Free Translation

March 25, 2010

Chuno (Slave Hunter) episode 14

spesial buat yang udah lama nungguin

Un Nyun merasa yakin bahwa orang yang dilihatnya adalah tuan mudanya Lee Dae Gil, dia maju untuk melihatnya lebih dekat, tak kuasa ia menangis. Hatinya campur aduk. Lee Dae Gil rupanya merasa ada yang memperhatikannya dia pergi melihatnya. Un Nyun langsung mundur dan bersembunyi. Lee Dae Gil tak menemukan siapapun di sana. Seol Hwa datang dan menggandeng Lee Dae Gil pergi dari situ dengan ceria. Un Nyun keluar lagi tempat persembunyiannya. Dia memperhatikannya Dae Gil dari jauh
“Tuan muda, terimakasih karena kau telah bertahan hidup”, kata Un Nyun dalam hati sambil menangis.

Choi Jang Goon pulang ke rumah sementara mereka. Dia kaget melihat Wang son sudah tidak ada di sana, barang2nya pun tak ada.
Choi merasa Wang son pasti bertindak nekad tanpa persetujuan mereka berdua. Choi pergi mencari Wang son. Wang son sedang berjalan menuju rumah yang dicurigainya tempat persembunyian Song Tae Ha. Dia masih bertekad mendapatkan 5oo nyang. Dia merasa mampu dan sayang melepaskan kesempatan itu. Dia lalu mengintai tempat itu.

Un Nyun tiba di rumah. Dia diam di kamarnya dengan panik dan hati campur aduk. Dia tak menyangka menemukan kembali tuan muda juga cinta pertamanya. Song Tae Ha heran melihat Un Nyun yang tampak tegang dan pucat. Un Nyun minta ijin pergi ke dapur untuk menyiapkan makan untuk suaminya. Di dapur , dia jongkok dan menangis.
Masih terbayang jelas di matanya bagaimana dulu tuan muda sering memperhatikannya dan menengoknya ke dapur dan memberikannya sepatu baru. Dia ingat tuan muda juga mengatakan
“Aku serius ingin hidup bersama kamu selamanya”. Un Nyun menangis (kasuat-suat Un Nyun)

Wang son akhirnya melihat Song Tae Ha di halaman. Dia lalu mengambil busur dan panahnya, dia mengincar Tae Ha. Tapi
anak buahnya datang menghampirinya. Wang Son kesal karena, terhalangdia tidak bisa memanah. Song Tae Ha pun akhirnya tak terlihat lagi.Wang son duduk di luar benteng dengan kesal. Dia harus menunggu lagi kesempatan itu datang.Hwang Chul Woong ternyata juga telah mendapatkan informasi rumah persembunyian Song Tae Ha, dia datang mengintai tempat itu dan melihat Wang Son juga ada di sana.



Chul Woong lalu menghampiri Wang Son diam-diam dari belakang. Dar belakang tiba-tiba Dia mengulurkan pedangnya ke leher wang son.

“Siapa yang mengutusmu kemari”, kata Chul Woong dingin. Wang Son tidak merasa perlu menjawab pertanyaan itu. Dengan mudah dia berkelit dari Chul Woong.

Choi berusaha ke sana kemari mencari Wang Son, dia mulai cemas karena tidak menemukannya juga. Di dalam rumah Song Tae Ha dengan tenang makan makanan yang telah disiapkan Un Nyun. Un Nyun sudah mulai tenang. Tae Ha berkata negeri seperti apa yang diharapkan Un Nyun. Dia ingin tahu jawaban itu, dia ingin membangun suatu tatanan baru.

Wang Son memilih melawan Chul Wong dia tak akan mudah menyerah oleh ancaman. Dia melawan Chul woong dengan segenap kemampuannya. Tapi doa terkena pukulan Chul woong juga. Dia coba menghindar dan melompat-lompa ke atas atap. Tapi chul woong juga lawan yang tangguh dia dengan mudah mengejar Wang Son. Dia kembali berhasil melukai Wang Son dengan sabetan pedangnya (aku ga tega lihat wang son kalah..hiks). Wang Son walau terluka tidak mau menyerah. Dia akhirya terjatuh dan kalah. Chul Woong kembali bertanya
“Siapa orang yang sudah mengirimmu”, katanya. Wang Son tak mau menjawab. Chul Woong lansung menyabetkan pedangnya ke tubuh wangson (aduh kasian hiks), darah wangson terpecik ke rumput dan salju di pinggiran jalan.

Choi menemukan jejak pertempuran di luar sebuah rumah dia curiga, dia juga menemukan senjata wang son yang patah. Choi mulai cemas dia mengikuti jejak pertempuran itu.
Lalu dia melihat percikan darah di salju dan rumput.
Dia langsung panik. Di situ ada jejak tubuh yang ditarik. Dia langsung mengikuti jejak itu, matahari sudah mulai terbenam. (choi paling jago melihat jejak)

Dae Gil heran menemukan Wang Son dan Choi tidak ada di rumah. Barang-barang mereka pun tidak ada di tempat. Perasaannya langsung tidak enak , dia mencari wangson dan Choi di sekitar situ tapi takk berhasil menemukannya. Dia lalu pergi menyelinap masuk ke rumah Song Tae Ha,
tapi dia tidak melihat tanda-tanda keberadaan teman-temannya di situ (wangson tadi keliaran di sekitar rumah, ga ke dalam Dae gil..jd geregetan deh), dia lalu kembali pulang.

Choi terus mengikuti jejak sampai ke hutan. Hari sudah gelap. Dia kembali melihat jejak darah, dia begitu khawatir. Dia memanggil-manggil wangson. Tiba-tiba di langit dia melihat letusan kembang api. Itu seperti tanda dari Wang son. Dia segera menuju tempat asal letusan kembang api.

Dae Gil pulang ke rumah. Seol Hwa masih ada di sana tapi wang son dan choi belum juga pulang. Dia sudah menyuruh Seol hwa pergi meninggalkan mereka. Tapi seol hwa tidak mau juga. Dia menyuruh seol hwa pergi seol hwa malah menangis. Dae Gil kesal dia lalu duduk di beranda. Dia melihat letusan kembang api di langit. Itu seperti tanda dari Wang Son dia segera pergi ke arah asal letusan.

Song tae ha dan Un Nyun akan segera pergi tidur. Un Nyun gelisah, ada hal yang belum dia sampaikan kepada suaminya tentang dirinya. Song tae ha melihat Un Nyun ingin berkata sesuatu. Dia menunggu dengan sabar dan tidak memaksa.
“A..ku....sebe...narnya..... Aa..ku..sebe..narnya..a..da..lah”, Un nYun tercekat, dia rasanya tidak sanggup mengucapkapnya.

Choi tenyata hanya menemukan Hwang Chul Woong yang sedang bermain-main dengan panah dan sinyal kembang api mereka.
“Di mana adikku!”, kata Choi geram
“Melihat perlengkapanmu sepertinya kalian bukan orang biasa”, kata Chul Woong cuek.
“Mana adikku?!”, desak Choi.
“Siapa yang mengutusmu?”, chul woong malah balik menginterogasi.
Mereka lalu terlibat pertarungan sengit. Seperti saat pertama kali mereka berarung di rumah mantan mentri Im young. Chul woong akhirnya tampak sedikit lebih unggul. Choi tidak mau menyerah begitu saja. Api sabetan pedang chul woong mengenai tubuhnya. Choi berusaha terus melawan, tapi dia terus terdesak. Tombaknya pun akhirnya patah jadi dua.Tak lama kemudian pedang chul woong berhasil menusuk bahu kiri Choi.
Saat kritis dia melihat tubuh wang son tergeletak di balik bebatuan. Dia menghampiri Wang son, mengguncang-guncang tubuhnya dan memanggil namanya dengan sedih. Wang Son tak juga bangun. Chul woong mendekat dan tanpa ampun mengayunkan pedangnya ke tubuh Choi.

Dae Gil sampai ke hutan, dia mencari ke sana kemari dan memanggil-manggil nama Choi dan wang son. Dia menemukan tombak Choi yang patah dan busur wangson. Dae Gil panik...

< episode 13                                                         episode 15 >

1 comment:

Silakan tulis komennya di sini ya...

Related Posts with Thumbnails