil Seo Jung mencoba menghibur Woo Jin. Seo Jung menemani Woo Jin Sambil berkliling-keliling mengemudikan mobilnya dia bercerita tentang cara dia menghibur dirinya dari ayahnya. Woo Jin mengantarkan Seo Jung sampai ke daerah rumahnya.
Ki Ja telah menunggu Woo Jin di depan rumahnya.  Woo Jin kesal. (karena Ki Ja ga ngaku ngundang dia dan manfaatin dia malah bilang Seo Jung mungkin yang ngundang).
Ki ja beralasan hal itu bisa menguntungkan bagi dirinya juga Woo Jin. Dia bisa tetap sukses karirnya, Woo Jin bebannya skandalnya akan lama-lama menghilang. Woo jin tetap marah (Ki Ja emang ga punya perasaan deh). Ki Ja juga akhirnya kesal dia bilang tidak mau pria cengeng

Pagi hari Seo Jung pusing riasan dan busana apa yang akan dipakainya ke kantor, dia terbebani dengan julukan busana terbaik. Dia ingin memakai tas Rouennya dan bingung busana yang sepadan untuk tasnya. Di lift dia bertemu Park Ki Ja. Ki Ja menyindirnya Seo Jung yang sekarang belum pantas memakai produk Rouen dan malah bisa merusak citra Rouen. Dia menyuruh Seo Jung untuk menyimpan tas itu dulu di lemari sampai dia pantas memakainya. (duh kasian Seo Jung). Di kantor dia langsung menyembunyikan tas itu.

Park Ki Ja dan Presdir menemui perwalikan Reoun, mereka kembali akan bekerja sama dengan Style. Untuk peluncuran produk barunya mereka ingin top model Choi yang sudah lama tak muncul di korea

Di kantor, editor senior naik jabatan jadi assisten pemimpin redaksi. dia memimpin rapat menentukan tema edisi 201. Mereka memutuskan untuk menulis artikel tentang para pemimpin redaksi di dunia fashion. Mereka juga akan menulis tentang Par Ki Ja. Lea Seo Jung berkata dia tertarik menulis artikel tentang bosnya itu. Park Ki Ja setuju.

Para pemimpin redaksi majalah di korea suka mengadakan pertemuan Park Ki Ja memutuskan rapat di restoran (biar bisa deketin woo jin lagi soalnya). tapi Woo jin masih kesal, Ki Ja beralasan dia juga menolong restoran Woo Jin agar populer. Saat rapat pemred dari korean double kembali memanas-manasi Style.
Untuk tulisannya tentang Park Ki Ja, Lee Seo Jung berusaha mencari awal karir Park Ki Ja. Kim Min Joon memberinya bantuan dia kembali mengajak ke rumahnya, di kamarnya ada foto-foto Ki Ja ketika menjadi model di London. Dia terkesan dengan foto-foto Park Ki Ja. Kim Min Joo kembali menawarkan SEo Jung untuk tinggal di rumahnya agar lebih mudah menyusun artikelnya. Seo Jung sebetulnya memang sedang butuh uang untuk ayahnya dan bisa tinggal gratis sementara bisa membantunya.

Ayah Seo Woo Jin dan juga ayah Pres dir Son meninggal dunia. Seo Woo Jin berduka juga, dia ingin melayat ke pemakaman ayahnya tetapi diusir oleh saudaranya Presdir Son.

Park Ki Ja tidak punya waktu menengok Woo Jin atau datang ke pemakaman dia masih sibuk bekerja. Dia ada rapat dengan top model Choi. Dia mau kembali ke dunia model korea dan bekerja sama dengan Park Ki ja (padahal dulu hubungan mereka kurang bagus). Top model ini dikabarkan telah bercerai dengan suami kayanya dan kembali lagi dari amerika ke korea.

Ki Ja membicarakan konsep foto Choi dengan Min Joon. Seo Jung juga dilibatkan dalam proyek ini. Seo Jung memikirkan Woo Jin dia simpati dan sebenarnya ingin menemani Woo Jin, dia meminta tanggapan Min Joon. Min Joon dengan sedikit kesal berkata kadang laki-laki perlu sendiri.Seo Jung akhirnya bersedia tinggal di rumah Min Joon (karena berpikir rumah Min Joon luas 2 lantai dan banyak kamar aman kali). Min Joon telah membuatkan peraturan mereka tinggal bersama. Mereka masing-masing dilarang membawa pasangan heteroseksual ke rumah. Juga tidak boleh mengambil untung (berniat kontak fisik). Seo Jung setuju tapi dia minta aturan untuk relaks, mereka berdua akhirnya main game Wii tinju seruan-seruan berdua. Seo Jung kalah dia kecapean (gamenya tinju sih hehe)

Pagi hari, Ki Ja sudah menunggu Woo Jin di depan rumahnya ingin berbaikan. Woo Jin lari pagi, Ki Ja walau pake hak tinggi berusaha mengejar Woo Jin. Woo Jin saking kesalnya bilang, dia memeluk Ki Ja berkali-kali juga tidak akan merasakan apa-apa lagi (il feel lah maksudnya). Dia membuktikannya dengan memeluk ki ja terus langsung pergi.

Woo Jin ke sisi danau tempat abu ibunya disebar. Dia berkata ibunya mungkin bahagia karena orang dicintainya sudah menemaninya. 

Ki Ja disertai Min Joon dan Seo Jung menemui top model Choi untuk membicarakan konsep foto mereka. Choi tidak setuju. Ki Ja menawarkan hal lebih dramatis untuk comeback Choi di korea. Dia menawarkan konsep yang sama dengan yang pernah dilakukan mendiang ibu Seo Woo Jin. Isunya mereka berdua hampir sama top model yang pernah menikah dengan orang kaya dan pergi ke luar negeri.

Min Joon dan Seo Jung heran dengan konsep Ki Ja. Mereka belum minta ijin atau setidaknya membicarakan hal ini dengan Woo Jin. Mereka menganggap Ki Ja tak punya perasaan karena lebih-lebih Woo Jin sekarang sedang berduka. Mereka ribut dan turun dari mobil. Seo Jung kesal dan berkata dia benar-benar tidak bisa mengerti Park Ki Ja sekarang dia menolak meneruskan wawancaranya dengan Park Ki Ja karena dia tidak bisa mengerti kelakuan orang diwawancarainya.

Seo Jung datang menemui Woo Jin dia mengucapkan belasungkawa. Mereka lalu berjalan-jalan mencari udara segar. Woo Jin ketepi danau. Woo Jin berkata bahwa ini tempat abu ibunya disebar. Mereka berdua kebetulan sedang terbebani masalah Park Ki Ja. Seo Jung melihat orang melakukan bungee jumping. SEo Jung berkata ingin melepas semua beban yang ada pada dirinya. Saat melakukan bungee jumping dia yakin tidak akan terpikir bebannya lagi (bener juga ya cuma ngeri dan pengen teriak ). Woo Jin akhirnya berkata dia juga ingin ikut loncat bersama Seo Jung.
Mereka dipasangi tali pengaman dan terjun bersama-sama (wuiiii...jadi pengen).

< episode 6
Free Translation
Related Posts with Thumbnails