Free Translation

December 22, 2009

Queen Seon Deok episode 56: Antara Deokman, Yushin, Bidam.

Bidam berkata bahwa dia akan menyelamatkan Negeri Suci, Paduka dan rakyat.
Dan Ratu berkata bahwa orang yang bisa melaksanakan semua itu akan mendapatkan semua kekuasaan

Bidam berkata pada Seolwon bahwa beliau harus memenangkan perang demi menyelamatkan negara dan diri mereka.

Seolwon memohon pada ratu jika dia pulang membawa kemenangan dia ingin kekuasaannya dikembalikan lagi. Seolwon berkata dia ingin menjadi bagian dari mimpi penyatuan ke tiga kerajaan. (Karena terlibat perlawanan mishil dia dicopot dari jabatan). Selain itu Seolwon meminta Ratu menikahi Bidam.
Ratu khawatir akan hati dan cinta Bidam. Ratu mengambil contoh raja Jinheung yang dengan segala pencapaiannya hanya satu kelemahannya yaitu dengan manusia. Satu-satunya orang kerpercayaan Raja, Mishil, menghianati dia, dan Mishil dikelilingi orang-orang yang lebih mencintai Mishil dibanding Negari Suci

Sebelum pergi Seolwon menemui Yushin ditahanan membicarakan tentang rencana perang. Yushin meminta Seolwon berhati-hati karena kecepatan dan kemampuan pasukan lawan telah banyak kemajuan.

Misaeng dan Bojong khawatir akan kondisi Seolwon yang sudah tua dan sakit tidak layak berperang lagi. Bojong merasa Seolwon berbuat berlebihan untuk Bidam walaupun itu demi wasiat Mishil (Mishil ingin Seolwon menjadikan Bidam seorang Raja)

Seolwon pergi ke altar Mishil. Dia bercerita bahwa Bidam menyerupainya dalam hal yang selayaknya tidak perlu. Yaitu cinta. (sama-sama cinta mati.. duh) ,Seharusnya Dia meniru Mishil saja yang menganggap cinta itu selayaknya milik burung-burung saja. Seolwon merindukan Mishil.

Ratu mencari akal agar dia bisa kembali menarik Yushin kembali memimpin pasukan. Dia teringat saran Kim Chun Chu bahwa tidak mungkin memisahkan Yushin dari Gaya.

Seolwon memimpin pasukan Yushin, tetapi mereka diserang dan kewalahan. Mereka terpaksa mundur sebelum sempat menjalankan strategi mereka.
Deokman cemas, Bidam tertekan. Seolwon dan pasukannya Yushin pulang dengan kekalahan dan luka. Seolwon melapor bahwa Baekje sekarang mempunyai pasukan gerilya yang hebat.
Mereka juga mengabarkan pasukan Yushin panik dengan kecepatan pergerakan pasukan lawan yang tidak masuk akal, bagaikan hantu. Pasukan dihinggapi rasa takut menghadapi “pasukan hantu”.

Bidam prihatin mendampingi Seolwon yang terluka parah. Seolwon meminta maaf kepada Bidam. Dan Seolwon juga meminta Bidam menjalankan wasiat terakhir Mishil.
Seolwon menasehati Bidam bahwa jangan menggantungkan tujuan hidupnya kepada seseorang. Menggantungkan mimpi kepada orang itu berbahaya. Bidam harus mempertahankan ambisi yang lebih besar dan bahkan mimpi yang lebih besar lagi. Dia nanti akan selalu menjadi orang kedua.
Seolwon pun akhirnya meninggal dunia.

Ratu dan Chunchu bergerak diam-diam dan melakukan perundingan rahasia dengan pemimpin Bo Kya Hoe, Wolya. Ratu berjanji bahwa dia akan menghilangkan diskriminasi bagi rakyat Gaya termasuk dari segi administrasi. Ratu berjanji dia bisa memusnahkan data registrasi rakyat Gaya sehingga tidak mungkin raja setelahnya bisa bertindak diskriminatif lagi. Namun raja mengajukan syarat bahwa mereka tidak boleh mendukung Kim Yu Shin menjadi raja tetapi harus mendukung Kim Chunchu sebagai pewaris tahta. Selain itu mereka diharuskan menyerahkan list anggota Bok ya hoe. Ratu meminta Wolya datang lagi berunding dengan keputusan yang benar.

Deokman diam-diam mengutus Jukbang untuk mengikuti Wolya sampai ke tempat persembunyian Bok ya hoe.

Bidam marah karena pejabat-pejabat sudah mulai berpikiran bahwa Negara harus mengirim Yushin kembali memimpin pasukan.
Yushin bersikukuh bertemu Bidam , Yushin dengan serius terus memikirkan strategi pertempuran dan menggambar peta pertempuran walau di dalam tahanan. Yushin menjelaskan strateginya kepada Bidam. Bidam berpaling. Yushin menekan Bidam dan berkata Bidam boleh membunuhnya atau melucuti pasukannya hanya jika Bidam telah menyelamatkan Negeri Kudus mereka. Bidam merasa kembali dikalahkan oleh Yushin.

Bidam menemui ratu. Dan membicarakan strateginya (yang didapat dari Yushin) dan
Berkata Bangsawan Jujin yang akan melaksanakannya di medan perang. Bidam ingin ratu tenang bahwa dia akan menyelamatkan Negeri Suci apapun yang terjadi. Namun Deokman terkesan meragukan Bidam.

Malam harinya ratu dan Kim Chun Chu bergerak lagi secara rahasia. Wolya yang ditunggu tidak datang di perundingan berikutnya. Ratu dikawal alcheon nekad memasuki sarang Bok ya hoe untuk menekan terjadinya kesepakatan. Ratu membawa daftar nama orang-orang gaya dan membakarnya di depan mereka. Selanjutnya Ratu mempercayakan semuanya pada Kim Chun Chu.

Ternyata Bangsawan Jujin pun gagal melaksanakan rencana Bidam (strategi Yushin). Pasukan Shilla kembali dikalahkan. Pasukan Baekje dengan kekuatan besar memasuki wilayan Apryangju. Sorabol pun dalam bahaya. Para pejabat menyarankan ratu segera mengirimkan bantuan pasukan ke Apryang Ju

Akhirnya Pasukan Wolya,Bok Ya hoe, datang ke istana dan memberikan kesetiannya pada Kim Chun Chu dan Ratu. Bidam tidak menyangka ratu dan Kim Chun Chu bergerak diam-diam.
Ratu memanggil Yushin. Yang Mulia menugaskan kembali Yushin sebagai panglima pasukan perang. Yang Mulia meminta Yushin menjaga wilayah kerajaan dan menyelamatkan Negeri Suci mereka.

Bidam merasa jadi pecundang di antara Yushin dan Deokman.

QSD ep. 55                                                                    QSD ep.57

No comments:

Post a Comment

Silakan tulis komennya di sini ya...

Related Posts with Thumbnails