Free Translation

April 4, 2010

Chuno (Slave Hunter) episode 16

Song Tae Ha berlari pulang dengan panik. dia akhirnya sampai di rumah. Melihat Dae Gil menodong istrinya dia pun segera menodongkan goloknya di leher Dae Gil.
"Apa kau datang untuk mencariku", kata Tae Ha pada Dae Gil.
Dae Gil menyelesesaikan percakapannya dengan Un Nyyun
"Kebahagian sama sekali tidak datang pada seseorang yang berusaha bertahan hidup!", katanya tegas pada Un Nyun.
"Turunkan senjatamu!", kata Tae Ha.
Un Nyun perlahan-lahan mundur. Dae Gil menanyakan teman2nya Choi dan Wang Son. Song Tae Ha balik bertanya
"Apa kau orang yang menghabisi anak buahku?"
Tdak ada seorangpun yang menjawab tapi keduanya saling curiga. Mereka pun bertarung. Un Nyun panik melihat mereka bertarung.
Tiba-tiba Un Nyun dengan berani masuk ke tengah-tengah pertarungan, dia menghalangi suaminya. Dia nekad dan hampir terkena senjata mereka. Suaminya heran. Tapi dae gil lalu mendorong Un Nyun keluar dari pertarungan mereka. Un Nyun tidak sampai hati lihat 2 orang mantan kekasih dan suaminya bertengkar. Dia kembali nekad masuk ke tengah-tengah mereka. DIa kali ini menghadap Dae Gil.
"Berani sekali kamu menghalangiku. Minggir!", kata Dae Gil
"Apakah cukup bila aku saja yang mati?", kata Un Nyun terbata-bata. Dae Gil menahan kesalnya. Dia bagaimanapun tidak bisa melukai Un Nyun.

Un Nyun lalu berkata jujur pada suaminya.
"Dia lah orang yang dulu saya cintai, yang mencuri hatiku , dan lalu kukubur dalam-dalam di lubuk hatiku, sebelum aku datang padamu". Dae Gil terpaku mendengar pengakuan Un Nyun
"Bukankah dia sudah meninggal?", kata tae ha heran
"Aku juga mengira begitu. Dulu aku di keluarganya adalah...", Un Nyun ingin mengutarakan semuanya
"berhenti jangan lanjutkan, yang penting kamu sekarang mencintaiku", potong Tae Ha cemburu.
 Tae Ha menawarkan tempat lain di mana mereka bertarung.
Un Nyun sangat cemas. Dia ingin menghentikan suaminya
"Tenanglah, ini baru akan beres dengan sekali duel. Aku tidak akan melukainya. aku akan kembali. jagalah pangeran. dia anak kita", kata Tae Ha sambil memegang tangan istrinya.
Dae gil memperhatikan dr jauh , Un Nyun bukan miliknya lagi.

Mereka berdua pergi. Un Nyun terduduk lemas. dia mengingat kata-kata Dae Gil.
"Aku ingin mengubah kitidaksamaan antara bangsawan dan rakyat biasa. Sehingga kita bisa hidup bersama selamanya"
Dia juga ingat kata-kata Tae Ha "Selamanya, saya akan selalu setia kepadamu"
Dia juga ingat kata-katanya pada Tae Ha "Saya akan setia padamu, selamanya"
Un Nyun lemas dan menangis...
Seol Hwa di jalanan menangis tak tentu arah setelah ditinggal Dae Gil.

Mr. Y dan seorang bangsawan diam-diam membawa Pangeran Wangson pergi dari rumah  T. Sepeninggalan Song Tae Ha, Mr Y. tidak percaya jika pangeran diasuh oleh seorang wanita (Un Nyun) yang belum mereka kenal sebelumnya.
Un Nyun berusaha menguasai emosinya kembali. Dia menghapus air matanya dan ingat tugasnya. Dia kembali ke kamar mencari pangeran. Dia bingung pangeran tidak ada di kamar. Dia panik mencari pangeran.

Dae gil dan Tae Ha menemukan tempat yang cocok untuk pertarungan mereka
"Ini tempat yang sempurna untuk kematian seorang budak", gertak Dae Gil.
Mereka akhirnya bertarung, Tae Ha memulai serangan. Pertarungan terlihat seru karena mereka berdua seimbang.
"Kamu salah mengejar orang, saya tidak terlahir budak"
"Saya juga tidak terlahir sebagai slave hunter" balas Dae Gil
Mereka lanjut bertarung, kecepatan gerakan mereka sepadan. Tapi Dae Gil terlebih dahulu kritis. senjata Tae Ha lebih panjang, Dae gil kalah. Tae Ha tapi tidak melukainya sedikitpun.

Un Nyun akhirnya mencari keluar dia merasa seseorang telah menculik pangeran. dia mengejar sampai ke kota.

"Aku berjanji padanya tidak akan membunuhmu" kata Tae Ha.
"Aku berjanji sekuat tenaga akan membunuhmu", kata Dae gil. Tae ha mengulurkan senjatanya. "Demi cinta kalian di masa lalu, aku melepaskanmu", kata Tae Ha
"Siapa yang mencinta? Apa menurutmu aku akan mencintai seorang pelayan/budak di keluargaku?", kata Dae Gil dingin
Tae Ha heran mendengar kata budak. "Siapa yang kau maksud dengan budak?", tanya Tae Ha bingung.
Saat Tae Ha tak konsentrasi Dae Gil langsung menyerang Tae Ha. Dia hampir terluka, sanggul di kepalanya terlepas.
Dae Gil lebih bernafsu menyerang Tae Ha. Tapi Tae Ha mulai tidak konsentrasi
"Apa kau menyebut istriku budak?". Dae Gil mengacuhkannya,dia membiarkan Tae Ha bingung sambil bertarung.Tae Ha ingat saat-saat Istrinya tampak cemas mendengar kata slave hunter, juga istrinya selalu memanggilnya Tuan. Juga saat Un Nyun menangis kemaren ingin menatakan sesuatu padanya
"Bukan, dia bukan budak!". Tae Ha belum bisa menerima kemungkinan itu. Mereka terus bertarung.

Un Nyun sampai di pasar, dia dari kejauhan melihat bangsawan yang membawa pangeran. Dia lalu menyusul mereka.
Un Nyun membujuk mereka menembalikan pangeran tapi mereka menolak. Un Nyun mencari akal.
Dia lalu berkata bahwa sangat tidak wajar jika di depan banyak orang, laki-laki menggendong anak. Orang bisa curiga dan pangeran bisa dalam bahaya. Dia berjanji menggendongkan pangeran sampai pinggir kota. Un Nyun juga tidak mau jalan di depan, dia memilih jalan dibelakang, takut terlihat aneh di mata orang (adatnya perempuan itu jalan dibelakang laki-laki).
Hwang Chul woon setelah mumbunuh bansawan dan anak buah Tae Ha dia mencari pangeran. Hwang chul woon lalu mencegat rombongan Un Nyun juga Seorang bangsawan tewas. Chul Woong mengancam Mr. Y menanyakan pangeran Won Son. Ternyata Un Nyun sudah tidak ada di belakang mereka. Dia telah kabur sambil menggendong pangeran.

Dae Gil masih bertarung dengan Tae Ha mereka terus bertarung seimbang sampai matahari mulai bergerak turun. Akhirnya mereka pun kelelahan. Tae ambruk di tanah begitu juga Dae Gil ambruk di atas badan Tae Ha.
Sambil tertidur Tae Ha masih menanyakan status Un Nyun. "Katakan bahwa dia bukan budak"
Dae Gil tertawa, dengan sisa tenaganya hendak membalas dendam untuk teman-temannya. Dia mengambil tusuk rambut Choi. Dia berniat menusukkannya pada Tae Ha
"Jenderal Choiiiii", teriak DaeGIl sambil menusuk, tapi ternyata dia tak sanggup dia menusuk ke samping kepala Tae ha
"Ini untuk wang Son", teriak Dae Gil sambil menusuk, tapi lagi-lagi dia tak sampai hati, dia menusuk ke samping. (emang dia bukan pembunuh lagian itu suami Un Nyun)
Tusukan terakhir untuk Un Nyun tapi dia semakin tak sanggup, tusuk rambutnya terjatuh. Dae Gil akhirnya berteriak sambil menangis. Dia lalu tergeletak di tanah di samping Tae Ha.
Tae Ha lelah fisik dan batin. Dia masih tak bisa mempercayai Un Nyun itu terlahir budak. Pikirannya kosong.
Tae Ha juga tidak melawan saat Dae Gil mengikatnya dan membawa sebagai budak tangkapan.

Mereka berdua beristirahat di sebuah tempat. Tae Ha masih terpikir soal asal-usul Un Nyunistrinya.
"Apa asal-usul berpengaruh jika kalian saling mencintai", kata Dae Gil yang sudah bisa menerima kenyataan
"Tapi asal -usul manusia itu tidak berubah", kata Tae Ha
"Dunia jadi terbagi-bagi karena ada orang-orang berkuasa seperti kalian", sindir Dae Gil. Tae ha berkata palin tidak dia telah berusaha agar dunia menjadi berubah.

Un Nyun tiba kembali ke rumah, dia menunggu-nunggu suaminya yang tak kunjung datang.

Kembali ke pemberontakan Eop bok (chuno itu seperti punya dua cerita, cerita ini ga nyambung sama cerita intinya). Para budak lega karena diselamatkan oleh pemuda Sang Penolong. Pemuda ini ternyata yang selalu mengirimkan pesan membantu pemberontakan mereka.
Dia lalu ke markas Eop bok. Dia memperkenalkan diri sebaai pemuda bernama Geun Bo yang dari kecil telah lahir sebagai budak. Dia lalu sempat terpisah dari orang tuanya. Dia berkata bahwa dia mengkoordinir pemberontakan sejenis di tempat lain. Sang pemuda menceritakan mimpinya, bahwa dunia harus berubah. Nanti para budak harus diperlakukan hormat dan mereka sederajat. Smuanya adalah raja. Para budak terkaum-kagum dengan kepandaian dan wawasan sang pemuda. Salah seorang nyeletuk
"Orang sepandai Anda mengapa tak ikut ujian negara?". mereka akhirnya sadar tidak ada budak yang bisa ikut ujian negara.
Seusai pertemuan Eop bok merenung, dia berbicara dengan chopbok
"Jika perjuangan kita berhasil dan kita berkuasa, apa para bangsawan akan berganti menjadi  budak?". Chopbok mengangguk. "Bukankah hasilnya akan sama saja, tetap ada budak dan bangsawan?", pikir Eop bok.
"Dunia tanpa budak dan bangsawan terdengar indah, tapi orang tua saya meninggal dan saya menderita karena bangsawan, saya hanya ingin membalasnya", kata chop bok.

Un Nyun terus cemas menanti Tae Ha sepanjang malam sampai keesokan harinya.
Keesokan harinya Dae Gil yang masih kelelahan menggiring Tae Ha sebagai tangkapannya ke Han Nyang. Seorang polisi ingin membawanya sebagai tangkapan baiknya. Dae Gil menolak, dia membawanya kepada bangsawan yang menyuruhnya Lee Gyeong Shik. Lee Gyeong Shik begitu senang bahwa Song Tae Ha kembali tertangkap dia merasa menang besar. Tapi dasar bangsawan licik, dia tidak membayar sisa uangnya kepada Dae Gil.
"Bukannya kau kuminta menangkapnya dalam waktu hanya sebulan?", kata Gyeon Shik cari alasan ga mau bayar. Mereka membawa Tae Ha kepenjara.

Dae Gil sangat kelelahan. Dia pulang kembali ke rumahnya. Gadis pelayan restoran tetangganya menyambutnya. Mereka menanyakan Jendral Choi. Dae Gil berkata mereka tertinggal di belakang. Dae Gil memesan makanan untuk mereka bertiga karena semuanya kelaparan.


Di meja Dae Gil telah siap 3 porsi makanan. Dae Gil ingat mereka biasa makan bertiga. Dia sedih, dia menaruh tali wangson di mangkuk wangson dan tusuk rambut Choi di mangkuk Choi. Dia makan sambil seolah-olah mengobrol dengan mereka. Dia ingat dia jua selalu menyuapi mereka dan menaruh makanan  di piring mereka. Dia mengorek mangkuk nasi Choi, seperti biasa dia menemukan telur tersembunyi di mangkuk choi. Dia menambilnya dan tertawa menang, seperti biasa. Dia makan telur sambil tersenyum. Dae Gil tiba-tiba menunduk, dia lalu menangis tersedu-sedu. Di saat-saat seperti ini dia benar-benar kehilangan mereka.
Lalu secara tiba-tiba datanglah satu regu pasukan polisi langsung menyergapnya. Dae Gil yang tak siap dan kelelahan akhirnya tak berkutik, dia berhasil dibekuk dan ditangkap.

Di tahanan polisi Tae Ha sudah diikat akan diinterogasi. Dia diminta bekerja sama memberitahukan di mana pangeran won son.

"Katakanlah, kau sudah pernah merasakan siksaan. Kali ini kau mungkin tak kan bisa berjalan lagi", ancam petugas. Tak lama kemudian datang Hwang Chul Woong datang dengan membawa Mr, Y yang baru dia tangkap. Dia akan langsung menanyai Tae Ha. Tapi tae ha tak mau menjawab.
Lalu dae gil juga masuk ruang interogasi, dia langsung diikat. Dia ditanya apa saat menangkap Tae Ha dia melihat balita laki-laki di sana. Jika bekerja sama dia dijanjikan langsung bebas. Tae Ha cemas, dia takut Dae Gil mengatakan sesuatu. Dae Gil ingat ada anak balita laki-laki yang pernah digendong Un Nyun. Namun Dae Gil tidak mau mengatakan dan bekerja sama. Dia mengatakan tidak tahu menahu.
Hwang Chul Woong mengancam Dae Gil. dia menyiapkan besi panas untuk memaksa Dae Gil bicara (ga tega liat mereka di tangkep hiks)

< episode 15                                             episode 17 >

5 comments:

  1. Kasihan amat ya.

    ReplyDelete
  2. siap2 lbh kasian lai di episode selanjutnya hks

    ReplyDelete
  3. sedih banget chunonya mba nana @_@

    ReplyDelete
  4. hiks,.,,sobatan nggak ya mereka...

    ReplyDelete
  5. tae ha ntar jasi sobatan ma dae gil

    ReplyDelete

Silakan tulis komennya di sini ya...

Related Posts with Thumbnails