Free Translation

May 18, 2010

Sinopsis Smile, You episode 26

Dari rumah Jung In, Kang Hyun Soo dan Seo Jung In berangkat menuju tempat tujuan ski resort naik mobil BEAT mereka. (aku baru sadar lagi nulis 2 sinop.smile dan BV tokoh2 utamanya nama marganya sama Kang). Mereka menikmati perjalanan ini.
"Jung In, gimana kalo kita pergi ke tempat lain aja", canda Hyun Soo iseng (biar cm berduaan aja ya ;P)
Jung In juga sebenarnya ingin berduaan pergi ke pantai dengan Hyun Soo.
"Tapi musim sepeti ini ke laut sangat dingin", komentar Hyun Soo
Hyun Soo lalu pura-pura kedinginan
"Aku sudah setel penghangatnya, kenapa tidak jalan ya", kata Hyun Soo akal-akalan.
Jung In tahu akal-akalan Hyun Soo yang cuma ingin dipegangi tangannya
"Kalau gitu kau perlu perbaiki heaternya", balas Jung In memegang tangan Hyun Soo.

Di mobil Sang Hoon, Seo Jung Kil yang mendapat telepon dari Lee Han See tak percaya apa yang di dengarnya
"Yang terdaftar di rumah itu adalah nama Baek Geum Ja",  kata Lee Han Se
"Baek..baek Geum Ja?!?", Jung Kil heran tak percaya
Baek Geum ja penasaran mendengar namanya disebut
"Tidak mungkin..Baek Geum Ja adalah ibunya Kang Hyun Soo", kilah Jung Kil
Lee Han Se gantian yang terkejut, dia merasa sekertaris Kim yang salah mendapatkan datanya.
"Apa dia lahir tahun 1958 bulan agustus?", tanya Han Se.
Geum Ja mengiyakan bahwa dia lahir tahun itu. Jung Kil dan Han Se merasa semua ini seperti lelucon.
RUmah peninggalan kakek Jung In sampai ke tangan Geum Ja.
Geum Ja terus penasaran karena namanya selalu disebut-sebut. SEmuanya heboh sampai tempat peristirahatan. GEum Ja lalu merebut HP Jung Kil.
"Kamu ini Lee Han Se khan?", tebak Geum Ja
"Bibi, juallah rumah itu padaku", pinta Han Se
Geum Ja juga bingung dia tak mengerti semua tentang ini.
Tapi begitu sadar ini tentang rumah dan warisan, mereka jadi ribut dan heboh. Geum Ja dan Sang hoon mengira rumah itu adalah rumah kakek dan car centre. Mereka lupa telah berjanji bertemu dengan Jung In dan Hyun Soo dan segera berbalik pulang ke rumah. Saking penasarannya dan ingin mendapat penjelasan hal ini mereka lupa untuk menunggu Jung In di sana.



Jung In dan Hyun Soo tiba di tempat pemberhentian, tempat dia dan rombongan orang tuanya berjanji bertemu. Namun tidak ada tanda-tanda mereka datang ke sana. Jung In menelepon kakek di rumah. dan kakek pun tidak mendengar kabar dari mereka. Kakek menyuruh mereka berangkat saja berdua.
Mereka mengira mungkin karena antusiasnya piknik mereka sampai lupa berhenti. Sebelum melanjutkan perjalanan Hyun Soo dan Jung In mengambil foto lucu mereka berdua sebagai kenang-kenangan.

Di rumah kakek masih bersama So Nyu di rumah. Kakek yang terlalu baik dan polos memberinya makan malam. Wanita itu senang saja makan dan bisa berlama-lama bersama kakek, padahal awalnya alasannya ke sana hanya untuk mengantar undangan  melakukan general check up bersama-sama.
Kakek lalu kedatangan tamu lagi. Kakek Joon Bae yang tahu kakek ditinggal keluarganya pikinik ingin menemani Kakek di rumah. BEgitu mendenganr suara Joon bae, So Nyu panik (makanya kalau deketin kakek2 satu aja jangan dua duanya mau diembat hehe). Dia berkata pada kakek takut Joon Bae salah paham, dan minta ijin bersembunyi di kamar. Kakek yang tidak merasa bersalah sih cuek aja. Saat tak terlihat Jooe Bae, dia pun buru-buru pulang.

Sung Joon ke rumah Ji Soo. Dia bilang ingin menginap malam ini di sana. Tapi Jung Kyung yang curiga kakaknya cuma cari alasan menyuruh kakaknya pulang
"Aku tidak bisa pulang. Kakek sedang ada bersama wanita", kata Sung Joon bergossip.

Dalam perjalanan, Jung In sudah mulai capek. Hyun Soo menyuruhnya tidur
"Nanti bagitu sampai di sana aku bagunkan", tawar Hyun Soo
"Ga ah kalau aku tidur, aku takut Oppa mengantuk", jawab Jung In.
Jung In ingin menyetel musik tapi Hyun Soo memintanya menyanyi saja.
"Aku tidak mau menyanyi jika tidak ada mikrofon", kata Jung In (biasa karaokean kali ya hihi)
Jung In akhirnya merekam suara di HP, seolah-olah sedang siaran.
"Aku si katak bermata besar Seo Jung In, aku punya pacar yang bodoh. Aku akan menyanyikan lagu I Can't Sleep (OST Smile, Yo yang dinyanyiin sama ShinJi)", kata Jung In memulai siarannya
"sari ppajyeoyo...jamdo motjayo (Aku tidak bisa terlelap, berat badanku turun)", Jung In mulai menyanyi bait pertamanya

Hyun Soo tak tahan ingin mencandai Jung In
"Oh berat badanmu sekarang sudah turun?", kata Hyun Soo jail.
Jung In sempai kesal dan merajuk tak mau nyanyi lagi
"Kekasih siapa sih yang pintar menyanyi", rayu Hyun Soo
Jung In lalu melanjutkan lagunya (boleh cek aja di postingan OST MV smile you ya, I cant sleep by Shinji bait pertama)
"iyuneun jal mollayo...jakku meonghani maeil nan ureoyo..geudaeman chajayo (namun ku tak tahu sebabnya..tiap hari ku kerap melamun dan menangis...yang kucari hanya dirimu)"

"gakkai sondaheuldeusi.. neul japhildeusi, geudaen geureoke seoinneunde,meolgiman hajyo (tangan kita seolah olah dekat, kau seolah-olah akan menggenggam tanganku, kau berdiri di sana... tapi terasa jauh)"
mereka lalu berpegangan tangan dan berdekatan satu sama lain (kec. sopir angkot, ko co klo lagi nyetir mobil kliatan keren ya)

Tak lama kemudian tempat tujuan mereka sudah terlihat di depan, tempat yang indah yang dipenuhi salju. Hyun Soo dan Jung In langsung berteriak kegirangan.

Mereka lalu turun dari mobil dan naik semacam ban dan berlomba meluncur turun di atas salju.
Lalu mereka bersenang-senang bercanda sambil perang-perangan salju. mereka ga hanya pasangan romantis tapi juga seru. (klo LBH dan KTH maen salju di IRIS jadi kerasa boring klo dibandingin sama HS- JI di smile )

Rombongan Baek Gem Ja dan Seo Jung Kil kembali ke rumah. Kakek dan Joon Bae  heran. Apa lagi Baek Geum Ja dan Jung Kil yang seperti anak kecil terlihat memperebutkan ingin dekat-dekat kakek.
Geum Ja salah tangkap permbicaraan Han Se tadi, dia kira yang dimaksud rumah adalah rumah kakek, padahal maksudnya rumah lama Jung In. Jung Kil merasa kege-eran, dia pikir kakek sengaja menyelamatkan warisan rumah itu dari ayahnya dan sementara dituliskan atas nama geum Ja.
Sang Hoon lalu meminta pada ayahnya agar tidak menjadi ribut dan salah paham sebaiknya wasiat itu dikemukakan saja. Kakek lalu menaruh surat wasiat itu dan dibaca oleh Sang Hoon. Isinya bahwa orang tua Seo Jung Kil dulu ternyata memberikan 50% bagian perusahaannya pada kakek. Tapi kenyataannya kakek tidak mengambilnya dan sekarang pun perusahaan itu sudah bangkrut. Jadi warisan yang diharap-harapkan Seo Jung Kil sebenarnya tidak ada.

Kakek hanya mengambil esensi dari surat wasiat itu. bahwa majikannya begitu mempercayai dia yang bukan apa-apa dan rela memberikan setengah hartanya pada kakek. Sehingga saat Jung Kil jatuh dia merasa berkewajiban mengurus dan menampungnya. Jika waktu itu jung kil memaksa memberikan warisan yang sebenarnya tidak ada atau rumah Kakek sama saja menyuruh dirinya mati, atau menganggap ikatan keluarga mereka putus. Dan mengenai rumah lama Jung In, memang kakek yang membelinya lewat Kakek Joon Bae dengan tabungannya berhasil dia kumpulkan sepanjang hidupnya(kakek ternyata pelit karena nabungnya kenceng). Kakek merasa rumah itupun berarti untuknya karena pernah ditampung disana dan sanghoon pun pernah lahir di sana. Kakek pun memutuskan memberikan rumah itu pada Geum Ja orang yang sepetinya tidak akan menjualnya dan karena Geum Ja-lah kakek merasa tenang hidupnya dan bisa menyisihkan banyak uang. Geum Ja terperanjat tak percaya.
"Menantu, kamulah yang selama 30 tahun sangat apik soal uang 1000 won dan 2000 won tidak dihambur-hamburkan", kata kakek. Dia lalu memberikan sertifikat rumah itu pada Geum Ja.
Geum Ja menangis terharu dan merasa tak percaya. Dia juga merasa malu dan bersalah karena selama ini sering berkeluh kesah dan berprangsanka buruk pada kakek.
Giliran Seo Jung Kil yang merasa sanga kecewa, dia merasa rumah itu adalah rumahnya.

Hyun Soo menelepon ke rumah, dia merasa heran tidak menemukan rombongan orang tua mereka di sana. Hyun Soo kaget karena orang tuanya lah yang menerima telepon
"Ibu, mengapa kau malah ada di rumah?!"
Geum Ja berkata ada seseuatu yang penting yang tadi mereka bicarakan dan minta anaknya segera pulang saja. Geum Ja tidak merinci hal pening apa, Hyun Soo jadi penasaran, dan Jung In yang malah cemas. Dia takut pulang, takut rahasia back street mereka terbongkar. Hyun Soo akhirnya memutuskan beristirahat dulu di sanadan memcoba main ski, karena dia sudah terlanjur membooking 2 kamar hotel. Kamar Jung In dan Hyun Soo bersebelahan. Hyun Soo lalu bersantai, keluar ke lobby kamarnya, Jung in juga ternyata sedang di lobby luar kamarnya dan ada di seberangnya.

Tak lama kemudian, Hyun Soo terlihat sudah ada di lobby kamar Jung In (hayoo nakal masuk2 kamar Jung In ih).

Malam itu juga Mereka lalu main ski. Hyun Soo ternyata belum pandai main ski. Jung In yang sudah lihai mengarahkan Hyun Soo. Tapi tetap saja hyun soo masih jatuh dan terpeleset.
 Saat Jung In bermaksud menolong Hyun Soo berdiri, Hyun Soo malah menarik Jung In jatuh bersamanya. Hyun Soo yang lagi "nakal" mengajak Jung In bermesraan.

Saat Si mupeng Hyun Soo sudah mau beraksi, tiba-tiba ada pemain ski yang mendekati mereka dan memerciki banyak salju ke mereka berdua. Orang itu bahkan mengambil sebelah papan ski Jung In dan langsung meluncur turun.
Jung In emosi  dia mengambil papan ski Hyun Soo dan mengejar orang yang kurang ajar mengambil papan skinya. Saat sampai di bawah ternyata orang itu adalah Lee Han Se.

Lee Han Se dibantu sekertaris Kim, sengaja mencari akal untuk membuat Jung In terpisah sementara dari Hyun Soo. Lee Han Se ingin mengambil kesempatan untuk kencan berdua dengan Jung In. Han Se memberikan minuman untuk Jung In, tapi Jung In sedang marah dan kesal merasa diliciki. Dia berkata bahwa dia sudah tidak akan menyukai Le Han Se lagi walau Han Se berusaha keras untuk mengambil hatinya.
Jung In lalu ingin pergi, tapi Han Se memintanya menunggu sejenak. Han Se sedang membuat boneka salju untuk Jung In, dan ingin Jung In melihat hasilnya. Han Se berkata inilah pertama kalinya dia membuat sesuatu sendiri. Han Se juga berkata dia bersedia belajar memasak dan memasak makanan  untuk Jung In. Jung In trenyuh juga dia tidak jadi pergi. Han Se lalu berkata bahwa Jung In tak perlu membayar cincin itu lagi karena sudah dibayarkan oleh Hyun Soo. Jung In kaget. saat bersamaan Hyun Soo pun datang menemukan mereka.
Han Se berkata pada Hyun Soo karena dia tidak bisa menerima dobel pembayaran dari Hyun Soo dan Jung In. Jung In merasa harga dirinya terusik, dia kesal dan langsung pergi meluncur turun. Mereka berdua mengejar jung In turun. Tapi kemudian Hyun Soo membiarkan Jung In pergi sejenak.

Sang Hoon cemas dia dari tadi berusaha menelepon Hyun Soo tapi tidak diangkat (lagi asyik pacaran dan maen ski oom). Geum Ja sampai heran
"Hyun Soo khan pandai menyetir, kamu tak perlu cemas begitu", sahut Geum Ja
(Ini mah cemas yg lain takut anaknya kencan sama Jung In hehe)
Sang Hoon akhirnya berhasil menelepon Hyun Soo dan berkata bahwa dia sempat melihat Hyun Soo dan Jung In berciuman saat acara launching BEAT. Sang Hoon ingin Hyun Soo mempertimbangkan kondisi 2 keluarga yang sedang tidak baik dan mengakhiri kencannya dengan Jung In.
"Aku tidak bisa, nanti aku akan mengatakannya begitu sampai di rumah", kata Hyun Soo

Hyun Soo lalu bermaksud mengajak Jung In pulang. Jung In tidak mau membuka pintunya. Hyun Soo berkata menunggunya di mobil. Saat sampai di mobil. Hyun Soo melihat 2 ban mobilnya telah dicopot. Han Se rupanya menyuruh sekertarisnya agar tidak membiarkan mereka berdua pergi dulu dari sana.

Hyun Soo lalu menemui Jung In yang sedang melamun di kamarnya. Dia berusaha membujuk Jung In agar tidak marah lagi (di sini Jung In ko keliatan cantik banget dan Hyun Soo juga keliatan ganteng banget, seneng banget liatnya).

"Kapan kamu melunasi uang cincin itu?"tanya Jung In
"Rasanya sejak aku mulai jatuh cinta padamu", rayu Hyun Soo (ayo episode brapa ada yang inget ga? hehe)
Jung In merasa dilangkahi dia merasa bisa membayar uang itu dengan jerih payahnya sendiri.
"Hutang sebanyak itu Kau akan mencicilnya sampai 10 tahun? dan selama 10 tahun kau berarti akan menemui Han Se terus?" goda Hyun Soo
"Tidak sampailah 10 tahun paling 5 tahun", tawar Jung In
"Tadi saja kau menemui Han Se aku cemburu, apalagi kalau selama 5 tahun", kata Hyun Soo.
"Bagaimana kalau kau menemui dan membayarkannya padaku saja. karena aku mencintaimu kau boleh membayar tanpa bunga", canda Hyun Soo.
Jung In pun sudah tidak marah lagi.
Hyun Soo lalu memeluk Jung In. Perlahan Hyun Soo berkata bahwa ayahnya , Sang Hoon sudah tahu hubungan mereka. Jung In langsung tegang dan cemas. Tapi Hyun Soo ingin Jung In tidak melupakan janji mereka untuk bicara terus terang pada keluarga mereka.
Lee Han Se datang, begitu melihat mereka berpelukan dia langsung memisahkan mereka,dan membawa Hyun Soo keluar kamar.

Tengah malam, di rumah Ji Soo.  Sung Joon ingin tahu lebih jauh tentang gerombolan yang menghajarnya. Tapi Ji Soo malah minta mereka berdua putus hubungan saja. Ji Soo beralasan dia tidak mau ketenangannya jadi terganggu karena masalah ini. Sung Joon kecewa mengatahui Ji Soo terganggu karena kehadirannya. Sung Joon sedih dan patah hati.  Sebenarnya Ji Soo yang sedih ,selain dia tak mau Sung Joon terlibat masalah dengan mantan pacarnya gang motor itu, dia merasa mama Sung Joon tak suka padanya.
Malam itu Sung Joon terus merenung di kamarnya sendirian.

Pagi hari Hyun Soo dan Jung In berhasil melepaskan diri dari Han Se dan langsung pulang ke rumah. Di jalan Hyun Soo menelepon ke rumah. Geum Ja yang pagi itu tampak senang sekali menerima telepon (gimana ga seneng dapet durian runtuh hehe).
"Bu, saya segera pulang. semua orang tolong kumpulkan di rumah ya, ada yang mau kukatakan pada semuanya", kata Hyun Soo. Jung In merasa tegang.
"Oh Iya, ibu juga ada kabar yang ingin kukatakan padamu", kata Geum Ja senang
Hyun Soo dan Jung In saling menggenggam tangan untuk mendapatkan kekuatan bersama.

Pagi-pagi Sung Joon bermaksud mengajak Ji Soo menemui orang tuanya. Setelah merenung Sung Joon masalah Ji Soo adalah takut hubungan mereka tidak direstui orang tuanya. Sung Joon lalu memutuskan untuk meminta ijin pada orang tuanya.

Hyun Soo dan Jung In tiba di rumah. Mereka turun dari mobil, berpegangan tangan untuk memantapkan tekad mereka. Sang Hoon yang melihatnya di halaman mencegahnya, dia cemas dan prihatin.
"Ayo sini aku mau bicara", cegah sang hoon
"Ayah, kali ini biar aku yang bicara", kata Hyun Soo tegas.

Jung In dan Hyun Soo lalu masuk ke dalam rumah. Geum Ja menyambut di pintu, dia heran melihat anaknya berpegangan tangan dengan Jung In. Begitu juga Jung Kil dan istrinya.
Mereka berdua berlutut di depan orang tua mereka
"Ijinkanlah kami untuk secara resmi berpacaran", pinta Hyun Soo tanpa basa basi
Geum ja bingung dia merasa tak percaya apa yang di dengarnya
"apa tadi yang mereka bilang?!", tanya Geum Ja pada Jung Kil
"Mereka berpacaran", kata Jung kil yang kaget juga

Sung Joon dan Ji Soo yang baru datang juga tak menyangka Hyun Soo bertindak secepat itu 
"Kami berdua saling mencintai, ijinkan kami", tambah Hyun Soo

"Saya akui saya banyak kekurangan", tambah Jung In.
Geum Ja syok mendengarnya

episode 25                                  episode 27 >

15 comments:

  1. wkwkwkkwkwwk knp jolang merah ga keluar ya

    ReplyDelete
  2. jolang merahnya ga dibawa piknik ari ga keren dong. yang dibawa si MONGU BEAT

    ReplyDelete
  3. wkwkwkkwkwkwkwkw, gtu ya teh habis kembarannya si jolang dibawa wkwkwkwk*ngakak*

    ReplyDelete
  4. idiihh ngiri liat mereka..pacaran main ski.hahaha

    ReplyDelete
  5. Mkin rumit aja nih critanya.gak slah sinet indo jiplak nih drama,bgus sih.wajib diputer di indosiar.
    Evi

    ReplyDelete
  6. pacaran ala drama korea pasti ada scene kencan maen ski ato ga ice skating, jadi iri liat HS-JI, makasih teh SY nya

    ReplyDelete
  7. oh trnyata isi wasiatnya itu ya...
    pantesan pada kaget hehehe...
    tp yg lebih aneh itu rmhnya ko jd milik geumja...

    ReplyDelete
  8. iya nih..bikin ngiri soalnya yang maen ski gini ga bisa ditiru di indonesia hehe...
    @enNa iya itu isi surat wasiatnya ayah seo Jung Kil ngasih 50% harta perusahaannya..tp bangkrut..kasian banget nasib jungkil ya hehe

    ReplyDelete
  9. hooh gitu da kl org yg serakah mah,,ga didunia nyata di dunia film jg ky gitu ya...hehehe

    ReplyDelete
  10. pa kabar della norega pa kabar evi, makasih udah rajin comment. kali-kali mampir di c box juga dong.
    @enNa emang prnah tahu kejadian nyata seperti itu juga ya?
    @april dah merid belom? ntar minta bulan madunya ke tempat yg ada saljunya ya hehe (wuah ko aku yg jadi ngiri hihi)

    ReplyDelete
  11. lam knl mb nana, mb smile you tuch episodeny da brp?

    ReplyDelete
  12. lam kenal juga muthia. episodenya smile you ada 45 say. sabar ya

    ReplyDelete
  13. mb ditunggu lanjutannya..,

    ReplyDelete
  14. @yas makasih atas komen keduanya..
    sorry ya dr td pagi sibuk mungkin lanjutannya keluarnya telat
    salam kenal ya

    ReplyDelete
  15. For earrings, you would need ear posts or wires or clip-on bases. pandora shop For bracelets, you need memory wire or stretchy cord or beading wire and clasps. pandora charm For necklaces, memory wire or beading wire, clasps and perhaps pendants. The main reason for the increasing favor shown titanium pandora silver charms is that titanium body jewelry items are about half the weight of equivalent stainless steel items. In addition, titanium can be anodized and this creates a pandora bracelets marvelous variety of colors when contrasted with the single option of stainless steel’pandora bangles s silver appearance. But the markup is much higher. Although the stainless steels used contain some nickel, they don't release nickel salts into the body and therefore are highly pandora necklaces unlikely to lead to nickel contact dermatitis. Most stainless steel body jewelry items are electro-polished. This is a reasonably sophisticated surface finishing technique pandora beads which leaves the finished surface very smooth and free of pandora earrings any crevices or fissures. The result is a significantly higher surface integrity pandora sets which is ideal for body jewelry. Alternatively, titanium has recently pandora bracelet become very popular as a material for body jewelry. In fact, it is challenging stainless steel as the favored metal. A bead board is a good idea too. Its ruled tracks help you measure and lay out designs for pandora bracelet charms bracelets and necklaces; as well as to corral the beads you are working with at a given time.

    ReplyDelete

Silakan tulis komennya di sini ya...

Related Posts with Thumbnails