Free Translation

December 24, 2009

Queen Seon Deok Episode 58


Cinta Bidam terhadap Deokman



Pasukan Yushin berhasil mengguli lawan di Apryang Gu


Bidam menemui Deokman. Dia membawa dua gulungan dokumen yang berisi sumpahnya. Satu gulungan untuk ratu dan satu untuk Bidam. Bunyinya
“Jika ratu lebih dulu meninggal dari saya, Saya, Bidam, akan mengabaikan semua masalah politik dan kekuasaan dan meninggalkan dunia sekuler”.
Bidam tau bahwa hal inilah yang sebenernya dirisaukan ratu. Dan bagi Bidam tidaklah sulit membuat sumpah ini.
Deokman terharu dan menanyakan alasannya.
“Jika dunia ini tanpa Yang mulia, bahkan Negeri Suci pun tak ada artinya. Sehingga mengapa saya harus peduli dengan politik dan kekuasaan?”

Pasukan Yushin berhasil memukul mundur pasukan musuh. Bahaya besar sementara sudah lewat. Semua orang lega. Ratu meminta Yushin sementara kembali ke Sorabol.

Ratu mengadakan pertemuan resmi. Selama ancaman perang masih berlangsung, Ratu meminta semua pasukan yang masih di bawah komando para bangsawan di bawah Sangdeudeung Bidam agar diserahkan ke bawah komando Kim Yu Shin.
Dan kemudian ratu mengumumkan bahwa dia bermaksud menikah.
“Saya akan menikahi Bidam”, kata Yang Mulia.
Semua terkejut termasuk Bidam. Kim Chun Chu tidak menyukainya.

Ratu mengapresiasi Yushin atas keberhasilannya di medan perang.
Yushin berpapasan dengan Bidam. Bidam berkata bahwa Yang Mulia masih lebih mempercayai Yushin. Yushin berkata bahwa hanya Bidam yang dapat memperhati
Kan dan mendampingi Yang Mulia. Yushin memberi selamat kepada Bidam.

Kim Chun Chu bersama ratu. Dia masih tak percaya kepada Bidam. Ratu menunjukkan gulungan sumpah Bidam. Untuk jaminan Kim Chun chun ratu membuat salinan sumpah Bidam. Dan Yang berkata jika bidam mengingkari janjinya bunuhlah Bidam.


Bidam mendapati ratu masih membaca dan belum beristirahat. Bidam memintanya tidur beristirahat. Deokman berkata dia tidak bisa tidur. Bidam menuntunnya ke ranjang dan memintanya tidur. Deokman berkata dada yang selalu berdebar membuatnya sulit tidur. Bidam bertanya sebabnya. Deokman berkata dia cemas apa yang terjadi esok. Bidam menaruh tangannya di dada Ratu.
“Apa dada yang Mulia masih berdebar?”.
“Tidak”, jawab deokman.
Bidam menepuk-nepuk dada ratu dengan lembut. Bidam akan menemani ratu sampai tertidur.
Deokman bercerita waktu di gurun pun di sulit tidur.
Bidam bertanya “Apa dulu Yang mulia juga cemas?”
Menurut deokman walau dia tidak cemas dia selalu penasaran apa yang akan dihadapinya esok.
Deokman akhirnya tertidur, Bidam pergi.

Bidam mengambil buku-buku map tiga kerajaan tulisan guru Munno. Dia memperlihatkan buku-buku tersebut kepada Yushin. Yushin bagai tak percaya bahwa ada buku berharga seperti itu. Bidam meminta Yushin untuk membaca dan mempelajarinya, Dan berharap supaya Yushin bisa menolongnya suatu saat.

Yeom Jeong anak buah Bidam panik saat dia mengetahui bahwa buku-buku map tiga kerajaan sudah tidak ada di tempatnya. Dia takut Bidam memberikannya kepada Kim Yu Shin. Yeom Jeong terus mencari buku itu di ruangan-ruangan Bidam. Kemudian dia berusaha membuka sebuah peti dan tidak juga berhasil menemukan buku itu. Namun dia penasaran membaca sebuah gulungan. Dia terkejut isi gulungan itu sumpah rahasia atara Bidam dan ratu. Yeom Jeong tidak senang dan panik, dia membangunkan misaeng tengah malam.

Pagi-pagi sekali Yeom Jeong dan Misaeng memanggil para bangsawan dalam faksinya. Mereka membocorkan sumpah rahasia Bidam. Para bangsawan kecewa merasa dikhianati Bidam karena mereka sudah terlanjur menyerahkan semua sisa pasukannya kepada Yushin. Dan tidak ada jaminan posisi bagi mereka di masa depan.
Mereka ingin protes kepada  Bidam. Namun Misaeng merasa protes langsung tidak ada gunanya. Misaeng dan YeomJong memikirkan cara licik lain untuk menjebak dan memojokkan Bidam.

Mereka mengadakan kesepakatan palsu dengan utusan dari Kaisar Tang dengan mengatasnamakan Bidam tanpa sepengetahuan Bidam. Mereka menggunakan tinta bulu kipas rahasia untuk menulis perjanjian .(Ko paman tega ya sama ponakan sendiri, beda banget sama seolwon yang cuma pacar ibunya)

Utusan kaisar Tang datang. Mereka menyapa Ratu dan memberi hadiah. Utusan merasa prihatin dengan peperangan Shilla. Kemudian utusan itu membicarakan akan ada hubungan erat dengan Shilla. Ratu meminta penjelasan lebih lanjut.
Utusan berkata mungkin karena rajanya seorang wanita jadi kerajaan lain memandang rendah Shilla. Utusan berkata bahwa Kaisar akan mengirim kerabatnya untuk dinikahkan dan menjadi Raja di Shilla.
Ratu marah dan minta Alcheon menahan utusan sampai dia mendapatkan konfirmasi mengenai kebenaran hal ini dari kaisar Tang.

Bidam mengadakan pertemuan dengan para pejabat dibawahnya. Dia tidak suka karena utusan Tang berusaha merendahkan Yang Mulia. Akhirnya Bidam tahu bahwa para utusan itu berbicara demikian karena telah diatur oleh para bawahannya. Bidam marah karena mereka berani beraninya membuat perjanjian rahasia dengan menyalahgunakan namanya.

Utusan Tang menyuruh penjaga menyerahkan kipas bulu kepada Sangdeudeung. Alcheon melaporkan dan membawanya dahulu kepada ratu.. Chunchu curiga terhadap bulu kipas itusebagai alat menyimpan pesan rahasia. Chunchu menguapi kipas itu lalu menempelkannya di kain putih. Dan tercetaklah isi perjanjian rahasia itu.
Perjanjian itu berisi bahwa jika utusan berbicara dihadapan para pejabat mengenai kerugian raja wanita maka Shilla akan mengirimkan bantuan 3000 tentara kepada tang jika mereka berperang melawan Koguryo. Dan tertulis perjanjian itu dibuat antara kedua utusan raja Tang dan Sangdeudeung Negeri Suci.

No comments:

Post a Comment

Silakan tulis komennya di sini ya...

Related Posts with Thumbnails