Free Translation

August 14, 2011

Sinopsis Drama Secret Garden episode 7

Wuih  bakal susah nih nyeritain dua orang yang tertukar jiwa dan raganya.. I'll try my best semoga ngerti ya...

Kim Joo Won dalam tubuh Gil Ra Im merasa gerah dan ingin mandi. Ra Im panik.
"Apa juga yang mau dilihat, coba apakah badan wanita itu seperti ini?", kata JooWon sambil mengangakat kaos Ra Im.
 
dan terlihat perutnya yang penuh luka memar.
"hey turunkan-turunkan", kata Ra Im malu.
Ra Im dalam raga Joo Won berusaha menutupi perut Ra Im yang terlihat.
Tiba-tiba mereka dikejutkan oleh seseorang yang masuk ke kamar mereka, yaitu Yoon Seol. Yeon Seol kaget melihat posisi mereka berdua yang terlihat sangat intim bahkan mterkesan tidak sopan.
"Ini bukan sepeti yang kau kira!", kata raga Ra Im (Joo Won)
"Nona Yoon Seol kamu salah paham"," raga Joo Won berbicara dengan sangat sopan dan menyesal.
"Aku pikir kamu bukan tipe orang tidak memperhatikan kedudukan keluarga, kualifikasi dan pendidikan ", kata Yoon seol membalik kata yagn sama pernah diucapkan Joo Won (ep 1). tenang saja aku tetap akan menikah denganmu. ini anggap saja karena pengaruh hormon", kata Yoon seol yang tak mau menyerah akan Kim Joo Won.

Rombongan Action School berserta Ra Im dan Joo Won yagn tertukar pulang bersama dan tiba di bandara Seoul (eh atau incheon ya). Raga Ra Im yang sebenernya adalah Joo Won terlihat berkeringat dan kepayahan
"Wah kau ternyata mabuk udara ya, iya pantas saja karen akau seorang wanita", kata Sunbae
"Ini karena aku tidak terbiasa naik kelas ekonomi", raga Ra Im  bicara sepeti itu.
Ra Im segera mengoreksi Joo Won "hey ini bukan pertama kalinya Ra Im naik kelas ekonomi!"
lalu boss mengintruksikan mereka untuk nanti cepat segra berkumpul
Raga Joo Won yang itu adalah Ra Im spontan berkata "Siap!" sedangkan yang terlihat sebagai Ra Im tampak tak peduli. baik Bos dan saunbae merasa bingung (hahaha).
Raga Ra Im lalu pamit akan pergi, Ra Im dalam tubuh Joo Won panik. dia brjanji akan mengantarkan Ra Im tepat waktu ke Action School nanti.
"Kau ini kita terlihat aneh", kata Ra Im
"Kita memang sudah terlihat tidak normal"



Joo Won membawa Ra Im ke rumahnya. "Sementara di sini tempat yang aman" Joo Won meminta Ra Im mewakilinya ke dept. store.
"kau hanya memikirkan dirimu sendiri, bagaimana juga dengan Action School", protes Ra Im
Joo Won beralasn "Jika aku keluar, maka ekonomi korea akan..."
Pembicaraan Joo Won terhenti karena melihat  Mamanya di depan rumahnya. Joo Won dengan raga Ra Im spotan berkata "mama"
Mama Joo Won langsung menganggap Ra Im sok akrab dan tak sopan berani memanggilnya Mama.
"mama tenanglah aku akan segera mengantarnya pulang", kata Ra Im panik, dia llau kembali duduk di kursinya.


"hey kamu harus duduk di sini karena ini mobilmu", kata Joo WOn mengingatkan Ra Im untuk membawa raganya ke kursi sopir. Mama Joo Won stres karena Joo Won seperti telah membagi/memberikan mobil kepada Ra Im. Joo Won dengan raga Ra Im protes pada mamanya krn memanggilnya tidak sopan. Mama Joo WOn makin stres melihat Ra Im berani melawannya.
"Sebenrenya sudah berapa kali kamu ke rumah ini?!", desak Mama Joo Won pada raga Ra Im. mama Joo Won merasa pastinya telah berapa kali Ra Im kemari karena dia menemukan baju dan gaun wanita di rumah Joo Won.
Mereka lalu masuk ke rumah, baik Ra Im dan Joo Won denga tubuh yang tertukar tidak berani  untuk menghalangi mama Joo Won masuk ke kamar. mama Joo WOn lalu turun membawa berapa gaun yang dia temukanlalu melemparkannya.
 Raga Joo Won terlihat tidak merasa membeli baju itu. "mungkin dia yagn membelinya", kata Joo Won (Ra Im) menunjuk Joo Won (Ra Im). Tiba-tiba Ra Im mengenali baju-baju itu. Itu baju-baju yang pernah dilemparkan Joo Won waktu mereka ribut di dep. store.
Joo Won agak malu "rahasia"nya terbuka di depan Ra Im.
Mama JOo Won mengatai raga Ra Im, untunglah Joo Won tangkas menghadapi mamanya.
"Dengar ya jika aku tidak ingin bicara yagn elbih buruk lagi, kau tidak perlu menunggu aku memberimu amplop dan menyiram mukamu dengan air!"
Walau Joo Won  yang sebenernya menghadapi Mamanya tetap saja Ra Im merasa semua cacian itu untuknya.
Joo Won mengantar Ra Im pulang. ra Im memagni baju-baju dari rumah JOo Won
"harusnya kamu memakainya waktu itu saat kau memintanya", kata Joo Won lembut. Joo Won lalu menghibur Ra Im."mamaku memang sepeti itu jangan terllau dimasukkan ke hati, aku juga sering merasa tersinggung oleh ucapan mamaku sendiri"
"ucapan mamamu tidak apa-apa kok, malah ucapanmu yang suka menyakitkan, kau sebaiknya perhatikan dirimu sendiri", kata Ra Im kesal.
Saat jiwa mereka yang bicara panjang dari hati ke hati gambar kadang ditukar sejenak  Ha ji won tetap sebagai Gil Ra Im dan Hyun Bin sebagai Kim Joo Won.
"Baru kali ini aku bersyukur raga kita tertukar, dengan demikian kamu tak perlu menghadapi Mamaku", kata joo Won sambil memandang Ra Im pernuh perhatian.
 
baru kali ini Ra Im menganggap Joo Won tidak lagi menyebalkan. Joo WOn menganggap in isebagai upaya penyadaran kau kelas atas. dan Ra Im mengistilahkan inisebagai pemberontakan kaum kelas bawah hehe...

Mereka berdua lalu beristirahat di suatu tempat.
"Jika begini adanya supaya tidak ketahuan kita terpaksa bertukar peran", kata Joo Won. Ra Im menjadi Kim Joo Won dan Joo Won menjadi Gil Ra Im. Mereka lalu saling bertukar informasi.
"untuk yang peratma kamu harus tahu kelaurgaku dulu", kata Joo Won lalu mengunduh family treenya dari internet.
"yang teratas ini kakekku dari pihak ibu pemilik grup dept. store, beberapa hotel dan resort, dan ini adalah Nyonya park istri ke 4 yang baru saja dinikahinya. Ini mamaku anaknya dari istri ke 2 dan ini mama Woo Yougn (oskar) dari istri ke 3. karena itu hubungan ke-2nya kurang baik"
Joo Won lalu mengutarakan orang terakhir yang Ra Im harus hati-hati yaitu adik dari nenek tirinya yang kebetulan sekrang ini adalah GM di dept. storenya.
"kau boleh menyingkirkannya!"
Lalu Joo Won menanyakan orang-orang di sekita Ra Im
"Kau sudah mengenal Ah Young, teman sekamarku, bossku dan senior-seniorku di Action school", kata Ra im dan menurutnya itu cukup
"Lalu keluargamu?"
"Aku tidak punya keluarga", kata Ra Im

Yoon Seol dan Manager Oska tiba di Seoul dengan perasaan kesal. mereka terpaksa menyembunyikan gagalnya pembuatan video klip dari sponsor dan media. Managernya lalu tiba di rumah Oska dia marah dan memaksa Oska secepatnya bisa kembali shooting.
managernya pun tak kurang akal dia pun mencari dan lalu menyita paspor dan juga kunci mobil Oska supaya dia tidak mudah kabur ke mana-mana lagi.  Manager mngancamnya akan menarik sahamnya di Oscar Entertainment secepatnya sebelum harga sahamnya jatuh.

Kim Joo Won dan GIl Ra Im lalu menuju rumah Ra Im. Ra Im mengancam Joo Won agar tidak macam-macam dengan Ah Young temannya sekamarnya.
 

"Hey kau hati-hati ya memakai mobilku itu mobil favoritmu", kata JooWon mengingatkan Ra Im
"Ini jug amobil favoritku", kata Ra Im senang. ra Im langsung pergi melaju dengan cepat. Joo Won kesal.

Joo Won terpaksa pulng ke Rumah Ra Im, Dia kaget melihat rumah sewa ra Im yang berantakan dan sempit, terliaht dumble berserakan dis uatu sisi dan bra di sisi lain.
 
Ah Young menyambut Ra Im dan langsung memeluknya. Joo Won tentunya kaget diperluk wanita.
 
Dia tidak bisa konsentrasi bicara dengn AH Young melihat Ah Yong memakai baju berdada rendah (dada ah young seksi lagi muhaha). AH Young lalu membuka reslting di pinggangnya dengan cuek karena akan mandi. dia bahkan meminta Ra Im menggosok badannya.
Lalu Ah Young bercerita bahwa dia bermimpi bahwa dimimpinya itu di hari yang gelap Joo Won menyetir mobil sambil menangis lalu, Ra Im tidur disamping Joo Won. Di sinsi lain seorang paman sambil membawa bunga ros melihat kejadian itu dari kejauhan.
"Paman itu ayahmu Ra Im. dan kesimpulan hubunganmu dengan Boss akan membawa air mata banyak bagi Boss, dai bisa disingkirkan olehmu"
Tapi Joo Won  merasa pusing dan sukar konsentrasi mendengar cerita Ah Young.

Ah Young membuka barang-barang yang dibawa Ra Im. Ah Young mengenali merk baju itu/
"hey brand ini hanya dijual di dpt. store kami",kata AHyoung antusias melihat baju2 yang canrtik dipunyai Ra Im sekrang.
Tak lama kemudia seseorang datang ke rumah mereka. ternyata Asisten Kim. Asiten Kim tampak merayu Ah Yong.
Joo Won yang memakai raga Ra Im jadi kesal megnetahui Asistennya diam-diam berpacaran dengan teman sekantor di belakangnya. Dia menatap tajam ke asisten Kim lalu meng-smsnya
"Kau berpacaran dengan Ah Young dari lounge itu ya"
Asisten Kim panik dia lalu membalas smsnya "Tidak benar boss saya tidak berani berpacaran dengan orang sekantor"
Joo WOn dalam raga Ra im tertawa licik "Mati kamu.."

Di sisi lain Ra Im tidak tenang meninggalkan sahabatnya dengan Joo Won. Dia lalu memutar kembali mobilnya ke rumah. Dia sampai di rumah.
 
Melihat raga Joo Won muncul diharapa mereka Asisten Kim langsung merasa bersalah.
"Aku mampir karena melihat mobil Asisten Kim"
Dia merasa bossnya mampir ke sini karena mau menghukumnya lau dia berlutut minta ampun.
 
Joo Won melihat dari belakang dengan tersenyum sinis.
Ra Im yang beraga Joo Won mengajak Ah Young bicara sebentar berdua saja dengannya.

Ra Im dan Ah Young berada di luar. Tak sadar Ra Im langsung saja memegang tangan ah young dan brekata "aku sangat merindukanmu".
 
Ah Yong terkejut dan spontan menarik tangannya dipergang Joo Won Ra Im berkata ingin bercerita tetapi tidak bisa. Dia lalu bicara bahwa Ra Im temannya itu sementara akan besikap aneh. "dan ingat kau jangan berbagai selimut dengannya, jangan hanya memakai pakaian dalam di rumah". Ah Young kaget bagaimana Bossnya samapai tahu hal itu.
  
Tatapan mata Ra Im dengan raga Joo Won terasa sangat perhatian dan lembut. Ah Young sampai grogi dan bingung.

Ra Im  pergi, Ah young kembali ke rumah dalam keadaan setengah shock. Ah young bingung apa boss menyukainya? (hahaha).


Ra Im sampai di rumah Joo WOn, hari sudah mulai gelap dan dingin, rumah Joo Won terkunci dan berpassword.
 
Ra Im menepepon Joo Won tapi Joo Won masih kesal dan mematikan HPnya. Ra Im tak tahu passwordnya dia sendirian menotak-ngatik password tapi pintunya tetap tak terbuka.
Para pelayan yang melihat majikannya demikian merasa bingung.
"hehe aku mau masuk tapi pintunya terkunci", kata Ra Im "oh ya kau tahu Oska, kakakku di mana dia sekarang?". pelayannya kembali bingung.
 
Ra Im sampai de depan rumah Oska, Oska sedang memainkan grand piano putihnya dan membawakan lagu "Here I am".
dia begitu terpukau dan bahagia bisa melihat langsung pujaannya memainkan lagu.
 Di dalam rumah Oska, Ra Im melihat ke sana kemari dan kagum melihat rumah Oska yang lapang dengan sentuhan seni.

Mengetahui Joo Won juga lapar. Oska meminta pelayan menyiapkan makan malam untuk mereka. Tiba-tiba Ra im berkata "Tidak usah biar aku yang menyiapkannya". Pelayan dan Oska bingung.
Dan seterusnya Oska terus terperangah melihat raga Joo Won dengan cekatan memasak beragam macam masakan. Dan tak lama kemudia di meja macam Oska pun tersedia makan malam dengan menu yang lengkaaap.
Oska masih terperangah saatRa Im mengajak Oska makan.
 Tiba-tiba OSka curiga.
"apa maksudnya ini ?kamu tidak bermaksud memberiku "hidangan terakhir" khan?" (hehe kyk mau dihukum mati lalu dikasih hidangan terakhir). Dia sempat curiga managernya mengadu pada Joo Won "Kau tidak akan menuntutku setalah ini khan atau meracuniku?"
Ra Im memintanya makan.
"kau makan dahulu, eh coba yang itu", kata OSka mengambil makananyagn jauh dari Joo Won. dia benar-benar takut diracuni Joo Won haha.
Dia mengamati Joo Won makan terlebih dahulu.
Oska lalu membicarakan Ra Im, kaburnya dia sebenernya baginya juga menghilangkan kesempatan untuk romantic tour dengan Ra Im.
"kau benar senang bisa bersama Ra Im", tanya Ra Im dalam raga Joo WOn ge-er.
"tentu saja dia cerdas, cantik dan berbadan bagus"
Ra Im serasa melayang tuh.
Oska lalu menyinggung taruhan mereka.
"kau sepertinya seius dengan wanita yang menyewa rumah 300 dolar itu ya. tapi taruhan tetap taruhan kau menyingkirlah darinya!', kata OSka memperingatkan.
Ra im kaget mengetahui rahasia Joo Won dan Oska.

Setelah selesai mereka duduk bersama. Oska curhat tentang managernya. Dia lalu minta JooWon mendengarkan lagu untuk albumnya yang ke 7.  Oska memasangkan headset di telinga Joo Won.
Ra Im malu-malu tapi bahagia
"Akus suka lagunya indah bagai mimpi"
Oska berkata bahwa dia masih punya masalah dengan pengarang lagu itu yang menghilang 3 tahun lalu (sptnya Oska blum ijin pada pengarang lagunya)



Ra Im kembali ke rumah Joo Won dia masih tidak bisa membuka pintu itu.
Oska menerima telepon dari managernya, yang berkata Sutradara Yoon seol menungunya pagi besok. Oska langsung mengemasi barangnya  untuk kabur. Karen amobilnya tidak ada dia mencari Joo Won.
Raim masih mencoba masuk rumah Joo WOn dan ternyata Oska membukakan pintu dari dalam.
"bagaimana kau masuk?", Ra Im heran
"aku khan bisa menyebrang jembatan (kaya pematang dari kayu gitu) lalu masuk"
pintu lalu tertutup tidak sengaja. Ra Im kembali panik.
"aa..ku..akhir-akhir ini banyak masalah yang menimpaku, sehingga aku lupa passwordku"
"ha..sejak kapan? sudahkan kamu hubungi Ji Hyun? jika ada yang lupa apakah ada hal baru yang kau ingat?", selidik Oska khawatir. Ra Im tak mengerti maksud Oska.
Oska ingin kunci mobil JOo Won dia langsung meraba tubuh Joo Won mencari kuncinya. (Ra im kegelian hehe)
"hey berapa passwordnya?"
"36-26-34, bukankah itu ukuran favoritmu"
"36-24.." Ra Im akhirnya sadar itu ukuran apa. (ukuran dada, pinggang dan pinggul wanita dalam inchi, red)
Ra Im tiba-tiba khawatir akan Ah Young (haha ah young juga seksi dadanya juga besar hihi)

Di rumah Ra im, Joo Won mencoba tidur. Ah young masih memikirkan tadi sore dengang raga Joo Won dia lalu mengira JOo WOn menyukai dan hanya menggunakan Ra Im. Ah Young sedih untuk ra Im.

Ra Im merasa lega bisa masuk ke dalam rumah setalah kedinginan di luar. Apalagi rumah Joo Won lapang lagi nyaman. dia masuk ke kamar Joo WOn dia tepukau denga kamar mandirnya,
dan kamar tidur JooWon yang bisa memandang juga ke ruang tengah dan halaman belakang. Ra Im tampak bersenang-senang dan menikmati rumah itu. Lalu Ra Im melihat-lihat furniture, perangkat elektronik  dan benda-benda indah yang sebagian besar berwarna putih nan artistik. Dia lalu menuju ruang baju Joo WOn. Ra im melihat setelan jas mahal, dasi, sepatu olahraga, sepatu resmi dan berbagai macam jam tangan mahal yang berderet rapi.
Wow Ra im benar-benar terpukau "bisakah aku mencuri semua ini lalu kabur (hihi)"
Dia juga pergi ke dapur dan melihat isi kulkas. Banyak tersedia pula minuman bergizi untuk Joo Won.
"Wah betapa kayanya dia, dia serasa hidup di negeri dongeng". Ra im lalu bersantai di pelataran belakang rumah Joo Won (tempat favoritku di rumah Joo Won, asri dan alami)

Sebaliknya di rumah Ra Im, Joo Won tak bisa tidur, kasurnya terllau keras buat dia, dan bau bantalnya apek. Ah Young tampak tertidur pulas. Namun betapa kagetnya Joo Won karena tiba-tiba Ah Young berbalik ke arahnya dan memeluknya.
 
terlihat belahan dada Ah Yougn, pinggangnya yang ramping dan pinggulnya yang seksi (36-24-34 hahaha). Joo Won menelan air liurnya danmenahan nafasnya. Joo Won lalau menggeser kaki dan badan ah young ke samping. Namun tiba-tiba ahyoung berbalik lagi dan kali ini tubuhnya lebih merapat dan memeluknya (serasa guling haha).
Joo Won mulai susah bernafasdan tidak bisa konsetrasi. dia lalu kembali mengucapkan kata-kata matranya
Kim su han moo kabuki wa durumi......

Ra Im dengan santai tiduran di temapt tidur Joo WOn yang nyaman, tapi dia juga tidak isa tidur mengingat kata-kata Oska "kau masih  mengejar gadis yang uang sewa rumahnya 300 dolar itu ya"
Ra Im terbangun, tidak sengaja  dia menemukan uang, 40.000 dan 2000 darinya yang teripan rapi dan yang terpenting kunci motornya.
Ra Im terkesan "wah dia berhasil mengmbilnya"
ra Im lalu meng-sms bossnya , dia minta maaf karena terlihat belaku aneh di bandara tadi pagi.

Pagi harinya Ra Im dengan raga Joo Won sudah sampai di rumah Ra Im dengan naik motornya. Joo WOn memprotes setelan yang dipakaikan di raganya, menurtunya kurang pas.
"Kau juga lupa tidak memakai jam tangan lagi. Oh ya mengapa naik motor, mana mobilku?"
"Kehabisan bensin", kata Ra Im bohong
"ke tiga-tiganya?!"
"Memang ketiga-tiganya itu mobilmu, bukan mobil perusahaan?", tanya Ra Im kaget dan polos.
Ra Im meminta Joo Won mewakilinya ke Action School namun Joo Won tidak mau. Ra Im mengancam dia juga tidak mau pergi ke dept. store.
Joo Won akhirnya masuk ke rumah dan bersiap-siap. Alangkah terkejutnya Ra Im melihat baju yagn dikenakan Joo Won untuk raganya. blazer merah, dengan  bagian dalam bawahan hitam tipis dan transparan.

"kau mau pergi ke Action School dengan baju seperti itu?!"
"Aku suka gaya yang sepeti ini", Joo Won tak mau diatur.



Joo WOn dengna raga Ra Im muncuk di action school dengan penampilan yang menyolok. sunbaenya sampai terheran -heran.
mereka merasakan Ra im benar-benar beruntung juga banyak berubah setelah bertemu "si pintar menghasilkan uang" itu. Ra Im pun tampak kali ini menjawab panggilan bossnya tidak sopan seperti biasa.
Boss Im memanggil Ra Im ke ruanganya.
"megnapa sih kau selalu ingin bicara berdua. apa perlu kupanggil pengacaraku?!"
sunbaenya menganggap Ra Im berubah sejak berpacaran dengan Joo Won haha..

Ra im ke atas Bossnya tampak senang melihat ra im memakai tas yang dia belikan (bodohnya ga bilang ya ke Ra Im itu dari dia). bossnya memperlihatkan naskah berjudul "dark blood"  naskah sutradara Hollywood yang selama ini diimpi-impikan Ra Im.
Namun Joo Won tak mengerti dia tampak cuek. dia lalu membaca pean untuknya dalam bahasa Inggris yang fasih.
"dengan berlumuran darah dia berlari menuju ke arah truk"
"apa-apaan ini kau ingin aku mati?!", protes Joo Won.
Bossnya menganggap tingkah laku aneh Ra Im ini karena mengetahui dia menyukai Ra Im.
"Soal yang kau anggap kau mengetahuinya aku mengakuinya, tapi aku harap masalah itu jangan dibawa ke pekerjaan. aku akan mundur halam hal ini", kata Bossnya (kasian si boss)
Joo Won langsung menyadari bahwa boss Im tidak sekedar suka pada Ra Im tapi mencintai Ra Im. (saingan berat buat Joo Won)
Joo Won dengan pintar lalu berkata "anggaplah aku belum mengetahui apa-apa dan berjanjilah kamu tidak akan menyatakannya (cinta) padaku sampai aku mati"
(pinter nih biar dia ga bisa dapetin sama Ra Im sampai kapanpun haha)


Kim Joo Won (Ra Im) tampak pergi ke dept. store dengan motor. Asiten Kim yang menyambutnya di luar tampak bingung.
Joo Won pun berbalik menyapa asisten Kim. begitu juga ketika masuk toko. Ra Im yang beraga Joo Won tak segan membalas para staff yagn berjajar menghormat padanya.
Kejadian ini tampak sangat aneh. dan yang menjadi berita besar bahwa di dept. store bahwa CEO mereka kali ini mau ke ruangnya naik elevator (lift). Kejadian ini membuat syok GM Park. dia takut hal ini akal-akalan Joo Won saja pura-pura menderita fobia (claustrophobia red). saat itu GM park terlihat sedang berlatih untuk memalsukan tanda tangan Joo Won.

Saat istirahat di kantinJoo Won kembali terlihat besikap aneh, Asisten Kim heran dia baru melihat bossnya menyukai suatu makanan di kantin. Tiba-tiba Ra im mendapat sms dengan ring tone aneh yang ditirunya
"ada sms..ada sms" (bahasa korenya lebih lucu..aku dapet sms aku dapet sms) Asisten Kim melongo, dia juga melihat bossnya ganti HP. smsnya dari Joo Won.

Ra Im segera pulang ke rumah Joo Won, di sana mereka berkumpul dengan manager Oska. managernya mengeluh Oska menghilang.
"dia paling ke pulau di philipina", kata Ra Im yang dalam raga Joo Won
"tapi aku sudah menyita paspornya , dia pasti masih di sekitar Seoul"
Manager oska bingung terlihat Ra Im tampak mengetahui banyak soal oska
"aku khan fansnya', kilah Joo Won "aku bahkan membeli banyak kaos kakinya"

Ra Im lalu bicara pada Joo Won, sebenarnya mobilmu tidak kehabisan bensin. Oska yang memakainya. Joo Won kesal.
dia langsung menelepon polisi dan berkata bahwa mobilnya dicuri ! haha...



Memang Oska masih di dalam nergeri dia sedang berada di lapangan golf. lapangan golf itu menyimpan banyak kenangan dengan Yoon Seol.
tak lama kebetulan datanglah orang berpakaian preman. meraka mencari Oska bukan untuk meminta tanda tangannya.

Yoon Seol sepertinya merasa tahu Oska pergi ke mana. dia menuju ke lapangan golfnya. Staff disana berkata memang Oska tadi kemari tapi sekarang Oska sudah dibawa pergi.

Oska digiring ke kantor polisi dan terkejut melihat Joo Won dan Ra Im ada disana.
"jadi ini maksudmu membuatkan makanan untukku?!", Oska marah pada Joo Won (Ra Im)
"kau membuatkan dia makanan dengan tanganku?!', Joo Won tak rela hehe..
Polisi akhirnya sadar pelapor dan tersangka adalah sepupu, meraka tampak salah paham dan menyarankan berdamai. baik Yoon Seol yang terakhir datang,  dan Ra Im setuju. namun joo Won  dalam raga Ra im menentangnya.

Jadilah Oska masuk tahanan polisi. Joo Won  dengan raga Ra Im maju berbicara dengan Oska.
"Aku ingin bicara dengan Joo Won", kata Oska
"Joo Won minta aku mewakili bicara denganmu", kilah Joo Won
JooWon memakai kesempatan ini untuk bernegosiasi lagi dengan Oska soal taruhannya tetang Ra Im waktu di jeju itu. (adegan sekilas berubah, jiwa asli mereka yang tampak bicara)
Joo Won menawarkan dia akan mengurusi hal ini (berdamai red) jika Oska mau menyerahkan kembali Ra Im untuknya.
"Dia (Joo Won) tampak menyukaimu ya" ,kata Soka yang mengira dia bicara dengan Ra Im.
Oska lalu melihat ke arah Yoon Seol yang masih menyimak pembicaraan mereka.
"Tapi aku juga tidak bisa kehilanganmu. Katakan pada Joo Won aku tidak akan menyerahkanmu, tidak masalah jika dia tidak mau berdamai!"



bersambung...

< episode 6                                       episode 8>

makasih buat yang mau baca walau ketinggalan dari Indosiar, ditunggu komennya ya buat gosip bareng.

No comments:

Post a Comment

Silakan tulis komennya di sini ya...

Related Posts with Thumbnails