March 8, 2010

Masih suka sama Kim Nam Gil ga?

Ko aku suka banget ya liat foto ini. Perasaan udah lama ga mikirin Kim Nam Gil. Ternyata karismanya masih aja terasa, walau cuma dari foto.

Ini katanya diambil dari shooting Bad Guy di jepang. Ga sabar nunggu tayangnya nih...
source blog.naver.com/world1929
Oh ya tanggal 13 maret nanti Kim Nam Gil akan merayakan ulang tahunnya yang ke-29. Tapi fans udah ngerayain ultah tanggal 7 maret kemaren pas jumpa fans.Yah ketinggalan deh kita hehe...

Sinopsis Style episode 10

Park Ki Ja berkata dia bukan Pemimpin Redaksi jika dia tidak bisa melindungi editornya. Dia merobek draft tulisannya. Dia meminta Seo Jung juga memusnahkan tulisannya karena walaupun bagus Style tidak bisa menerbitkannya. Seo Jung kemudian juga merobek robek draft artikelnya. Mereka berdua terharu. Mereka lalu melemparkan sobekan-sobekan itu ke udara. (Biarlah semua kekecewaan juga ikut pergi bersama angin)

Park Ki Ja stress dia minum di bar, dia menghubungi Min Joon. Min Joon datang menemani Park Ki Ja. Park Ki Ja dipusingkan oleh  Seo Woo Ji ada yang menurutnya tidak memperhatikan Style sebagai Pemimpin perusahaan dan penerbi. Juga masih ada lagi kasus Seo Jung dituntut desainer Hong dan juga Son Byung Yi yang akan memangkas budget style dan ingin memecat Seo Jung. Min Joon memberikan saran agar Ki Ja  keluar saja dari Style
"Memang tidak ada lagi tempat untukmu berkarir?", nasehat Min Joon
"Aku telah ikut membesarkan style selama 10 tahun", kata Ki Ja dia merasa tak ingin mengorbankan karirnya di Style.
Ki Ja juga berkata telah banyak dulu yang dia korbankan yaitu Min Joon juga pernikahannya. Padahal dia rindu ingin punya anak dan itu pernah membuanya gila.
Min Joon lalu berkata bahwa dia akan mengakui tentang keadaan dirinya sebenarnya kepada Seo Jung. Ki Ja tidak setuju, dia khawatir keterusterangan itu akan melukai Min Joon
"Di korea tidak semua orang bisa menerima keadaan sepertimu. Pulanglah ke London", kata Ki ja cemas.
Tapi Min Joon percaya Seo Jung mau mengerti.

In ja, redaktur pelaksana menakut-nakuti anak buahnya , dia tahu bahwa yang ingin menghancurkan karir Seo jung (yang posting tulisan seo jung ke internet) pasti orang yang mempunyai motif tertentu. Dia juga tahu orang itu pasti takut karirnya terhambat oleh Seojung. Jin Sun dan Jae Suk yang merasa bersalah langsung jadi gugup. In Ja juga berkata dia telah meminta rekaman kamera CCTV ruangan editor pada malam itu. Park Ki Ja datang dan berkata bahwa dia juga telah melihat rekaman CCTV. Cha ji Sun dan jae suk gemataran. Ki Ja meminta In Ja membawa Ji Sun menghadapnya. Ji Sun begitu takut. tapi Ki Ja ternyata memberi kesempatan pada Ji Sun. Ki ja memanfaatkan kemampuan Ji Sun yang bisa berbahasa perancis untuk menolong seo Jung dari kesulitan. Dia minta Ji Sun menyelidiki karir desainer Hong di Paris dan mencari apa ada kritik dari pengamat mode di Paris tentang karya disainer Hong.

Seo Jung memikirkan perkaaan Min Joon di jalan. Apa benar dia lelaki yang tidak normal. Seo Jung lalu diam-diam datang ke tempat ibunya. Ibunya memergokinya. Ibunya berkata sebaiknya mereka tidak usah bertemu lagi. Karena akan saling menyakitkan dan takut itu jadi beban baginya.
"Aku akan terus membaca artikelmu di majalah", kata ibunya. Ibunya beranjak pergi sambil menahan tangis, lalu pergi dengan lelaki lain.
Seo Jung menginap di kantor. dia tidur di sofa kantor sambil menangis memikirkan  ibunya. Min Joon datang melihat keadaan Seo Jung.
Min Joon berkata dia ingin mengaku pada Seo Jung. Seo Jung menangis di bawah selimut, dia sebenarnya sedang tidak mau diganggu. Min Joon terus nyerocos bicara. Dia juga menyesal membuat Seo Jung tidak punya tempat tinggal, karena dulu dia yang memberikan saran pada Seo Jung mencarikan ruko buat ayahnya (uang seo jung habis buat bantu ayahnya).
"Memang aku memanfaatkanmu karena Park Ki Ja. Tapi tidak sepenuhnya begitu. aku di sini tidak punya siapa-siapa. Hanya padamu aku merasa bisa bergantung. lelaki tidak sekuat yang kau kira", kata min joon sambil menangis. Dia mengajak Seo Jung pulang ke rumahnya. Seo Jung luluh dan ikut menangis juga.
Pagi hari Seo Jung bangun terlambat. Min Joon membawakan minuman ke kamar Seo Jung.
Seo Jung merasa nyenyak tidur karena sudah beberapa hari tidur di sofa.

Draft edisi 201 telah keluar. Son Byong Yi dan Ki Ja merasa puas terutama tentang liputan pemotretan Choi Ah Yong. Namun ketika edisi 201 dicetak dan dipubikasikan ada yang membuat mereka kaget. Nama penerbitnya telah diganti menjadi Seo Woo Jin. Son Byung Yi kesal begitu jg Ki Ja karena merasa edisi 201 ini masih banyak peran dari Predir Son Byung Yi. Ki Ja menghadap Son Byung Yi. Son Byung Yi menyerah, dia akan menyiapkan pesta perayaan untuk menyambut pemimpin baru di Style.
Ki Ja menyiapkan pesta itu, dia meminta In Ja mencarikan sponsor dan membuat acara yang pas untuk diliput Style.
Seo Jung melihat foto-foto Park Ki Ja masa lalu yang dia kumpulkan dari Min Joon. Dia tertarik melihat Ki Ja memakai trench coat (mantel luar untuk musim gugur/dingin yang berpotongan maskulin seperi jas hujan). Dia mendapatkan ide.

Park Ki Ja kembali menemui Seo Won Jin, dia membawa buket bunga yang istimewa. Woo Jin berkata restoran bukan catwalk yang seenaknya Ki Ja bisa datang dan pergi kapan saja. Ki Ja  memberitahukan akan ada acara perayaan pengangkatan woo jin sebagai pemimpin perusahaan. Dia memberikan buket bunga tapi memberikan nya dengan gengsi, katanya dia takut dia tidak bisa memberi selamat pada acara perayaan karena sebal terhada Woo Jin (mereka berdua brantem mlulu hehe kalau cinta jangan gitu dong haha).
Saat Ki Ja akan pergi Woo Jin bertanya
"Mana yang lebih kamu sukai Woo Jin sebagai manusia, sebagai lelaki atau sebagai Pemimpin majalah Style?"
"Kalau kamu mana yang kamu sukai Ki Ja sebagai manusia, sebagai wanita atau sebagai emimin redaksi?", Ki Ja balik bertanya.
"Yang paling sedikit sukanya adalah Ki Ja sebagai pemimpin redaksi", jawab woo jin.
"Aku juga begitu. Woo Jin sebagai pemimpin majalah style adalah suatu kegagalan", kata Ki ja langsung pergi.

Di Kantor, Seo Jung mengajukan idenya untuk tema gaya edisi 202. Dia ingin mengangkat tema trench coat. Trench coat yang terkesan maskulin sangat mencirikan kehidupan seorang editor. Dia ingin para editor yang menjadi modelnya  juga untuk menghemat budget.

Para editor bersiap-siap pergi ke acara perayaan di Incheon. Seo Jung dan Min Joon tidak ikut, mereka bertugas menyiapkan acara pemotretan.  Acara pemotreatan dilakukan nanti setelah acara perayaan. Son BYung Yi dan Ki Ja akan pergi ke Incheon bersama-sama. Son Byung Yi tiba-tiba berubah pikiran dia minta acara perayaan dibatalkan.
Ki ja tidak bisa menghubungi Woo Jin, dia meminta Seo Jung mencari Wo Jin. Woo Jin ternyata terlanjur datang ke tempat acara dan kesal karena mendapati ruangan yang kosong.
Woo Jin tidak mau datang ke Incheon dengan tangan hampa dia juga ingin secara resmi bertemu dengan staf lainnya. Dia bersama Seo Jung datang ke tempat staf akan melakukan pemotretan.
Dia lalu memperkenalkan diri sebagai pemimpin /penerbit Style yang baru.
Ki Ja dan Son Byung Yi juga datang ke pemotretan, mereka heran  melihat woo jin ada di sana
"Aku ingin menengok karyawanku di sini", Woo jin menantang.
Son Byung Yi juga melihat Seo Jung ada di sana
"Bukankah aku memintamu untuk memecatnya?" kata Son byung yi pada Ki Ja. Kija bingung, woo jin memotong bahwa para editor Style sudah dalam wewenangnya sekarang. Kakaknya tidak berhak ikut campur. Son Byung Yi kesal, dia juga menganggap Ki Ja sudah mengkhianatinya
"Aku tidak akan melupakan kejadian hari ini", kata Son mengancam Ki Ja.
Acara pemotretan dilaksanakan. para staff menjadi modelnya, mengenakan trench coat


Seo Jung sudah mengepak barang-barangnya dia sudah siap jika harus dikeluarkan dari Style. Ki Ja dan Cha Ji Sun punya kejutan untuk Seo Jung. Majalah Style di Perancis menulis kritik tentang desainer korea Hong. Park Ki Ja ternyata mengirimkan tulisan Seo Jung ke editor fashion Style di Perancis, mereka mempelajari tulisan Seo Jung. Kasus seo jung bisa dianggap selesai. Seo Jung lega dan bahagia dia berterimakasih pada Ji Sun dan Park Ki Ja karena dia tetap bisa bekerja di Style.

Min Joon berkata pada Seo Jung bahwa hasil foto Woo Jin lumayan bagus dan layak diterbitkan untuk menunjukkan pimpinan Style yang baru. Seo Jung setuju dan meminta Min Joon sendiri yang menunjukkannya pada Woo Jin.

Min Joon mendatangi Woo Jin di restoran dengan membawa hasil foto-foto. Woo Jin sebenarnya tidak suka bertemu Min Joon. Min Joon berkata demikian juga dengannya. Pada saat yang sama Park Ki Ja   juga ingin menemui Woo Jin, dia frustasi karena presdir Son sepertinya membalas dendam kepadanya dengan membatalkan proyek yang selama ini dia rencanakan. Sampai di restoran Ki Ja kaget melihat Min Joon berdekatan dengan Woo Jin dengan cara yang tidak "biasa"

< episode 9                                                     episode 11 >

March 7, 2010

Yamato Nadeshiko Shichi Henge episode 3

Empat orang gadis yang tergila-gila sama empat sekawan (4 co itu qta sebut 4 sekawan aja deh) penghuni kos itu, membuat jebakan untuk Sunako. Sunako terperosok dalam jebakan dan dibawa ke markas sekawanan cewe itu. Di tempat mereka, Sunako takut karena melihat foto-foto dan benda-benda dengan wajah Kyohei dimana-mana (karena melihat kyohei sama takutnya seperti melihat cahaya).4 sekawanan cewe itu marah pada Sunako karena serumah dengan pujaan mereka. Akhirnya mereka minta bantuan Sunako untuk bisa mendekati 4 sekawan itu, Sunako dijanjikan hiasan-hiasan tengkorak yang langka.
Melihat hiasan-hiasan terngkorak itu sunako chan mulai luluh. dia ingin memberikan hiasan tengkorak itu untuk hiroshi-kun sahabat boneka torsonya.

Kyohei mencari-cari rekaman video untuk memberi contoh kepada Sunako bagaimana seorang wanita sejati (lady) itu. Teman-temanya heran dulu waktu sunako seperti lady Kyohei mencium sunako agar kembali seperti semula. tapi sekarang dia mau mengubah sunako lagi.
"Aku ingin kos gratis!", kaa kyohei. Dulu kyohei pernah kerja di cafe tapi dipecat karena tidak ramah.

Suatu hari Sunako tak biasanya mengajak berbicara Toyama Yukinijo(Yuki), dia mengajak Yuki pergi bersamanya. Kyohei curiga, terlihat sekali Sunako berbohong. Namun menurut Yuki itu kemajuan jika Sunako mau mengajak orang lain. Sunako pergi dengan Yuki. Sampai di tepi danau Sunako pura-pura tidak sengaja bertemu dengan seorang teman cewenya. Dia mengenalkan "temannya" pada Yuki. Mereka berdua bertemu, gadis itu terlalu bahagia ,bak seorang putri yang bertemu pangeran, baru saja Yuki mengatakan sepatah kata untuk berkenalan, gadis itu langsung pingsan. Sahabat-sahabat yang mengawasinya langsung mengangkutnya.

Lalu suatu hari Sunako mengajak Takenaga ke kampus,di sana dia kembali pura-pura bertemu dengan temannya. Cewe ini langsung terpana melihat Takenaga (menurutku takenaga lbh cakep dr kyohei) . Baru saja Takenaga  menyapanya dia juga langsung pingsan. Sahabat-sahabatnya membopongnya pergi.

Dia lalu membawa Ranmaru ke sebuah bar. Ranmaru sudah tau dia bakal dikenalkan dengan seorang gadis. Ranmaru salah menyapa gadis (yang sebelahnya lbh cantik soalnya). Cewe itu bengong karena ranmaru salah orang dan memanggil Ranmaru. Namun tetap saja dia juga pingsan karena bisa melihat Ranmaru dari dekat. Sahabat-sahabatnya terpaksa mengangkutnya pergi.

Kyohei yakin ada persekongkolan. dia ke kamar sunako dan melihat hiroshi-kun punya hiasan2 tengkorak baru.
"Jadi hanya untuk benda2 bodoh ini kamu mau menjual kami?!, cela kyohei, Aku tak mau pergi!"
"Aku tau kamu pasti begitu, makanya aku membawa gadis itu ke sini", sahut Sunako tak kalah cerdik.
Kyohei kaget campur kesal mereka akhirnya berkelahi (bertarung lebih tepatnya hehe).

Teman2 kyohei sih senang saja ada cewe cakep yang datang. Teman perempuan Takenaga (yang diminta berteman dengan sunako) datang. Dia mengejek gadis yang mengejar Kyohei. Menurutnya Kyohei itu sudah milik Sunako, karena Kyohei sudah tergila-gila oleh masakan Sunako. Dia juga menambahkan bahwa Kyohei dan Sunako telah berciuman. Gadis itu syok dia menangis dan lari.
Kyohei dan sunako yang sedang berkelahi sampai ke ruang tamu. Kyohei mengenali gadis itu, dia Mari, gadis yang pernah bekerja di cafe yang sama dengannya.


Sunako mengurung diri di kamar juga dalam dus, dia tak bisa menerima telah dicium kyohei saat dia tak sadar. Dia merasa mengkhianati Hiroshi-kun (boneka torso) yang dicintainya. Takeru dan 4 sekawan bingung cara menghibur sunako.
 Akhirnya Kyohei berkata bahwa dia mencium tanpa cinta jadi Sunako tak perlu khawatir. Ternyata benar Sunako jadi ceria tak khawatir lagi. Dia merasa hiroshi-kun akan bisa memakluminya. Ranmaru khawatir akan Sunako menurutnya Sunako membutuhkan cinta agar bisa mengalihkannya dari mencintai hiroshikun.

Mari-san dendam pada sunako, dia menculik hiroshi-kun sesuatu yang begitu berarti buat Sunako. Sunako panik begitu meliha Hiroshi-kun tidak ada, dia langsung keluar rumah mencarinya. Dia berkeliling kota berjalan mencari boneka torso kesayangannya. Sampai jam 11 malam dia belum kembali, Ranmaru menghubungi semua koneksinya, semua sibuk dan cemas kecuali kyohei yang pura-pura cuek. Kyohei sebeenarya paling khawatir namun gengsi, tengah malam dia keluar rumah lari mencari Sunako. Takenaga dan Ranmaru jg mencari sunako. Yuki menjaga takeru di rumah, takeru mendoakan agar Sunako selamat.
sunako dikabarkan ditemukandalam keadaan pingsan di provinsi Saitama (aku blom yakin sebenarnya mreka tinggal di tokyo atau di mana). 4 sekawan pergi menjemputnya, kyohei membopong sunako yang pingsan (diselamatkan 4 pangeran nih).

Mereka menidurkan sunako di tempat tidurnya (tempat tidurnya sepertim peti mati drakula hihi). Begitu sadar dia langsung ingin bangun lagi mencari hiroshikun. Mereka mencegahnya. Kaki sunako terluka karena lecet berjalan semalaman. 3 sekawan dan takeru merawatnya ,mereka membalut lukanya, memberinya puding dan makanan hangat. Kyohei hanya diam, dia sebenarnya paling tegang dan cemas.

Ibu kos mengadakan telekonferensi lagi. Dia heran yang terlihat hanya kyohei. Kyohei berkata mereka semua sedang merawat sunako.
"Apa dia sakit", bu kos cemas
"Tidak,hanya...aku sebenarnya tidak tahu apa yang dipikirkan perempuan!", kata kyohei. Ibu kos berkata bahwa orang akan mencari cinta/rasa aman saat merasa kesepian. kyohei tidak mengerti apa sebenarnya cinta.
"Setiap orang akan menemukan arti cintanya mereka sendiri", kata bu kos.

4 sekawan merasa cemas pada diri Sunako. dia juga tidak terlihat sepeti biasanya. Kini saat sunako melihat wajah mereka dia tidak lagi merasa takut serasa melihat cahaya. Malam itu kyohei memergoki sunako yang dengan terpincang-pincang berusaha pergi lagi dari rumah. Dia lari menahan sunako.
"Aku akan mencarikan hiroshi-kun untukmu, kamu masih lemah., kata kyohei. Sunako sadarlah. Apa hiroshi-kun yang membalut lukamu, memberimu puding dan minuman. Kami semua mencemaskanmu. Walau aku tidak mengerti arti cinta tapi aku tahu kami semua peduli padamu", lanjut kyohei dia lalu memeluk Sunako.
Sunako tiba-tiba takut lagi melihat kyohei "cahayaaaa!", teriak sunako. Paling tidak kyohei lega Sunako telah kembali.

Siang hari saat Sunako keluar rumah, Mari-san menghampirinya. Dia berkata hiroshi-kun ada di rumahnya. Dia berjanji akan mengembalikan boneka torso itu dan juga memberinya kalung tengkorak asal kyohei yang mengambilnya sendiri di rumahnya. Sunako ragu."Dia tidak akan mau pergi ", katanya

Sunako juga tidak ingin "menjual" seseorang lagi demi hiroshi-kun. Ternyata kyohei mendengar percakapan mereka. Kyohei berkata dia akan datang ke rumah Mari-san. Sunako terkejut
"Tenanglah aku akan membawa hiroshi-kun, Kamu bisa mengandalkan aku"

Malam itu Kyohei berkunjung rumah Mari-san. Mari begitu bahagia, dia tidak ingin kalah dari sunako, dia menyiapkan makanan lezat untuk kyohei. kyohei menyantap makanannya dengan antusias. Mari-san udah kegeeran merasa bisa merebut hati Kyohei. Ketika kyohei akan pulang, Mari mencegahnya. Dia juga ingin dicium Kyohei seperti Sunako.
"Kau katanya bisa mencium Sunako walau tanpa cinta"
kyohei tak punya alasan menolaknya. tapi saat akan menciumnya dia urung. Kyohei bertanya pada mari tentang cinta. Dia juga merasa walau mereka pernah bekerja di tempat yang sama dan mari menyukai wajahnya dia belum mengenal pribadinya dan belum tentu itu cinta.

Di rumah Sunako cemas karena Kyohei belum juga pulang. 3 sekawan memanas-manasi Sunako agar sunako cemburu
"bagaimana jika mari berbuat ini dan itu padanya!?", mereka menakuti sunako.
Sunako datang menyusul ke rumah Mari karena khawatir.Kyohei tersanjung. ternyata dia tidak menghampri kyohei dia menuju hiroshikun, dia begitu mencemaskan hiroshikun dan memeluknya.
Kyohei merasa disepelekan dia tersinggung.
"Aku ke sini demi kamu, tapi kau..", kyohei marah. Dia mengejek dan mengatai sunako jelek. Sunako marah mereka kembali bertarung.

3 sekawan sudah tidak aneh melihat mereka berdua bertarung. "Mungkin mereka bahagia dengan cara mereka, paling tidak mereka telah bertemu"
Hiroshikun sudah kembali ke rumah.  Mereka semua ikut lega. Sunako mengaku bahwa sebelum Kyohei datang untuk mengambil hiroshi-kun, dia memang cemas takut terjadi ini dan itu pada hiroshikun. Tapi saat kyohei berkata bisa mengandalkan dirinya, dia sepenuhnya percaya pada kyohei.
3 sekawan melongo. Mereka tak menyangka kyohei pernah berkata hal "romantis" seperti itu. Takeru membocorkan bahwa dia pernah juga pernah melihat kyohei memeluk sunako malam hari. 3 sekawan terkejut. Kyohei berusaha menutupi salah tingkahnya dia mengalihkan pembicaraan.
"Mana makan malamnya?"potong Kyohei pada Sunako.
"Kamu bisa mengandalkanku untuk itu", kata Sunako tersenyum.

Tiba-tiba ada seseorang wanita yang datang ke rumah mereka.Dia langsung ke atas ke kamar Sunako.
Ternyata ibu kos pulang...

< episode 2                                      episode 4 >

March 6, 2010

Chuno (Slave Hunter) episode 6

Song Tae Ha menempelkan telinganya ke tanah, dia tahu mereka kembali lagi. Dialalu menuju kudanya. Tapi dia tidak menaiki nya dia menepuk pantat kuda keras-keras dan membiarkannya kabur. Dia lalu kabur dengan berjalan kaki dengan Un Nyun (pake taktik lagi).
Dae Gil datang lagi ke kedai. Dia tak melihat lagi ada kuda di sana , dia menempelkan telinga ke tanah dan mendengar derap kuda yang lari ke timur. Dia lalu memacu kudanya ke timur. Sampai di suatu tempat dia melihat kuda yang kosong. Dari suhu di pelana kudanya dia tahu dia kali ini tertipu lagi.

Tae Ha salah bicara akhirnya Un Nyun sadar bahwa mereka juga mengejar Tae Ha, bukan hanya dirinya. Un Nyun mendesak Tae ha dengan pertanyaan. Tae ha berkata mereka mungkin mengejarnya tapi dia bukan melarikan diri dari mereka.
"Tuan, katakanlah siapa mereka sebenarnya?"
"Chunokkun (slave hunter)", jawab tae ha
"Tapi mereka pasti bukan mengejar saya. saya bukan budak",jawab Un Nyun (soalnya dia bukan budak lagi)
"Saya juga bukan", jawab Tae ha (mungkin merasa dirinya bukan budak, karena dijebak aja)
Un Nyun mulai takut dan ragu, dia berusaha meyakinkan dirinya bahwa mereka bukan mengejarnya (ga punya majikan lagi).
"Aku tidak mau mengikutimu lagi", un Nyun merasa tidak aman. Tae Ha menyuruhnya ikut sampai ChungJu sesuai rencana semula.
"Apa kau takut aku melaporkanmu?", tanya Un Nyun. Tae Ha percaya pada Un Nyun, tapi karena Un Nyun sudah tau tujuan dia, bisa berbahaya karena dia bisa saja tertangkap dan dipaksa sampai bicara.
"Tapi Hanya sampai sana", Un Nyun sedikit mengancam.

Dae Gil dkk akhirnya berkumpul di kedai sambil makan pagi. Choi berkata bahwa taktik militer Tae Ha kali ini mengalahkan mereka. Wang son sudah merasa mereka bakal kehilangan hadiah mereka. tapi dae gil masih belum menyerah. dia ingin menyelidiki masa lalu Tae Ha untuk bisa mengira-ngira tujuan Tae Ha.

Tae Ha dan un Nyun mendaki perbukitan (gunung) yang tinggi. Dari puncaknya Un Nyun menikmati pemandangan yang indah. Tae Ha dari atas menyadari dia mengambil jalan yang keliru. Dia minta maaf karena tidak punya peta dan mengajaknya kembali. Kali ini Un Nyun tertawa. (udah ga ngambek lagi nih...hehe).

Baek Ho tiba di kedai yang ditinggalkan daegil dan Tae Ha. Dia membawa lukisan Un nYun dan bertanya pada penjaga kedai. Hari ini sudah tiga orang yang bertanya. termasuk di situ ada orang-orang yang ingin hadiah dari suami Un Nyun. Baek Ho bertempur dan mengalahkan mereka. dia tak ingin Un Nyun tertangkap oleh anak buah suaminya (hadiah yang disediakan buat Un Nyun juga Tae Ha ternyata sama 500 nyang).

Dae gil dan robongan tiba di perpustakaan daerah dan membaca riwayat masa lalu Tae Ha. Choi dan Tae Ha seksama membaca dokumen (wang son dan seol hwa yang ga suka baca tertidur). Dari dokumen itu Choi membaca bahwa dulu Tae Ha bersikukuh tetap berkabung untuk putra mahkota sebagaimana patutnya 3 bulan, walau perintah resmi kerajaan hanya 3 hari.
Choi simpati pada Tae Ha yang setia pada pangerannya/prinsipnya. Dae Gil menganggap itu bodoh dan cari mati. Waktu itu anak buahnya, Hwang Chul Woong mengganti pakaian berkabungnya sesuai perintah kerajaan. Tae Ha menegurnya karena melanggar kepatutan pada anggota kerajaan. Chul Woong keluar dari resimen Tae Ha dan bergabung dengan mertuanya.
Tidak lama kemudian Tae Ha disebutkan mengambil persediaan militer untuk lumbungnya sendiri. Dae Gil mengejeknya seorang pencuri. Tae Ha dan anak buahnya disiksa dan dipaksa untuk mengaku.
Dae Gil dan Choi melihat kejanggalan cerita karena akhirnya Tae Ha nyawanya diampuni dan dijadikan budak. Dae Gil menyelidiki dokumen lainnya, dia menemukan saat yang bersamaan ada mentri yang turun dari jabatannya.
Kenyataannya saat itu, Lee Gyong Shik bertemu dengan seorang mentri (sepertinya di pihak mendiang putra mahkota) mentri itu berkata akan mengundurkan diri dari jabatan dan memberikan jalan untuk lawan politiknya, dengan syarat Tae Ha diselamatkan.

Dae Gil merasa dia telah mendapatkan petunjuk untuk mendapatkan Tae Ha.
Kali ini Dae Gil berganti strategi tidak mengikuti jejak Ta Hae, tapi menghambat atau mencegat sasuai arah tujuannya. Dae Gil melihat sebuah rumah penginapan di desa, dia menyamar sebagai polisi rahasia dan berkata ke pemiliknya sambil menunjukkan lukisan Tae Ha
"Jika kau melihat pria ini bersama seorang wanita pakaian berkabung, terima mereka menginap lalu diam2 laporkan ke polisi setempat"
Seol Hwa mengkritik Dae Gil yang sering berpura-pura sebagai petugas dan mengelabui orang.
"Jangan-jangan kau juga punya lencana utusan rahasia?" kata Seol hwa
"Sperti ini?", kata Daegil menunjukkan lencananya yang lain. Seolhwa tersenyum sinis.

Hwang Chul Woong akhirnya menyerah, dia memutuskan keluar dari penjara dan mengikuti kemauan mertuanya. Dia dengan dingin mengikuti instruksi mertuanya.
Dia juga datang ke tempat istrinya ketika mertuanya meminta. Istrinya memperlihatkan tulisan yang pernah ditulisnya. Tapi Chul Wong meremaskan dan berkata dia tidak bisa membaca tulisannya (orang cacat pasti bikinnya aut-autan) dan menyuruhnya bicara. istrinya khawatir dan memintanya mengikuti kemauan ayahnya tapi Chul Woong berkata dia juga tidak bisa menangkap perkataan istrinya .  Chul wong lalu pergi ke rumah ibunya. Dia hanya bernai melihat dari ibunya dari luar rumah. Dia menghormat lalu pergi. (seperti orang yang ga bakal kembali lagi).

Tae Ha dan Un Nyun ingin menginap di rumah yang diperkirakan oleh Dae Gil. Pemiliknya mengingat wajah Tae Ha dan menyuruhnya masuk. Dia lalu pergi diam-diam melaporkan mereka.
Saat beristirahat Un Nyun akhirnya menyebutkan namanya Hye Won marganya Kim dari Jounaei. Hye won merasa aneh telah mereka berjalan bersama berhari-hari tanpa menyebutkan namanya. Hye Won ingat nama Tae Ha dan asalnya karena dia penyelamatnya (Tae ha pernah memperkenakan diri  ke rahib di kuil). Tae ha berkata keluarganya tidak ada setelah invasi Qing dan dia 8 tahun berada di Qing.
Hyewon juga berkata dia pernah hampir mati saat invasi tapi tuan muda yang ia cintai itu menyelamatkannya. Tae Ha meminta dia melupakan orang yang telah meninggal. Un Nyun berkata perempuan tidak sama dengan laki-laki, pemuda itu terlanjur tertanam di hatinya.
Beberapa polisi datang menyergap mereka. Tae Ha terpaksa melawan dan mengalahkan mereka. Tae Ha memungut peluit dan membawa Un Nyun kabur dari tempat itu.i

Tae Ha dan Un Nyun hampir tiba di Chung Ju mereka harus melewati pos pemeriksaan. Tae Ha meminta sebaiknya mereka masuk terpisah. Un Nyun bisa pura-pura jadi orang yang gila. Tae Ha memberikan peluit pada Un Nyun. Tapi Un Nyun terlalu gugup dia ditangkap karena mencurigakan. Wanita misterius yang mengejarnya (Yoon Ji?) muncul dan membunuh polisi. Peluit dibunyikan. Yoon Ji akan menawan Un Nyun. Tae Ha lari karena mendengar bunyi peluit. Dia menyingkirkan Yoon Ji. Un Nyun duduk terdiam karena syok di bajunya terkena noda-noda darah. 
Tae ha memintanya mengingat sesuatu yang dia cintai. Dia memegang erat batu kenangannya. Tae ha membuat lukisan dibaju Un Nyun untuk menyamarkan noda darah. Mereka melanjutkan perjalanannya dan kemudian berpisah.

Hwang Chul Wong juga pergi ke ChungJu dia berniat menghabisi seorang mantan mentri lawan politik mertuanya. Mentri itu yang menolong Tae Ha, beliau  sebenernya telah merencanakan pembebasan anak putra mahkota di P Jeju.
Tae Ha pergi ke sana dan mendapati mantan pejabat yang dicarinya itu telah tewas oleh Chul Woong. Tae Ha bertempur dengan Chul Woong.
Dae Gil sudah tiba di sekitar lokasi. Dia berkoordinasi dengan teman-temannya. Choi membantunya menyerang dari arah lain. Wan Song diminta mengawasi dari atap. SEol Hwa seperti biasa menjaga kuda (kasian). Dae Gil mendapati Tae Ha yang tengah bertarung melawan seseorang (Chul woong).
Alih-alih mengambil kesempatan , Dae Gil ikut bertarung juga. Dia ingin mendapatkan Tae Ha untuknya sendiri. Terjadilah pertarungan segitiga yang mengesankan.

Choi datang membantu, dia bertarung melawan Chul Woong. Jadi sekarang ada 2 pasang pertarungan.
Wang Son di atas bertemu dengan wanita bayaran, Yoon Ji.  Dia dilukai oleh Yoon Ji.

Baek Ho menemukan Un Nyun, Un Nyun kabur dan meniup peluit. Tae Ha mendengar suara peluit dia menghentikan pertarungannya dengan Dae Gil dan lari. Dae Gil juga lari mengejar Tae Ha.

< episode 5                              episode 7 >

Style episode 9

episode 9 ini bagus

Park Ki Ja datang menemui Kim Min Joon di rumahnya. Dia langsung menuju kamar Min Joon dia kaget melihat Min Joon dan Seo Jung terlihat seperti bermesraan (padahal ga gitu kejadiannya) di kamar. Dia mengetuk pintu.
Seo Jung kaget dan berkata bahwa dia sedang menyelesaikan artikelnya dan minta bantuan Min Joon di sini. Tapi Min Joon memotong dan berkata Seo Jung tinggal bersamanya di sini.
"Kita hidup bersama", Min Joon berusaha memancing kecemburuan Ki Ja. Seo  Jong kaget mendengar ucapan Min Joon . Dia merasa risi dan buru-buru keluar dari kamar. (Menurut seojung numpang tinggal belum tentu hidup bersama khan?)
Ki ja sadar bahwa tindakan Min Joon selama ini  mencoba membuatnya cemburu.
"Bagaimana jika Seo Jung suka padamu?", Ki Ja memperingatkan. Ki Ja tidak ingin sesuatu yang telah menimpanya juga terjadi pada Seo Jung. (what`s wrong kira2 ya..min Joon normal ga nih? atau masalah keluarga?).
Min Joon kesal pada Ki Ja yang berusaha mencampuri urusan pribadinya.
Ki Ja berkata bahwa dia sampai sekarang tetap single bukan karena menunggu Min Joon tapi karena tidak pede lagi untuk berhubungan dengan laki-laki lain. Min Joon berkaca-kaca dia berkata bahwa dia sengaja datang ke korea untuk mencari Ki Ja dan ingin memulai hari baru dengan Ki Ja karena masih mencintai Ki Ja. Dia minta Ki Ja putus dengan Woo Jin.

Woo Jin di rumahnya memikirkan kata-kata Ki Ja tadi kepadanya
"Jika kita tidak pernah tidur bersama hubungan kita tidak akan sejauh ini", kata Ki Ja (wah2 pergaulan mereka berbahaya padahal bukan lagi nonton sex and the city nih. teteh ga nyuruh niru ya).

Setelah Ki Ja pulang, Seo Jung berkata bahwa jika Min Joon memilih dia untuk membuat Ki Ja cemburu, maka Min Joon salah orang. "Kamu masih mencintai Park Ki Ja bukan?"
Menurut SEo Jung, dia bukan tipe wanita yang bisa membuat Ki Ja cemburu, karena Ki Ja merasa Seo Jung tidak ada apa-apanya. Seo Jung mengepak barang-barangnya pagi-pagi dan membawanya pergi ke kantor.

Seo Jung menemui Park Ki Ja dan berkata bahwa kejadian tadi malam tidak seperti yang dia sangka.
"Kalian berdua ini laki-laki dan wanita dewasa bukan?", sahut Park Ki Ja. Kamu sebagai perempuan harus punya harga diri dan citra. Tidak mudah begitu saja bisa tidur di kamar Woo Jin atau mau ditawari tinggal bersama laki-laki tanpa status (diaku pacar juga ga). Karena bagaimanapun perempuanlah yang akan jadi korban. Kamu harus punya tameng, dan pekerjaan juga merupakan tameng bagi perempuan" lanjut Park Ki Ja (bener banget sih nasehatnya).

Setelah presdir Son Byung Yi sudah tidak lagi menjabat sebagai pemimpin perusahaan di Style, Park Ki Ja selain memimpin redaksi dia juga banyak menangani masalah umum. Seo Woo Jin belum sekali pun ke kantor dia masih asyik di restorannya. Park Ki Ja mengajukan budget bulanan pada Presdir Son Byung Yi (dia masih presdir di group yang lain yang selama ini mendanai Style), tapi dia minta budget Style dikurangi sampai 10%nya. Dia tidak peduli bagaimana Ki Ja mengurusnya (jangan2 karena Woo Jin sekarang yang nangani dia langsung pelit). Ki Ja pusing.

Ki Ja menemui Woo Jin Woo Jin malah jual mahal, jika ini menyangkut pekerjaan dia akan datang seminggu sekali dan memimpin rapat. Woo Jin kayaknya jabatannya pemimpin perusahaan dan penerbit, umum dan redaksi ditangani Ki Ja. Dia tidak mau urusan restorannya diganggu, dan tak mau bertemu Ki Ja tanpa janji lebih dulu. Ki Ja kesal karena dia seperti dianggap orang yang ga ada kerjaan.

Ki Ja menanyakan progres Seo Jung. Dia masih menyusun materi untuk model Choi Ah Young. Dia juga sudah menyiapkan bahan wawancara untuk Ki Ja. Ki Ja mengambilnya dengan kesal (masih kesel ama Seo Jung ya hihi).

Park Ki Ja tidak menyerah, dia menunggu jadwal lari Woo Jin dan kali ini telah siap dengan kostum joggingnya dan sepatu olahraga. (dulu sempet jatuh gara2 pake hak tinggi). Woo Jin mengkritisi busana Ki Ja
"Kamu ini mau show apa mau aerobik?" (padahal keren lagi baju olahraganya). Ki Ja mengajak Woo Jin berbicara serius bahwa anggaran mereka telah dikurangi 20 %. Woo Jin tetap cuek.
 "Apa kamu mau membiarkan staf kita kehilangan pekerjaannya? Jika kamu main-main dengan Style lebih baik tinggalkan saja jabatanmu", Ki Ja kesal. Woo Jin menyuruh Ki Ja pergi karena ini urusannya.

Ki Ja menegur Seo Jung yang pagi-pagi ketahuan mandi dan nginep di kantor.
"ini bukan kamar atau pun ruang tamu. cepat ganti maju dan pake make up". kasian seojung dia ga punya tempat tinggal sekarang.

In Ja, redaktur pelaksana yang baru (jabatan Ki Ja sebelumnya...eh aku ganti ya istilahnya biar pas sama dunia majalah) kesal karena para redaktur/editornya, karena setelah ditinggal Ki Ja mereka seperti males-malesan dan ga ada takutnya. Saat meeting banyak yang tidak ada progres terutama dari tim fashion/mode. Seo Jung yang paling rajin. Dia mengancam akan merombak tim mode dan kecantikan.

Park Ki Ja tidak menyerah kalau perlu dia akan mengadu Presdir Son Byung Yi dengan Woo Jin. Dia menjadwalkan Woo Jin ke pertemuan para pemimpin majalah mode.

Woo Jin menelepon Seo Jung yang mengaku sedang lembur (padahal ga ada tempat tinggal hehe). Woo jin kekantor dan berbincang denganSeo Jung dan menanyakan keadaannya. (Woo jin jangan ngasih harepan kosong ama seo jung dia itu masih muda dan polos). Dia juga mencari tahu tentang penghasilan para editor dari Seo Jung
Malam itu Min Joon ke kamar Seo Jung dia  kangen ama Seo Jung. Dia pergi ke kantor, tapi dia malah mendapai Woo jin sedang bersama Seo jung. Min Joon kali ini sudah tidak bisa bersabar lagi.
"Sedang apa kamu di sini. Apa kamu tidak cukup dengan Park Ki Ja dan sekarang mau mengambil Lee Soe Jung", Min Joon menahan Woo Jin
"Siapa kamu? kamu dulu bersikap seperti pacar Ki Ja terus sekarang Seo Jung. Atau... kamu tertarik padaku?", Woo Jin memprovokasi Min Joon. Min Joon benar-benar tersinggung dia memukul Woo Jin. Woo Jin membalasnya. Mereka bertengkar di dalam kantor , Seo jung panik.
Dia menghampiri Woo Jin yang terluka tapi Min Joon langsung berkata
"Seo Jung...Seo Woo Jin sudah penah tidur dengan  senior Park. Brengsek yang kamu puja ini pacar dari senior Park. Usahamu akan sia-sia saja", Min Joon membocorkan rahasia Woo Jin. SEo Jong syok. Woo jin tak bisa berkata apa-apa. Seo Jung sedih dia berlari pergi. Min Joon mengejarnya
Park Ki ja datang e kantor dan heran liat ketegangan di kantor.
"Ada apa ini?", tanya Ki Ja heran
"Luka yang kamu torehkan padaku selalu berakhir luka di pihak seo jung. Perasaanku ini harus diakhiri di sini", kata Woo Jin menerangkan. (oh jadi woo jin sempet suka beneran ama Park). Ki Ja masih bingung.

Min Joon berusaha menahan Seo Jung dan menghiburnya tapi Seo Jung marah.
"Kamu dan Seo Woo Jin kalian sama saja!Senior, kamu menyukai boss dan ketika ada masalah, kamu membawa aku ke tengah-tengah seperti sandwich. Kalian terus datang padaku hingga pikiran kalian tenang. Aku benar-benar telah dibodohi!", Seo Jung beneran ga terima (tapi bagus lebih baik cepet tahu)
Malam itu Seo Jung ingin tidur di ruko ayahnya.
Seo Jung sempat melihat ibunya hari ini, dia bertanya tentang cinta pada ayahnya.

Seo Jung sudah menikmati hari-harinya sebagai editor majalah mode. Pakaiannya udah keren sekarang (dulu ki ja tukang kritik dan min joon yang ngajarin dia). Dia juga tak kenal lelah berkeliling window shopping mencari item dan asesoris yang menarik juga mengamati gaya busana orang-orang untuk materi artikelnya. (sama2 suka nulis ya sptku cuma beda objek dan nasib hehe)。Sekarang ternyata ada staf yang lebih muda dr Seo Jung, dia juga rajin, editor yang lbh senior malah terkesan males mereka sering ngegosip.

Seo Woo Jin akhirnya mau menghadiri pertemuan pimpinan majalah mode di Incheon dia datang dengan Park Ki Ja dan direktur keuangan. Isu yang dibahas mengenai iklan-iklan yang banyak menghiasi majalah mode. Sebagai pemimpin perusahaan Seo Wo Jin mempunyai visi menjadikan Style majalah mode yang simpel dan independen tidak terlalu bergantung pada iklan ataupun perusahaan induknya tapi lebih bergantung kepada jumlah tiras dan sirkulasi .
"Untuk itu hal ini membutuhkan kecakapan lebih dari seorang pemimpin redaksi", kata Seo Wo Jin sambil menantang Park Ki ja. (Woo jin lebih keren jadi pemimpin perusaahaan media drpd jd koki tapi tetep keren Hwan dan Bidam dong hihihi). Selesai rapat Park Ki Ja protes , menurut dia majalah mode selama ini tidak dapat dielakkan dari iklan.
"Dari pada jadi majalah yang dipenuhi iklan dan kamu dipusingkan dengan harus menarik iklan lebih baik pikirkan secara objektif ideku", kata Woo Jin . Ki ja benar-benar tak mengerti dan kesal.
"Kau tidak mengerti lebih baik kau kembali jadi pengupas kentang saja! "(hahaha)
Mereka bertiga bermaksud pulang kembali ke Seoul. Tapi tiba-tiba mobil Seo wo jin bermasalah. Ternyata sebelumnya direktur hong sengaja mengerjai Woo Jin dan Ki Ja, dia merusak mobil Woo jin. Woo Jin dan Ki Ja harus sempit-sempitan di mobil sport yang hanya untuk 2 orang (ko episode ini aku banyak ketawa ya..)
Woo Jin risi ingin naik taksi tapi mereka terlanjur masuk jalan tol. Woo Jin terpaksa mangku Ki Ja, dia protes karena Ki Ja berat. Ki Ja juga protes ga mau deket2 Woo Jin. (direktur hong ini bener2 ya..)

Kim Min Joon cape marahan terus sama Seo Jung, dia mengajak Seo Jung berbaikan.
"Lalu kamu mau ngajak aku pindah ke rumahmu lagi?", kata Seo Jung sinis.
"Aku ngaku alasanku ngajak kamu pindah karena Park Ki Ja, tapi bukan hanya itu///", kata mIn Joon. Soe Jung tetap sinis
"Jika aku berkata aku tidak seperti laki-laki normal lainnya. kamu mau percaya?", kata Min Joon. Seo Jung cuek. "Jika aku mati apa kamu akan percaya!", ulang Min Joon bener2 serius (maksudnya dia udah ga jantan?atau homoseksual?atau apa ya?)

Para redaktur senior mulai iri pada Seo Jung mereka mengerjai draft artikel Seo Jung yang mengkritisi hasil karya desainer. Tulisan yang belum dikoreksi itu tiba-tiba muncul diinternet dan digugat oleh desainer ybs. Redakur pelaksana In Ja dan Seo Jung dipanggil Ki Ja. Seo Jung bagaimanapun diminta bertanggung jawab, dia masih baru tapi berani mengkritisi desainer nomor 1 di korea. In Ja yakin pelaku penyebarannya orang dalam, dia juga harus nemuin siapa yang masukin tulisan Seo Jung  ke internet.

Berita ini sampai ke telinga presdir Son Byung Yi. Dia marah karena desainer itu pemasok utama iklan dan produk ke departmen store mereka. Dia ingin Ki Ja dipecat. Ki Ja ragu karena walau tulisan Seo Jung terlalu blak-blakan tapi isinya berbobot dan unik. Son Byung Yi menyindir prinsip Ki Ja karena hal itu bisa membuat Style bangkrut (beda pikiran penulis sama pebisnis)

Woo Jin juga tau berita ini. Dia menelpon Seo Jung tapi tidak aktif. Dia mengundang Ki Ja makan siang. Dia memasakkan masakan khusus buat Ki Ja. Tapi begitu Woo Jin tentang Seo Jung dia langsung ga jadi makan (bagaimanapun perempuan itu cemburuan). Dia menyindir apa Woo Jin bener peduli sama Style dan tau kalao Seo Jung mau dipecat Son Byung Yi. Woo Jin kaget karena Style sudah jadi urusannya. Tapi Ki Ja memandang Woo Jin  belum bisa berbuat apa-apa.

Ki Ja memanggil Seo Jung dan minta dia ikut dengannya dengan membawa draft tulisannya itu. Mereka berada di luar. Ki Ja ternyata membawa draft tulisan pertamanya untuk kolom pemred.
"Aku tidak bisa dikatakan pemred kalau tidak bisa melindungi editorku sendiri", kata Ki ja, Ki Ja merobek draft tulisannya. Seo Jung kaget. Ki Ja berkata tulisan Seo Jung berbobot dan unik tapi Style tidak mungkin menerbitkannya. Karena Seo Jung yang menulisnya dia ingin Seo Jung sendiri yang memusnahkan tulisannya.
Seo Jung pun merobek draft tulisannya. Mereka berdua sedih dan terharu (ikut sedih hiks).
Mereka lalu melemparkan sobekan kertas-kertas itu ke udara.

< episode 8                                           episode 10 >
Free Translation
Related Posts with Thumbnails