Free Translation

March 20, 2010

Chuno (Slave Hunter) episode 13

Dae gil tiba-tiba terhenti ketika melihat Un Nyun datang. Sudah lama ia tak melihat Un Nyun. Tapi sekarang Un nyun berpegangan mesra dengan Tae ha. Hatinya sakit. Dia ingat pertanyaan Choi tentang apa yang ia lakukan jika bertemu Un nyun. Dia mencoba fokus tetap menyerang mereka. Tapi tiba-tiba lagi seorang anak kecil datang. pangeran kecil menghampiri Un Nyun. Un Nyun menggendongnya mereka tersenyum bahagia. Kasihan Dae gil dia terlihat merana. "Bagaimana boleh dia bahagia jika aku menjadi seperti ini".

Song Tae Ha, Un Nyun+pangeran won son, Lee Dae Gil
Tae ha curiga ada orang yang mengintai. Dia menuju tempat Dae Gil bersembunyi. Dae Gil segera merapat. Ketika Tae Ha sampai di sana dia tidak melihat siapapun.

Dae Gil sudah keluar dari rumah itu dia terduduk lemas di benteng luar rumah itu. Kali ini Dae Gil benar-benar merasa terpuruk. Sedangkan di halaman rumah, Song Tae Ha dan Un Nyun sedang menjalani upacara pernikahan walau sederhana.  Han seom terharu melihat pernikahan mereka. Dia ingat dayang yang dicintainya yang meninggal di P.Jeju. Dae Gil berjalan terhuyung-huyung meninggalkan rumah itu, walau tidak sedang mabuk.

Dae Gil lalu sampai di kota dia lagi-lagi terduduk lemas. Dia membuka lukisan Un Nyun, dia menangis, air matanya mengalir dan jatuh mengenai lukisan. Seol hwa menemukan Dae Gil dia hendak menghampiri Dae Gil. Tiba-tiba Dae gil menangis histeris, orang-orang di pasar mengerubutinya heran. Seol hwa urung mendekat, dia pergi menjauh. Seol hwa kali ini tidak kuat lagi memahami Dae Gil dia pergi sambil bercucuran air mata (seol hwa pastinya mencintai Dae gil)

Di Hanyang tetangga Dae Gil seorang perawat kuda yang pernah mengobati dae gil waktu tertembak, telah ditangkap dan dituduh bersalah. Dia disiksa oleh polisi yang merupakan teman baiknya sendiri lalu dinyatakan
bersalah dan dijadikan budak. Dia dituduh sebagai orang yang berhubungan dengan Song Tae Ha dan membantunya kabur. Di ep. 1 Song tae ha pernah menitipkan kuda yang sakit padanya. karena song Tae ha tak kunjung datang dia akhirnya menjual kuda itu. dia dituduh menjual aset militer dan dengan uang itu di membantu song tae ha kabur. Tetangga dan temannya merasa kasihan, prihatin juga was-was. Hidup rasanya jadi menakutkan.

Slave hunter Chun Ji Ho yang sempat menemani hwang chul woong ke P.jeju pulang ke hanyang. Di P Jeju dia kehilangan seorang anak buahnya karena chul woong yang sewenang-wenang membunuh seorang anakbuahnya yang tidak mengikuti perintahnya. Dia pulang ke rumahnya, memanggil-manggil anak buahnya yang lain, tapi tidak ada satupun yang muncul. Anak2 buahnya terakhir di sewa chul wong untuk menjadi kurir. Dia menanyakan anak buahnya pada 2 wanita pengurus rumah makan. Mereka kaget karena Chun Ji Ho belum tahu bahwa 3 orang anak buahnya ditemukan tewas beberapa hari yang lalu. Chun Ji Ho sadar pasti ini perbuatan Chul Woong (kenyataannya mereka diracun mertuanya setelah mengantar pesan)
Dia lalu menemui sang pelukis, dia mengancam ingin digambarkan lukisan Hwang Chul Wong.

Un Nyun meninggalkan pesan pada Tae Ha bahwa dia akan pergi menenangkan diri.
"Aku akan kembali dan memberikan cintaku yang penuh padamu"

Dae Gil pergi ke kuil. Dia merasa Tuhan selalu mempermainkan batas kesabarannya. Tapi akhirnya dia berdoa di sana dengan khusyuk.
Un Nyun ternyata  pergi ke kuil. Tapi di luar dia ditahan oleh Mr. Y yang tidak setuju pernikahan mreka. Mr. Y bicara pada Un Nyun bahwa dia tidak setuju jika Un Nyun berada di dekat Tae Ha. Un nyun akhirnya tidak jadi berdoa di kuil dan pergi dari situ.
Walau mereka idak bertemu satu di halaman kuil satu di dalam kuil tapi seprti ada kontak batin antara Dae Gil dan Un Nyun. Un Nyun memandang kuil dengan perasaan aneh. Dae gil tak lama kemudian keluar keuil dengan perasaan aneh juga. tapi Un Nyun sudah pergi dari sana.

Seol Hwa pulang dan duduk termenung dengan sedih. Choi bertanya apa yang terjadi. tapi seol hwa hanya berkata bahwa dia tak tahu bahwa pria juga bisa menangis.
"Aku harusnya merasa kasihan tapi mengapa aku malah merasa sedih".
Choi berkata bahwa pria juga bisa menangis.

Hwang chul wong setelah pulih dia pergi dari rumahnya meninggalkan istrinya yang setia. Dia seperti malu pulang dengan kegagalan. Walau tidak ingin terikat dengan mertuanya dia ingin menyelesaikan semua masalah itu sendiri.Dia mencari list orang-orang yang mendukung anak mendian putra mahkota unuk mencari jejak song tae ha. Hwang chul woong kali ini bagai pembunuh berdara dingin, dia mendatangi orang-orang dalam list dan  langsung membunuh orang2 itu jika tidak menjawab pertanyaannya.

Malam hari Dae Gil kembali ke tempat Song tae ha, dia ke depan kamar Tae ha dan Un Nyun. Dari bayangannya un nyun dan Tae Ha sedang bicara berdua. Dia melihat sepatu un nyun ada di sana. Dia ingat dia membelikan sepatu untuk Un Nyun sepulu tahun yang lalu. dia memegang sepatu itu dengan penuh kenangan dan perasaan (yag aneh udah 10 tahun koksepatu itu masih bagus ya). Lampu kamar dimatikan (malam pertama mereka nih). Dae Gil membalikkan sepatu Un Nyun ke arah luar dan pergi dari situ. (ku tunggu jandamu..gitu dae Gil hehe..)

Dae Gil pulang ketika sudah larut malam. Wang son bercerita bahwa dia telah menemukan persembunyian mereka. Tapi dae gil malah ingin tidur. Mereka aneh melihat Dae gil yang tak seantusias biasa.

Setelah mencari informasi tentang Chul Woong, malam harinya Chun Ji Ho mendatangi rumah Chul Wong. Dia melihat istrinya chul wong, dia kaget. Tadinya mungkin dia akan membunuh istrinya untuk balas dendam. Melihat istrinya cacat dia mengurungnya niatnya
"Jika aku membunuhmu, suamimu nanti malah senang!", kata Chun Ji Ho tertawa. Istrinya malah sebenarnya rela mati, agar suaminya dapat terlepas dari jeratan ayahnya.

Pagi hari, Un Nyun merapikan baju suaminya yang hendak rapat dengan kelompoknya (istri yang baik), tapi dia masih salah memanggil Tae Ha dengan sebutan Tuan.
Song Tae ha walau sepertinya kelompok Mr. Y tidak setuju, ingin tetap membesarkan pangeran kecil. Un Nyun juga mau menjadi ibu bagi pangeran kecil. Karena pangeran kecil agak rewel makan, Un Nyun minta ijin belanja ke pasar.

Song Tae Ha rapat dengan kelompoknya dia masih sering tidak sependapat dengan Mr Y dan kelompok dari para aparatur pemerintah.

Kembali ke pemberontakan budak Oep bok. Dia kali in serius melatih teman2nya menembak. Tapi mendengar bunyi tembakan saja mereka langsung gugup, tembakan mereka banyak meleset. Chop bok budak perempuan yang berani ingin mencoba, dan ternyata dia malah yang berhasil.
Dia selama ini diam-diam selalu mendengarkan memperhatikan para pria berlatih setiap malam. Walau eop bok sempat mengingatkan kemaren malam agar dia menunggu aja seseorang laki-laki melamarnya dan menikah.
"Siapa yang mau menikah dengan gadis yang bermuka rusak seperti aku", kata chop bok. Chop bok termasuk budak malang, karena melawan mukanya rusak dan di cap budak dimukanya.

Pagi-pagi Wang son bersemangat lagi memberitahukan lokasi Song tae ha. Wang son juga mengatakan mimpinya jika memperoleh banyak uang ia akan membuka penginapan dengan banyak wanita di sana. Kalau Choi sederhana saja dia ingin punya ladang dan bertani. Dae gil tampak cuek (padahal dia udah tahu karena udah 2 kali kesana kemaren). Dia lalu mengajak mereka pulang dan menghentikan pencarian ini. Semua kaget. Wang Son tidak terima. Dia merasa Dae gil selalu sewenang-wenang.
Dia lalu meminta jatah uang bagiannya yang selama ini di simpan dae gil.
Choi merasa Wang son sudah terlalu jauh protes. Dia berusaha menenangkan wangson. Tapi bukannya tenang. Dae Gil dan Wang son malah berantem dan terlibat baku hantam. Choi kesal dia memberikan senjata pada mereka berdua. Wangson berteriak kesal dan masuk ke dalam kamar. Choi mengajak Dae Gil ke luar untuk menenangkan diri.

Walau sempat menolak Dae Gil menurut juga. (choi itu bagai kakak, wang son bagai adik yang bandel). Mereka menenangkan diri di tepi sungai. Dae Gil mengajak Choi berhenti menjadi salve hunter. Dae Gil bisa survive dan menjadi slave hunter nomor 1 yang garang dan dingin karena menekan hati kecilnya. Dia sekarang lelah terus mempertaruhkan nyawa dan jengah dengan perburuan ini (kasihan khan budak dikejar-kejar, budak juga manusia ingin merdeka). Choi juga sependapat dia juga setuju untuk pulang. Choi juga tahu, dae gil berubah pasti karena bertemu Un Nyun. Mereka lalu membahas mimpi mereka.  Dae Gil punya mimpi yang tidak jauh dari Choi. Dia ingin uang mereka di belikan ladang dan rumah, ladang dia dan choi bersebelahan. Di kota mereka akan membangun sebuah penginapan untuk Wang Son. Dia membayangkan itu kehidupan yang nyaman terutama jika dia bersama Un Nyun. Mengingat Un Nyun mata Dae Gil kembali berkaca-kaca. Choi berkata dia akan pulang menemui Wang Son. Seol hwa datang dan berkata ingin terus mengikuti mereka. Dae Gil punya rencana lain, dia berniat membelikan sesuatu baginya sebelum meminta Seol hwa berpisah dengan mereka.

Dae Gil mengajak Seol Hwa ke pasar. Dia akan membelikan kain untuk SEol Hwa. SEol hwa begitu semangat, pertama kali dalam hidupnya dia dibelikan kain. Dia memilih-milih kain yang paling indah. Un Nyun sedang berbelanja. Dia sekilas melihat Dae Gil di balik kain-kain yang tergantung. . WAlau penampilan dae gil sudah jauh berbeda dia merasa bahwa itu adalah tuan mudanya yang dulu suka menggodanya saat menjemur kain. Dae Gil sedang bersama seolhwa yang terlihat manja padanya.
Un Nyun mendekat dia semakin yakin itu Dae Gil, dia tak menyangka tuan mudanya masih hidup. Un Nyun tercekat dan menangis. Dae Gil merasa ada seseorang yang memperhatikannya (atau mungkin juga kontak batin) dia melihat ke arah Un Nyun. Un Nyun kaget dan mundur menghindar.

< episode 12                                         episode 14 >

3 comments:

  1. lanjutkan teh nana, bagus bgt..makin seu.kasian dae gil dan un yun

    ReplyDelete
  2. teteh msh ad ayg kurang huru ft nya,,
    sedih ya teh ternyata wlo awalnya tragis,,,
    hiks...ceurilk wae kuamha atuh ieu teh..:p

    ReplyDelete

Silakan tulis komennya di sini ya...

Related Posts with Thumbnails