Free Translation

February 28, 2010

Chuno (Slave Hunter) episode 3

Lee Dae Gil dan Song Tae Ha berusaha menerjang senjatanya dengan senjata mereka masing-masing. Pertahanan mereka masing-masing juga bagus, serangan lawan bisa diatasi. Dae Gil baru kali ini benar-benar mendapat lawan (budak) yang tangguh.Dae Gil sempat terkena goresan sedikit di samping perutnya.
Dia kemudian membuka bajunya dan mengikat pedang dengan ditangannya. Dae Gil mencoba pertarungan jarak dekat.

Di sisi lain. Jendral Choi mengejar budak-budak lain yang, tapi mereka memang bukan tandingan  Choi. 5 orang budak ditangani dengan mudah. Bahaya justru muncul dari luar. Cheon Ji Ho, seniornya yang benci pada Dae Gil ikut berburu budak yang sama. Dia dan anakbuahnya mengerahkan panah-panah mereka ke Tae Ha dan Dae Gil yang sedang bertarung. Mereka tidak peduli jika panah itu mengenai Dae Gil karena mereka membenci Dae Gil. Satu panah sudah berhasil mengenai Tae Ha. Namun akal bulus mereka segera ketahuan Jendral Choi, dia menodongkan tombaknya pada Ji Ho karena membahayakan Dae Gil.
Choi melihat rumput yang bergerak gerak mencurigakan dia melemparkan tongkatnya ke arah itu. Ternyata tongkat itu mengenai Dae Gil. Tae Ha sudah bergerak menjauh. Ini hari yang sial buat Dae Gil (sibuk dipanah slave hunter lain juga kena sambitan tongkat rekan sendiri hehe...)

Choi merawat luka Dae Gil di rumah. Namun di luar isu yang beredar lebih heboh, mereka mengira Dae Gil sekarat. Wang Song segera pulang dan menangis dia pikir Dae Gil sekarat. Dae Gil masih segar hanya butuh istirahat. Dae Gil bercerita tentang ilmu pedang Tae Ha. baru pertama kali ini dia mendapat lawan yang ilmu bela dirinya keluar dari hati. Choi berusaha mencari tahu tentang latar belakang Tae Ha.

Tae Ha terkena panah di dada kanannya, dia sembunyi di tempat yang aman kemudian nekad mencabut panahnya sendiri.

Tae Ha lalu pergi ke makan putra mahkota. Dia mengingat saat dulu dia pernah berusaha membebaskan pangeran yang ditangkap China, tapi pangeran menghalanginya. Demi rakyat dia rela jadi tawanan, Tae Ha pun saat itu ikut ke China bersama pangeran. Tae Ha menangis di makam pangeran karena merasa gagal melindungi pangeran. Dia juga menyesal karena tidak membawakan arak dan sesaji lainnya untuk mendiang pangeran.

Wang Son beda lagi kesibukannya dia menunggu datangnya penari keliling ke kampung mereka. Para penari keliling sepertinya terkenal cantik dan bisa diajak kencan.
Para wanita tetnangga Dae Gil sibuk menggosip tentang Choi yang kalem ,cool dan misterius, mereka ke-geer-an.

Choi kembali berdiskusi dengan Dae Gil, dia mendapatkan banyak info tentang Tae Ha dan dia khawatir. Choi ingin mereka melepaskan tugas ini karena dirasa berbahaya, selain tangguh dia terlibat skandal politik yang jauh dari bayangan mereka.
Tetapi Dae Gil bersikeras dia bukan tipe orang yang bisa melepas sesuatu yang telah dia mulai, apapun resikonya. Mereka kemudian mencari Wang Son, mereka menggiring wang son yang kedapatan sedang bersenang-senang dengan penari keliling.

Malam hari ketika mereka telah mempersiapkan perjalanan mereka, datanglah seorang wanita menyelinap ke rumah mereka untuk bersembunyi dan dengan berani mengancam mereka bertiga untuk tidak memberitahukan keberadaannya pada orang lain. Wang Son mengenali wanita itu adalah seorang penari keliling. Dia kabur ketika tahu dirinya akan harus melayani lelaki hidung belang. Pemilik pari keliling dan pengawalnya datang menemui daegil dkk. Mereka menanyakan seorang wanita yang hilang
"Apa ada seorang wanita nakal lewat sini", kata pemilik/mucikari
Wang Son yang naksir wanita itu spontan berkata tidak. Jendral choi yang baik hati juga ikut menggeleng. Dae Gil terpaksa mendukung ke 2 orang temannya. Orang-orang itu tak percaya mereka sempat terlibat pertarungan. Tentu saja ke tiga jagoan bisa menang mudah.

Dae Gil akhirnya menemui wanita itu yang diketahui bernama Seol Hwa dan bermaksud mengusirnya. Tapi Seol Hwa memohon dan menangis dia tidak bisa pergi karena dia juga tak mau kembali menjadi penari dan ingin mencari orang tua kandungnya. Wang Son mendukungnya, Dae Gil terpaksa sementara menerima Seol hwa di rumah mereka. Malam itu Seol Hwa tidur di rumah mereka, Choi dan Dae Gil siap menghalangi Wang Son yang berusaha mengambil "untung" dari Seol Hwa.

Di tempat lain Eop Buk (budak yang pernah ditangkap Dae Gil) mengadakan pertemuan rahasia dengan budak-budak lain. Mereka berncana mengadakan pemberontakan. Seorang wanita yang menyukai Eop Bok ingin bergabung. Mulanya budak lain tak setuju tapi Eop Bok mendukungnya. Mereka mempunyai senapan dan orang pertama yang ingin Eop Bok bunuh adalah slave hunter Dae Gil.

Un Nyun mencari tempat bermalam, dia terpaksa bermalam dengan sekelompok pria. Dua orang pria mengincarnya diam-diam.
Ta jauh dari tempat itu Tae Ha mencari air dan mencuri makanan di dapur, dia terlihat lemah dan pucat karena luka dan kehilangan banyak darah.
Pagi hari saat bangun tae Ha berusaha mencari kuda dan pakaian, dia terpaksa melukai petugas dan kemudian mengamibl baju dan kudanya. Un Myun pagi itu juga melanjutkan perjalanannya. Dia diikuti 2 pria yang mengincarnya. Saat sepi dia disergap dua pria itu, mereka berusaha memperkosa Un Nyun. Un Yun berteriak minta tolong. Song Tae Ha yang melintas mendengar teriakan itu. Dia menolong Un Nyun, dengan sisa tenaganya dia melawan 2 pria brengsek itu. Setelah pria-pria itu dilumpuhkan dia pun terkapar di tanah.
Un Nyun bingung, dia akan minta tolong pada polisi yang lewat tapi Tae Ha mencegahnya.

Dae Gil dkk akan pergi untuk misinya mengejar Tae Ha. Saat Dae Gil telah di atas kudanya, Seol Hwa mencegatnya, dia ingin ikut bersama mereka.
Pada saat yang sama Eop Bok dkk menjalankan misinya. Eopbok di atas atap dengan senapannya mengarah pada Daegil. Dia menembak Dae Gil tepat di sisi dahinya. Dae Gil pun jatuh dari kuda dan terkapar di tanah.

(Di tempat terpisah Tae ha dan Dae Gil sama-sama terkapar ditemani wanita)

< episode 2                                          episode 4>

February 27, 2010

Style episode 2

Park Ki Jadatang mencari Lee Seo Jung dengan tas baru yang diimpikan Seo Jung. Seo Jung terus memperhatikan tas itu. tapi bossnya menyindir Seo Jung tidak bakal mampu membeli tas sebagus ini dengan gajinya.
Seo Jung kesal tapi dia berusaha sabar menghadapi atasannya. Park Ji sa menanyakan tawaran interview dengan Chef  Seo Wo Jin. Woo jin bersedia dengan beberapa syarat yatiu dia harus tampil sebagai berita utama 8 halaman dan yang mewawancarainya harus Lee Seo Jung. Demi target dari presdir walaupun melukai harga dirinya Park Ji Sa menyetujuinya.

Mereka melakukan sesi foto dan wawancara di pulau jeju. Pada saat yang sama Presdir juga datang ke pulau jeju. Manager dan park ji sa harus melayani boss besar. Managernya hobi banget jilat atasannya. Giliran park Ki Ja yang disuruh jadi pelayan

 Di sini terlihat bahwa Park Ki Ja juga tidak mudah dalam karirnya, dia sebagai yang paling mudah kerap makan hati harus melayani boss besar dan ditekan dengan target yang tinggi. Park Ki Ja harus melayani presdir dari maen golf, spa sampe karaoke. Tapi dia tidak diajak menginap bersama direktur. Karena kamar terbatas terpaksa Seo jung membiarkan atasannya tinggal di kamarnya. Dia tak beran tidur sebelah atasannya dia terpaksa tidur di lantai

Sessi pertama foto, masak dan wawancara lumaya sukses. wawancara mengambil tempat di mercusuar putih (tempat ending drama IRIS). Sessi ke 2 bahan makanan dan setelan jas dari sponsor tertinggal. Lee Seo Jung ditugaskan mencarinya. Alih-alih mengambil barang-barang yang diperlukan dia malahan bertemu kembali dengan  pacarnya yang sedang kencan dengan pacar barunya. Lee Seo Jung emosi dia langsung mengejar pacar dan pasangan barunya Dia malah terlibat perkelahian dan benar-benar lupa akan tugasnya.

Park Ki Ja mendapat laporan sessi foto berantakan dan Seo Jung menghilang dia datang ke lokasi. Wo Jin ga mau masak karena bahan utamanya kerang tidak ada. Ki Ja dan Wo Jin terpaksa ke pantai mencari kerang sendiri.
Hubungan mereka emang tidak bagus sering sindir menyindir, mereka pun akhirnya bertengkar di pantai dan saling melempar lumpur. Park Ki Ja yang telah bergaya dengan baju pantainya, sekujur tubuhnya dipenuhi lumpur. Seo Jung pun dengan tampilan acak-acakan karena habis berkelahi datang. Malangnya dia benar lupa tugasnya dan pasti langsung kena marah semua orang, dan tentu saja Ki Ja
Malamnya dia tidak berani masuk ke kamar, dia tidur di luar. Woo Jin tak tega dan membiarkannya masuk ke kamarnya. dia menyiapkan ekstra bed untuk Seo Jung.

Pagi hari Seo Jung terbangun kesiangan dia kikuk dan langsung keluar kamar. Tidak sengaja dia kepergok oleh Min Joon dan Park Ki Ja dia seba salah lalu sembunyi. Dia akhirnya keluar karena sebenarnya dia tidak perlu takut karena tidak bersalah (nasibnya aja apes hehe). Dia bertemu lagi dengan Ki Ja ditepi kolam, Ki Ja menyindir dan menuduhnya bahwa dia menggunakan tubuhnya demi wawancara. Seo Jung yang tidak merasa bersalah tersinggung. Dia tiba-tiba berani balik menyindir bossnya yang hubungannya juga secara fisik terlalu dekat dengan Min Joon adik kelasnya.

Mereka bertengkar dan keduanya tercebur ke kolam renang. Mereka berdua berteriak-teriak karena tidak bisa berenang. Woo Jin Dan Min Joon datang menolong. Dan mereka ternyata refleks hendak menolong orang yang sama Park Ki Ja seorang.

Note: yang mau ditonjolkan di drama ini sepertinya fashion dan environmentnya, jadi masih bingung juga nih nulisnya. Baju yang dipakai Park Ji Sa bagus-bagus mending cuci mata baju-bajunya hehe


< episode 1

February 26, 2010

Yamato Nadeshiko 7 Henge episode 1

Preview
Judul Drama Asli Yamato Nadeshiko Sichi Henge. Sering juga disebut Prefect Girl Evolution.
Drama komedi ini diadaptasi dari sebuah manga jepang Wall Flower dan juga telah dibuat animenya.
(Semoga aku ga salah) Judul di atas kemungkinan bisa diartikan 7 perubahan menuju Yamato Nadeshiko. Yamato Nadeshiko meruapakan gambaran perempuan ideal ala Jepang yang bersih/rapi dan cantik.
Drama ini menceritakan tentang 4 orang cowo keren yang ditugasi untuk mengubah penampilan seorang gadis aneh yang sangat menutup diri karena trauma akan penampilannya menjadi seorang Yamato Nadeshiko.

Sinopsis Episode 1

Tersebutlah 4 mahasiswa keren yang merupakan idola para gadis di kampusnya. Yang pertama adalah Takano Kyohei cowo yang cakep, keren tapi suka berantem. Yang ke tiga Takenaga Oda cowo cute , pinter dan serius dari keluarga terpandang. Yang ke tiga Yukinojo Toyamab si lembut dan baik hati. Yang ke empat adalah Ranmaru Morii pewaris seorang konglomerat yang gemar mengencani para wanita.
Mereka menjadi incaran para gadis di kampus dan profil mereka masuk ke majalah kampus. Mereka ber 4 tinggal serumah yang uang sewanya mencapai 300000 yen (per bulan biasanya) sekitar hampir 30 juta rupiah.

Sekarang ibu kos sedang berpergian ke luar negeri, di rumah itu tinggallah anaknya yang masih kecil. Dia punya permintaan khusus kepada 4 orang cowo tersebut untuk mengubah seorang keponakannya Sunako-chan menjadi sosok “lady” bagai Yamato Nadeshiko. Jika berhasil mereka akan dibebaskan dari uang sewa rumah. Orang tua gadis itu telah meninggal dan dia mempunyai trauma akan wajahnya dan mengurung diri.

Karena ini drama komedi yang diambil dari komik jadi terlihat agak dilebih-lebihkan. Gadis itu bernama sunako chan. Dia berpakaian mengerikan jubah hitam-hitam dengan jumper menutupi kepalanya, berambut panjang dan berponi panjang yang menutupi wajahnya. Kamarnya sangat aneh seperti kamar drakula yang hanya diterangi lilin. Dia menyukai hal-hal yang berbau tengkorak. Dan sangat takut pada cahaya.
Gadis itu punya kelebihan pintar memasak. Dan saat dipaksa sesuatu yang membuat dia kesal/marah dia punya kekuatan yang luar biasa (komik banget ya hehe).

Kyohei adalah cowo yang punya banyak penggemar misterius. Banyak orang diam-diam memotretnya. Suatu etnya ketika dia merasa seseorang mengikutinya pulang dan memotretnya diam-diam.

Suatu ketika teman/saudara akrabnya datang. mereka berdua menghilang dan ternyata mereka pergi ke Hokkaido tempat asal Yuki. Kyohei dan si anak mencarinya sampai ke Hokkaido dan berhasil menemukan mereka. Ternyata Yuki chan lah yang akhir-akhir ini kedapatan memotret Kyohei diam-diam. Dia memotret kyohei hanya untuk menjual foto tersebut. Sunako -chan walau tertutup dia tampak nyaman dengan Yuki, teman akrabnya dari kecil.
Yuki mengisahkan dirinya yang jatuh cinta pada seorang cowo Masao-kun. Masao-kun berkata pada Yuki bahwa mereka ditakdirkan bersama. Yuki sampai rela memberinya uang untuk bekal usahanya di Tokyo. Sebagai laki-laki Kyohei berpendapat bahwa laki-laki itu pasti penipu. Yuki tak terima, dia lari, begitu pula sunako dia ikut lari mengejar Yuki.

Mereka kembali ke Tokyo. Yuki masih mencari sendiri keberadaan Masao. Benar kata Kyohei terbukti Masao-kun itu penipu, dia kerap menipu para wanita. Yuki akhirnya ditangkap oleh Masao. Sunako dan kyohei hendak menolong Yuki tapi , sunako sempat mundur karena dia takut cahaya dan orang banyak. Kyohei berusaha mengorek sebenearnya megnapa Sunako menjadi tertutup seperti itu. Akhirnya Sunako mengaku bahwa dulu dia dulu pernah menyukai seorang cowo tetapi cowo itu menolaknya dan mengatakan dirinya jelek. Kyohei menasehatinya, tapi Sunako membela diri karena kyohei belum pernah merasakan merananya jadi orang buruk rupa. Kyohei mendesak agar sunako berani  keluar demi menolong Yuki. Harusnya dia lebih khawatir jika hatinya lebih jelek dari wajahnya.

Sunako akhirnya mau berubah pikiran demi Yuki, teman-teman kyohei mendandani Sunako menjadi cantik dan berdandan denagn memakai Kimono, mereka berencana menyelamatkan Yuki. Ke 3 orang cowo keren  semuanya juga menyamar menjadi wanita dan masuk ke bar tempat mereka menahan Yuki.
Penyamaran mereka ketahuan, mereka berlima akhirnya juga disekap bersama Yuki. Kyohei berusaha mengeluarkan kekuatan luar biasa Sunako ketika marah. dia menjelek-jelekkan wajah Sunako. Seketika itu sunako yang marah menjadi kuat dan bisa melepaskan ikatannya sendiri juga bertarung bersama Kyohei melawan Masao. Mereka berhasil, yuki berhasil bebas.

Dari temannya sunako diberitahu bahwa dia ada kemiripan dengan Kyohei. Kyohei selama ini beranggapan bahwa orang yang hanya melihat dia dari luarnya saja tidak peduli apa yang ada dalam hatinya.
Di rumah Sunako kembali dengan kostum jubah tertutupnya. Dia memberi kyohei hadiah berupa tengkorak kecil. Kyohei juga memberinya makanan kecil berbentuk beruang.

February 25, 2010

Style episode 1

buat penggemar Style...

Ga disangka-sangka Indosiar malah nayangin dramakorea Style setelah sekian lama orang menunggu-nunggu Jumong. Style emang termasuk baru tapi tidak sehebat drama sebelumnya The Great Queen Seon Deok dan Brilliant Legacy. Setelah nonton berturut-turut drama bermutu, nonton Style terasa nge drop. Well, mungkin ide ceritanya bagus, maunya juga bagus tapi mungkin nasibnya aja ga gitu bagus. Jadi terkesan drama ini nanggung. nanggung hebohnya, nanggung castingnya.
Tapi dari pada sore hari bengong, acara TV lain juga pada ga rame...ya bolehlah buat hiburan sore hari. Jadi aku cobain nulis ringkasannya 1 episode dulu, ada yang penasaran soalnya ;)

Pemain
Ryu Shi Won sebagai Seo Woo Jin
Lee Ji Ah sebagai Lee Seo Jung
Kim Hye Soo sebagai Park Ki Ja
Lee Yong Woo sebagai Kim Min Joon
Nah Young Hee sebagai Son Myung Hee

Ringkasan Episode 1
Drama ini nyritain seorang pekerja cewe Lee Su Jung yang kerja di majalah fashion Style. Su Jung cewe yang ga happy sama kerjaannya karena menurutnya atasan langsungnya Park Ji Sa buat dia frustasi dan susah. Suatu malam dia tulis semua kekesalan dan curahan hatinya di kertas dan di cap trus dia tempel di kantor.
Lee Su Jung walau stress di kantor dia bertahan karena dia masuh butuh gajinya untuk membeli barang2 favoritnya. Dia ngebet pengen tas limited edition jadi dia bertahan kerja demi bisa beli tas itu.
pagi hari dia mau ke kantor, kaget liat mobil bossnya lewat dia inget tulisan kekesalannya masih ditempel di kantor. dia bela2in lari-lari trus naik tangga supaya bisa nyabut tulisannya sbelum bosnya dateng. Malangnya tetep aja tulisannya kebaca sama si boss cewe galak itu.
Dia minta ampun sampe rela badannya diinjek bos. bosnya ga main-main di injek juga itu pantat anak buahnya. Cedera deh pantat Su jung.

Di kantor itu kedatangan fotografer baru keren (ceritanya) Kim Min Joon. Fotografer ini akrab banget sama Park Ji Sa. Su jung nasibnya masih malang, dia bagian beli kopi. udah gitu ada orang lempar majalah style dan kena kopi yang dia bawa. pakaiannya kotor, malang lagi deh.
Su Jung diminta bantuin sesi pemotretan, dia diminta masang asesoris tapi ga fokus, sialnya penitinya malah nusuk sang model. sesi pemotretan itu jadi ditunda alias gagal. Gara-gara masalah ini bos nya park ji sa kena marah managernya.

Su Jung di rumah juga sial dimarahi temennya karena ngotorin  bajunya(kena kopi).
Su jung dapet tugas baru ngewawancara perdana mentri wanita. PM ini sudah banget dideketin karena asistennya juga galak-galak. trus dia harus bersaing denganwartawan majalah lain. Lagi tugas dia didorong jatuh pas ke bokongnya yang lagi sakit. Ga hanya itu pas mau sesi tanya jawab dia juga jatuh didudukin pas juga di bokongnya
Oh ya di hotel itu sekarang disiapin masakan oleh chef baru yang OK (ceritanya) chef woo jin. Dia profesional dan hati-hati dan pake hati untuk nyiapin masakan. Nasib se jung mempertemukannya dengan chef woo jin. dia tau su jung terluka di pantat. dia mau ngobatin su jung dan minta celana ketatnya diturunin/diplorotin dikit. Su jung marah, tapi woo jin ngingetin dia bisa lumpuh. akhirnya woo jin nge gunting jin itu dan ngasih akupuntur di bokong Su jung. Su jung ga terima dan dikira dia dokter mal praktek.
 Dia ngejar dokter itu sampe ke kamar hotelnya ternyata di kamar itu udah ada bossnya park ji sa yang pengen ngewawancara chef woo jin yang berubah profesi dari dokter alternatif jadi chef. Woo jin nolak interview dan su jung jadi salah tingkah sama bossnya.

Sampe di rumah  ada kejutan dari temennya dan pacarnya , Su jung ultah dan dia ternyata dapet hadiah tas impiannya. tapi sujung ga enak karena tau ini tas mahal dan pacarnya sampai nyicil untuk beli tas itu

Bosnya ini terus ngejar-ngejar woo jin buat wawancara dan su jung pun kesusahan dapat wawancara PM. manager dan park ji sasekarang udah dimarahin sama direktur yang nuntut harus ada wawancara orang-orang terkenal untuk naikin peringkat majalahnya jadi nomor 1.

Dia khirnya bikin persetujuan sama Park Ji Sa buat bantuin dia bisa interview Woo Jin. Suatu malam Su Jung bantuin woo jin nyiapin sayuran. eh tiba-tiba dia liat sosok yang dikenalnya. ternyata pacarnya lagi pacaran sama cewe lain. dia marah-marah dan ngelemparin pacarnya pake sayuran yang dsiapin sama chef.
di akahirnya curhat tentang pacarnya yang sempet beliin tas tapi ditolak. Pas lagi curhat dia ga sengaja dilihat bossnya. yang bikin Su jung kaget bossnya yang stylish itu ternyata pake tas yang mirip dengan tas impiannya.

Brilliant Legacy: Hwan+Eun Sung Moments 2, Is it Love?

Buat yang masih kangen ama Hwan sung aku lanjut yang waktu itu ya..tapi ini mulai ditambahin ttg Eun Sung juga

Eun Sung sebenernya blom belum  suka sama Hwan. cuma dia kadang ga sengaja peduli sama Hwan. Waktu sepulang acara peringatan ulang tahun resoran dia ngingetin Hwan untuk ngerendem kakinya di air hangat. Tapi Hwan cuek, dia bangun tidur juga ga ngerasa kakinya sakit (padahal abis di kompres neneknya semalam).

Di restoran Hwan dan Sung masih kompak nyebarin poster bareng. Eun Sung perhatian , dia beli eskrim dobel jadi bisa sepotong berdua ama Hwan.
 
Mereka mau lanjut kerja lagi. Eun Sung ganti plester kakinya karena lecet. Waktu mo naik sepeda Hwan kembali ga tega. dia memegang lengan eun sungbmencegahnya naik sepeda. Eun Sung terpana. Hwan rela boncengin Eun Sung. Dua duanya rasanya happy walau masih kikuk. pas sepeda mereka kena lubang dan terguncang, Eun Sung kaget dia spontan memeluk Hwan. Hwan kaget tapi seneng tuh. 
Eun Sung rasanya mulai nyaman dia berpegangan ke pinggang Hwan.
Sampai di depan restoran Hwan mulai gengsi lagi, dia langsung ngasihin sepedanya ke Eun Sung.
Hari demi hari di restoran Eun Sung bangga sama Hwan karena sudah pinter ngelayani pelanggan. Suatu ketika ada pelanggan ngejegal kaki Hwan dan kurang ajar sama hwan. Eun Sung langsung kesel banget ga rela Hwan diisengin. Tapi sempet dicegah manager Lee. Manager Lee cuma pengenliat dulu reaksi Hwan. Begitu beres di roof garden EunSung langsung ngelapin baju hwan yang kena kotoran tadi. Hwan awalnya salah paham dikira Eun Sung suka dia dapet balesan kelakuan buruknya dulu. tapi Eun Sung sebenernya tulus

 
Suatu ketika mereka mau tanda tangan kontrak jadi peyedia jasa makanan untuk karyawan. saat mereka udah happy usahanya berhasil tiba-tiba mereka tahu bahwa bossnya ternyata dapet rekomendasi dari Jun Se. Hwan langsung cemburu dia bad mood pengen batalin kontrak. mereka berantem, Eun Sung turun dari mobil merajuk. Hwan merasa bersalah dia bujukin EUn Sung naik. Eun sung masih marah-marah di tengah jalan, dia ga sadar ada truk datang mendekat. Hwan stres dia langsung narik eun sung dan syok. 
 
"Apa kamu mau bikin aku gila!", kata Hwan. Dia syok karena nyaris kehilangan Eun Sung, dan dia juga inget trauma saat ayahnya dulu meninggal tertabrak mobil.
Hwan dititipi EUn Woo oleh Young Suk, kepadalah Eun Woo lah akhirnyas isi hati Hwan selama ini berhasil muncul. Dia menyebut Eun Sung dengan sandi Spy. Dia berkata dia menyukasi Spy, tapi dia merasa Eun Sung membencinya (karena kejadia ayah dan adiknya). Hwan merasa tertekan
"Kamu tak tau rasanya menyukai orang yang membencimu", kata Hwan pada Eun Woo.

Kpada Hyeri dia juga cerita bahwa dia merasa terbiasa sama Hwan, dia tidak bisa membenci Hwan. Dia tak mengira Hwan bisa berubah. Hyeri langsung menebak bahwa Eun Sung mulai naksir Hwan. Tapi Eun Sung juga menahan diri karena tahu Hwan bersama Seung Mi.

Eun Sung syok gara-gara sadar dia diakalin ibu tirinya soal warisan ayahnya. saking syoknya melamun  dipinggir jalan dan ga pulang-pulang sampe malem. Hwan cemas dia nungguin dari jam setengah sebelas sampe jam 12 males teras/loby. jam 12 dia nelepon Junse minta no telp Eun Sung (walau udah naksir2an tapi mereka masih gengsi tanya no hp masing2 ya). Eun Sung yang ditelp2 ga ngangkat2 saking stressnya. Hwan nungguin di halte harap2 cemas merhatiin setiap bis yang datang. Jun Se jg nyari.
Eun Sung akhirnya muncul, turun dari bis. Hwan langsung manggil Eun Sung dan ngomelin Eun Sung saking khawatirnya. EunSung cuma melongo dia ga nyangka Hwan sampai nungguin dia di sana.


Hwan dan EUn Sung bertugas kerja bakti untuk gereja. Mereka masih kikuk gara-gara semalem. Tapi waktu Eun Sung mau bersihin tempat yang tinggi Hwan bantu tanpa banyak omong. Setelah itu dia makan. EUn Sung sempat salah paham karena Hwan makan sendiri. Hwan ngerjain EunSung apdahal dia sudah nyiapin makanan sepsial euntuk Eun Sung. EUn Sung malu. Tak hanya itu Hwan juga udah nyiapin minuman buatnya. Eun Sung malu tapi dia bahagia tuh diperhatiin sampe segitunya. Pulang ke rumah mereka udah tambah akrab , mereka bercanda rebut-rebutan tas  Mi dan seturun dari mobil. Seung Mi dan ibunya yang ngelihat sampe jengah.


Hwan moment 1 Is it Love?                                       BL Menu

Chuno (Slave Hunter) episode 2

Di suatu tempat Kim Hye Won (Un Nyun)sedang melaksanakan prosesi pernikahan dengan seorang pejabat kerajaan. Wajahnya menyimpan keterpaksaan dan kesedihan.
Lee Dae Gil yang mendapat info dari Wang Son tentang keberadaan Un Nyun memacu kudanya. Sesuai petunjuk Wang Song Lee Dae Gil tiba dipinggir sungai. dia melihat seseorang yang sedang menjemur kain-kain, yang mengingatkannya pada Un Nyun.
Jendral Choi curiga ada sesuatu yang tidak beres. Dia menanyakan tempat tujuan Dae Gil pada Wang Son. Akhirnya mereka sadar Dae Gil dijebak, mereka berdua bergegas menyusul.

Di pinggir sungai itu ternyata seniornya (namanya lupa) dan anak buahnya telah menunggu. Dia menjebak Dae Gil dengan mengarang cerita tentang Un Nyun. Mereka bertarung di antara kain-kain. Dengan mudah dia berhasil mengalahkan anak buahnya. Dae Gil bertarung melawan seniornya. Dalam waktu singkat dia berhasil menang. Dae Gil yang marah bermaksud membunuh seniornya. Pada waktu yang tepat rekan-rekannya datang mencegahnya.
“Sadarlah kamu bisa dihukum karena ini”, Jendral Choi menasehatinya. Dae Gil memang sedang emosi ia akhirnya juga bertarung melawan Choi pinggir sungai, kemudian di atas perahu. Choi melayani Dae Gil yang berusaha melepaskan emosinya dengan bertarung.


Setelah upacara pernikahan, Un Nyun sendirian di kamarnya termenung dan bersedih. Dia masih menyimpan batu kenangan antara dia dan tuan muda (Dae Gil). Kakaknya datang menejenguknya. Dia meminta Un Nyun melupakan masa lalu dan berusaha mencintai suaminya, melahirkan anak dan hidup bahagia.
“Walaupun untuk kebahagianku kau membunuh orang?”, sindir Un Nyun mengingatkan kakaknya pada kejadian dia membakar rumah majikannnya dan membunuhnya. Kalau dengan membunuh orang bisa membuatmu beruntung aku akan membunuh lebih banyak lagi. Un Nyun mengira Dae Gil juga ikut terbunuh. Kakaknya menunjukkan bekas luka bakar di dadanya saat menghilangkan cap/tato budak. Bahwa saat besi panas mengenai tubuhnya dia menjerit bahagia karena bebas dari perbudakan.
Un Nyun sendirian dia mengingat tuan muda. Saat itu tuan muda akan dijodohkan. Un Nyun mendengar jawaban tuan muda pada ayahnya bahwa tidak ada wanita yang dicintainya. Un Nyun sedih mendengarnya. Dae Gil ke dapur melihat Un Nyun bersedih dan menghiburnya (karena yg dia sukai budak mungkin). Dia memberikan sepatu baru warna merah muda untuk Un Nyun, lalu pergi. Un Nyun begitu bahagia. Dia lalu mengejar Dae Gil keluar dan menciumnya.

Di Istana terjadi kehebohan. Lukisan kejadian di P. Jeju yang menimpa anak-anak putra mahkota beredar sampai ke tangan raja. Lukisan itu seolah-olah mengatakan bahwa cucu-cucunya itu meninggal karena racun bukan karena wabah penyakit. Tinggal pangeran bungsu yang masih hidup. Raja terlihat bersedih.
Suatu malam suatu rumah beberapa orang bangsawan mengadakan pertemuan tertutup untuk membicarakan lukisan di pulau Jeju. Mereka ketahuan lawan politiknya yang berkuasa dan ditangkap. Mereka dituduh menyebar berita tidak benar yang bisa menimbulkan sentimen negatif publik juga membuat raja menjadi berduka. Mereka pun dibunuh.

Malam itu pengantin laki-laki dengan bahagia (udah tua!)menuju ke kamar untuk malam pertamanya. Un Nyun sudah tidak ada di sana, baju pengantinnya terlihat rapi. Un nYun telah pergi dengan menyamar. Dia berkata dalam hati agar kakaknya tidak usah mengkhawatirkan kebahagiannya. Sang pengantin panik dia memanggil orang-orang. Kakaknya datang dia merasa bertanggung jawab dan akan mencarinya.
“Tidak usah, dia sudah menjadi propertiku sekarang , aku akan mencarinya sendiri!”, kata pengantin pria
Kakaknya melihat gelagat yang tak enak dari suami adiknya, dia meminta anak buahnya mencari Un Nyun lebih dahulu. Mereka berusaha membawa kembali Un Nyun dengan selamat apapun resikonya.
Pengantin pria juga membagi-bagikan hadiah untuk menangkap Un Nyun hidup dan mati. Dia juga meminta jasa kepada perempuan cantik misterius untuk mencari istrinya.

Di kandang kuda mantan jendral Song Tae Ha membaca dokumen yang diselipkan seseorang padanya. Dokumen itu adalah gambar dari peristiwa di P Jeju dan membaca surat pribado dari putra Mahkota untuknya menjelang kematiannya. Beliau memanggil Song Tae Ha dengan sebutan “Kawan”. Saat itu putra mahkota sudah menyadari dirinya dia akan meninggal.
Beliau menitipkan anak-anaknya pada Song Tae Ha . Saat selesai menulis pangeran mundah darah dan meninggal。Bercak darahnya tersisa di surat itu. Song Tae Ha mengingat kenangannya bersama pangeran saat akan mempertahankan korea dari serbuan Qing.
Song Tae Ha merasa sudah waktunya dirinya untuk bergerak, dia akan lari dari tempat itu. Dengan ilmu meringankan tubuhnya dia meloncat ke atas kandang mengambil senjatanya yang selama ini dia sembunyikan di situ (golok dengan pegangan panjang/tongkat). Dia ternyata selama ini tidak pincang seperti yang dia kesankan pada orang-orang. Saat akan lari dia juga mendengar budak-budak di tempatnya merencanakan kabur. Karena saat itu petinggi militer tidak di tempat dan penjagaan sat itu tidak seketat biasanya. Dia menunggu saat yang tepat.
Budak-budak itu kabur dengan nekad dengan membawa kayu dan garpu jerami. Mereka terkepung dan dengan mudah dikalahkan para prajurit. Song tae ha muncul sambil terpincang-pincang. Dia meminta budak-budak itu dibiarkan pergi bersamanya. Dia melawan para prajurit itu dengan mudah dengan kaki yang sehat.

Budak-budak ikut lari bersamanya. Mereka tidak menyangka orang yang selama ini selalu mereka kerjai ternyata orang hebat. Dia memerintahkan mereka untuk tetap bersembunyi di sekitar itu dan baru brangkat menjelang pagi, mereka menurut.

Pagi harinya polisi menghampiri Dae Gil yang sedang berlatih. Dia berkata bahwa para budak di akademi militer melarikan diri semalam dan sampai pagi tidak berhasil ditemukan. Dae Gil heran sampai prajurit saja belum menemukan mereka. Dia menawar bayaran yang tinggi. Dia tidak menemukan Wang Son (paling lagi kencan ma gisaeng), Dae Gil berangkat bersama Choi. Dengan pengalamannya dia bisa mengira ke arah mana mereka pergi. Song Tae Ha dan budak – budak itu pergi melewati rumput-rumput yang tingginya rata-tata setinggi badan manusia. Budak-budak itu kepayahan berlari mengimbangi Tae Ha. Tae Ha menyuruh mereka berlari terus karena mereka masih harus pergi ke selatan sebelum terkejar sebentar lagi. Mereka terkapar kelelahan dan akhirnya menyerah untuk ikut bersama Tae ha. Mereka ingin berpisah. Tae Ha mengancam mereka agar jika tertangkap jangan mengatakan apa-apa tentangnya atau dia akan datang menghabisi mereka.
Tae Ha lari. benar saja mereka lalu mendengar suara kuda mendekat. Budak-budak kocar kacir ketakutan. Dae gil mengejar Tae Ha dengan kudanya. Tae Ha mengambil posisi diam menyongsong Dae Gil. Begitu kudanya mendekat dia melompati pedang Dae Gil dengan mudah dan mendarat indah. Dae Gil tahu kali ini lawannya tangguh. Dia turun dari kuda dan mengambil jarak puluhan meter dengan Tae Ha. Dae Gil menyiapkan pedangnya, Tae Ha golok panjangnya.
Mereka siap bertempur di tengah rerumputan yang tinggi. Mereka berlari mendekati lawannya siap menerjang...
(pengambilan gambar dan efeknya OK banget nih)

< episode 1

Sinopsis IRIS episode 20 (Final)

Oh ya ada yang terlewat di sinopsis yang ke 19 . Seung Hee sempat makan malam dengan Hyun Jun dan cerita bahwa bahwa ayahya dulu founder NSS tapi krn kemarian presiden beliau di eksekusi. Sejak itu Baeksan lah yang support dia dan ibunya jadi dia udah anggap Baeksan sebagai ayahnya (tapi tetep aja spt misterius ya)

Episode 20

Tim SWAT mendekati departemen store yang dikuasai teroris. Salah satu diantara mereka menginjak sensor gerak, dan bom pun meledak tim SWAT jatuh korban, padahal sebelumnya NSS sudah memperingatkan hal ini.
Pemerintah akhirnya mendelegasikan operasi ini pada NSS. Mereka menunggu kontak video dari teroris.
Dari video yang mereka kirimkan mereka bisa melihat kondisi teroris.
Teroris mengirim tuntutannya lewat pesan video. mereka membawa salah seorang sandera dan menginginkan agar pertemuan tinggi ke dua korea dibatalkan. mereka menunggu jawaban hingga jam 7 pagi. jika tidak mereka akan membunuh 107 sandera dan memenuhi area sekitarnya dengan gas beracun. Setelah itu pemmpin kelompok menembak sandera. Presiden dan para staf NSS melihat langsung kejadian itu dengan ngeri.
Jin Sa Woo terkejut mengetahui anak buahnya ternyata membunuh teroris, itu tidak sesuai dengan yang ia instruksikan sebelumnya. Pimpinan kelompok itu memandang Sa Woo sebagai eks NSS tidak paham bahwa cara kerja teroris itu untuk menyebar ketakutan. Sa Woo marah dia menodongkan senjata pada mereka. sempat terjadi todong menodong senjata antara anak buah Sa Woo dan grup teroris.
Sa Woo memperingatkan grup teroris bahwa ini terkahir kalinya mereka diampuni jika tidak dia juga gantian yang akar menyebar ketakutan bagi mereka.

Choi Seung Hee mendesak pada atasannya Park Sang Hyun agar dia diperbolehkan ke sekitar lokasi penyanderaan. Begitu juga Kim Sun Hwa dia datang ke lokasi karena perintah atasannya Parl Chul Yong untuk mendapatkan informasi terakhir dari sekitar lokasi kejadian. Dua wanita yang mencintai pria yang sama muncul untuk mendukung Hyun Jun.
Kin Hyun Jun bermaksud berunding dengan pimpinan teroris. Dia datang seorang diri ke lokasi. Dua orang wanita Seung Hee dan Sun Hwa menunggu dengan cemas.

Setelah diperiksa salah seorang teroris dia diantar langsung menemui Jin Sa Woo. Dua mantan sahabat pun bertemu lagi dalam pihak yang berlawanan. Jin Sa Woo ingin bicara serius tetapi Hyun Jun memulai pembicaraan dengan hal yang sentimentil dan hal pribadi antara mereka berdua.
Hyun Jun teringat dulu mereka pernah pergi bersama dan berniat mempunyai Tatoo yang sama tetapi akhirnya tidak jadi. Hyun Jun menyesal karena dulu dia menolak. Jika tidak mereka hingga kini punya tanda yang sama yang “mengikat” mereka. Sa Woo merasa terganggu oleh kata-kata Hyun Jun. dia ingin Hyun Jun fokus ke masalah.
“Kau benar ternyata aku tidak mengerti dirimu selama ini. Tetapi membunuh sandera dan membahayakan anak-anak aku tahu itu bukan dirimu”,kata Hyun Jun.

Sa Woo mendesak agar semua tuntunan mereka segera dipenuhi. Dan dia akhirnya setuju akan membebaskan wanita dan anak-anak terlebih dahulu. Perundingan usai dan Hyun Jun bersiap kembali. Namun tiba-tiba terjadi pemberontakan dari pihak teroris terhadap Jin Sa Woo. Grup teroris berkata bahwa mereka mendapat perintah langsung dari Mr. Black (pimpinan IRIS) untuk membunuh para sandera. Jin Sa Woo terkejut (bukankah Sa Woo juga udah dapat mandat gantiin Baek San langsung dr Mr. Black).Terjadi tembak menembak seru antara pihak sa woo dengan grup teroris. Jumlah grup teroris yang banyak menyulitkan Sa Woo. Hyun Jun sigap membantu Sa Woo. Dua orang sahabat kembali bekerja sama melawan para teroris.
Malang bagi Sa Woo dia terkena beberapa kali tembakan. Sa Woo terluka parah. Choi Seung Hee lari ke lokasi. Mereka mendampingi Sa Woo dan memintanya bertahan. Saat-saat terakhir dia berkata bahwa begitu teganya Hyun Jun sehingga memaksanya menjadi orang kejam seperti sekarang ini. Mereka menangis bersama. Sa Woo meninggal dipelukan sahabat-sahabat yang dia sayangi.

Pemerintah kembali tenang. NSS sekarang tinggal fokus kepada pengamanan pertemuan pimpinan korea utara dan selatan. Pada hari H pagi-pagi Choi Seung Hee sudah datang ke lokasi, Dia meminta rute pengawalan kepada pihak keamanan yang bertugas di sana. Di NSS para staff memantau dari jauh. Kim Sun Hwa dan Park Chul Young bertugas mengawal pimpinan mereka datang bersamaan dengan delegasi korea utara.
Tiba-tiba kepala bagian forensik di NSS berteriak ada bahaya mengancam. Mayat yang dibawa dari lokasi penyanderaan yang disangka mayat para teroris ternyata adalah mayat para sandera. Mereka bergegas siaga penuh.
Di lokasi pertemuan penasehat Hong memimpin grup teroris untuk bertindak.
Kim Hyun Jun muncul di lokasi. Choi Seung Hee berpakaian hitam dan bertopi hitam berada di ketinggian dengan senapan sniper. Dia membidikkan senjata ke arah presiden. Hyun Jun mencari Seung Hee dan meneleponnya. Seung Hee tak menjawabnya dia kembali membidikkan senjatanya ke arah presiden. Beberapa orang sniper juga telah siap di sana. Pada saat yang tepat ternyata Seung Hee menembak para sniper yang lain. Teroris datang menyerbu. Kim Hyun Jun, Park Chul Young dan Kim Sun hwa melawan para teroris. Kim Hyun Jun meminta penasehat Hong membawa presiden ke tempat yang aman (salah orang nih hyun Jun)
Suatu ketika Hyun Jun dalam bahaya, seorang teroris akan menembaknya. Kin Sun hwa berteriak kaget. Dia melindungi Hyun Jun dengan tubuhnya. Kim Sun hwa tertembak dan terluka tetapi nyawanya selamat.
Hyun Jun belari mencari presiden. Penasehat Hong tinggal berdua dengan presiden. Dia memakai kesempatan itu untuk membunuh presiden. Untung Hyun Jun datang tepat pada waktunya. Dia menembak penasehat Hong.
Keadaan kembali aman.

Kim Hyun Jun datang ke rumah sakit menengok Kim Sun Hwa yang terluka. Di kamar ada Park Chul Yong. Hyun Jun mengucapkan terimakasih dan memberikannya karangan bunga untuk Sun Hwa.
“Seorang agen terbaik republik(korea utara) menyelamatkan nyawamu dan kau hanya memberikan bunga dan ucapan terimakasih”, sindir Chul Yong bercanda. Dia pun meninggalkan Hyun Jun bicara berdua dengan Sun hwa.
Setelah bertemu Sun hwa , Hyun Jun kembali bertemu Chul Yong. Mereka bersalaman dan berharap suatu saat bisa bekerja sama lagi.

Suasana kembali tenang. Kim Hyun Jun dan Choi Seung Hee kembali berlibur ke pulau Jeju untuk melanjutkan liburan mereka yang dulu terganggu. Mereka berjalan-jalan di sekitar hotel dan melihat dua orang anak yang sedang menghias pohon natal. Hyun Jun berkata bahwa dia ingin mereka mempunyai anak juga kelak hanya dua tetapi ingin 5.
“Apa kau sudah melamar?”, tanya Seung Hee menyindir.
Hyun Jun lalu berlutut dengan maksud melamar Seung Hee. Tapi Seung Hee dengan malu-malu menyindirnya lagi
“Tidak sah melamar jika tidak dengan cincin”

Seung Hee mendapat pesan dari Hyun Jun untuk menunggunya di pantai. Seung Hee sudah berdandan cantik dengan baju putih.
Di jalan raya, Hyun Jun mengendarai mobilnya dan telah mempersiapkan cincin yang cantik untuk melamar Seung Hee.
Di pantai Seung Hee telah menunggunya di dekat menara pantai. Dia menunggu dengan harap dan bahagia, untuk menenangkan dirinya Seung Hee mendengarkan musik lewat earphone. Hyun Jun sebentar lagi sampai ke lokasi dia sudah tidak sabar ingin bertemu Seung Hee. Tiba-tiba terdengar suara keras (seperti bunyi tembakan), mobil yang dikendarai Hyun Jun melintir, kaca jendelanya pecah dan kepalanya terbanting ke kemudi. Kepalanya mengeluarkan darah. Hyun Jun memandang Seung Hee dari kejauhan. Seung Hee yang sedang memakai earphone tidak melihat, tidak mendengar dantidak menyadari apa yang terjadi. Dalam keadaan luka parah Hyun Jun teringat semua kenangan manisnya bersama Seung Hee  Sambil melihat ke arah Sung Hee, Hyun Jun pun menangis dan tak lama kemudian dia terkulai.

The End…

Meninggalkah Hyun Jun? Apa penyebabnya? Jika tertembak siapa yang menembak?
Endingnya ga enak nih ngegantung amat.

< episode 19                          IRIS Menu

February 22, 2010

Brilliant Legacy episode 28 (Final Episode Ending Spoiler)

Seung Mi panik lari keluar mencari dan memanggil-manggil ibunya. Dia lari ke atap apartemen. Ibunya sudah dipinggir pagar, Seung Mi menangis memohon ibunya untuk tidak melaksanakan niatnya. 
"Tidak ada lagi yang nenyayangiku selain kau Bu. Aku tidak punya siapa-siapa lagi. Seburuk apapun yang ibu kerjakan dulu aku masih membutuhkan ibu"
Ibunya mematung memikirkan perkataan anaknya
"Namun jika ibu harus melakukannya , ajaklah aku pergi ibu", kata Seung Mi sambil naik menghampiri ibunya. Sung Hee sadar, mereka menangis berpelukan.

Pagi harinya Sung Hee menemui Go Pyung Jung
"Ini bukti uang asuransi sudah aku kembalikan semuanya. Ini juga sebagian hasil sewa apartemen, apartemen itu sudah ditawarkan ke broker, tinggal tunggu terjual. Seung Mi memintaku mengembalikan semua ini" kata Sung Hee.
Dia berkata menuruti semua keiinginan Sung Hee dan akan hidup menemani Seung Mi untuk menebus semua kesalahannya. Dia meminta agar Go Pyung Jung membiarkan mereka pergi karena Seung Mi sudah tidak punya siapa-siapa.

Seung Mi pergi ke Bu Am Dong dia membawakan Burger dan Cola kesukaan Eun Woo. dia bicara pada Eun Sung.
"Ibuku berniat bunuh diri. Biarkan kita pergi Eun Sung",mohon Seung Mi
Seung Mi meminta Eun Sung jangan memperkarakan ibunya, karena ibunya berbuat semua itu demi dirinya.
"Ibu tahu aku menyukai Hwan, dan ingin sejajar dengan keluarga Hwan, dia jadi tergila-gila harta. Maafkanlah Ibu, Eun Sung"
Eun Sung walau kesal berusaha menerima.

Di rumah ayah berbicara pada Eun Sung. Ayah minta maaf karena membiarkan Sung Hee pergi tanpa persetujuan Eun SUng.
"Karena bagaimanapun aku yang memulai semua ini. Walau sulit dimaafkan mari kita lupakan semuanya dan memandang ke depan", kata ayahnya
Ayahnya menawarkan Eun Sung boleh meneruskan kuliahnnya lagi yang terhenti jika ia mau. Eun Sung juga merasa harus mencarikan sekolah untuk Eun Woo.

Hwan mencari informasi pendaftaran tes masuk perusahaan (Jin Sung). Manager Lee berkata dia khan cucu nenek. Hwan tahu neneknya tak suka mengandalkan koneksi. Seung Mi menemui Hwan di restoran. Dia minta hwan untuk terakhir kalinya melakukan sesuatu yang ingin dia lakukan bersama Hwan tapi belum kesampaian
Ternyata Seung Mi ingin naik bis bersama Hwan. Dia berterimakasih pada Hwan yang telah menemaninya selama ini. Hwan juga minta maaf kepada Seung Mi atas semua yang terjadi karenanya.Seung Mi melepas Hwan turun duluan.

Di rumahnya seung mi sedang berkemas untuk pindah. Dia akhirnya rela membuang foto terakhirnya bersama Hwan yang dulu tidak jadi dia bakar, juga gantungan HP pemberian Hwan. (duh jadi aku yg sedih skr)
Dia dan ibunya lalu keluar dan pindah dari tempat itu.

Yong Suk mencari hwan ke restoran. Dia meminta hwan tidak melaporkannya ke pihak berwajib.
"Aku kan tidak mengabaikan dia, tolonglah"
"Brengsek kamu. kamu tahu Eun Sung sampai menangis darah karena bingung mencari adiknya!" Kata hwan marah sambil mencengkram kerah baju Yong Suk.
Eun Sung datang ke restoran, dia memarahi Hwan mencengram leher seseorang.Dia pikir itu pelanggan.
Hwan heran. Begitu Eun Sung melihat Yong Suk dia mengenalinya
"Oh jadi kamu ya!". Eun Sung langsung meninju Yong Suk dengan keras saking kesalnya.

Eun Sung duduk di roof garden. Hwan datang membawakan es dan handuk lalu mengkompres tangan Eun Sung dengan sayang.
"Kamu bisa melukai tanganmu". EUn Sung hanya melihat terharu.
Eun Sung akhirnya berkata "Aku memutuskan akan pergi melanjutkan kuliah lagi ke luar negeri"
"Jangan pergi!", kata hwan kaget dan marah. "Bukankah selama ini kita selalu berdiskusi di sini, berusaha di jalanan bersama. Stelah semua tercapai kamu mau pergi begitu saja?! Jadi selama ini aku jadi tidak berarti apa-apa bagimu?! ", hwan kesal dan kecewa.
Hwan heran bisa-bisanya hanya karena tidak bertemu beberapa hari Eun Sung langsung memutuskan hal ini.
"Tapi aku harus mencarikan Eun Woo sekolah piano yang bagus agar dia bisa jadi pianis dan komposer", kata Eun Sung.
"Eun Woo?". Hwan terduduk lemas, kalau untuk Eun Woo dia tidak bisa apa-apa

Eun Sung menjemput Eun Woo dari les piano dengan sepedanya. Eun Woo melihat Eun Sung memutar rekaman pidato Hwan di depan karyawan pabrik.
"Kakak ramyeon/ramen", kata Eun Woo melihat rekaman Hwan. "Kakak ramyeon menyukai spy.Spy cantik tapi tidak mau menurut. Kamu tahu rasanya menyukai orang yang membencimu", Eun Woo menirukan ucapan Hwan. Eun Sung langsung menghentikan sepedanya "Sun Woo hwan berbicara seperti itu?"
Eun Sung terharu.

Di rumah ayahnya berbicara pada Eun Sung bahwa nenek memberikannya proyek untuk membangun apartemen untuk karyawan.  Ayah lalu bertanya
"Apa tidak masalah kamu pergi ke luar negeri. Kamu menyukai cucu nenek Hwan itu ya"
"Tidak apa-apa", kata eun sung (berbohong)
Ayahnya berkata bahwa dulu Eun sung terbiasa melakukan sesuatu yang dia suka dan tidak melakukan yang tidak disukai. Tapi sekarang EunSung seperti menanggung semua bebannya sendiri.
"Lakukanlah sesutatu yang tidak akan kamu sesali", ayah menasehati Eun Sung.
Eun Sung lalu pergi.

Hwan merasa kesepian membayangkan ditinggal Eun Sung, dia termenung dan tiduran di bekas kamar Eun Sung (kasuat suat deui wae yeuh).
Nenek masuk ke kamar itu. Hwan langsung bangun karena malu

"Mengapa kau tidur di kamar Eun Sung?", kata nenek (ah nenek kayak ga pernah muda aja)
"Kamu juga bisa boleh kalau ingin melanjutkan lagi kuliahmu ke luar negeri?" Hwan mulai ceria.
"Putuskanlah sesuatu yang paling sedikit penyesalannya", ujar nenek sambil pergi.

Hwan terlihat tergesa-gesa turun, nenek heran karena dia tidak meminjam mobil.
Hwan tak sabar menunggu bis yang tak kunjung datang. dia menyesal karena tak memijam mobil nenek. Dia  menyeberang untuk mencari taksi. Pada saat yang sama Eun Sung akan turun dari bis menemui Hwan. Eun Sung melihat Hwan akan pergi menyetop taksi.
Dia berteriak-teriak dari dalam bis. Minta hwan jangan kemana-mana. Hwan tak jadi naik taksi. Eun Sung bergegas turun dari bis, lari menghampiri Hwan. Dia nekad menyebrangi jalan yang ramai kendaraan. Hwan begitu cemas
"Itu berbahaya"
Eun Sung akhirnya sampai dengan terengah engah
"Tunggulah aku. Aku tidak bisa tidak pergi. Kamu harus menungguku", kata Eun Sung. Hwan terharu
"Aku tentu akan menunggumu, bodoh, aku menunggumu", jawab hwan
Hwan memeluk Eun Sung erat. mereka berpelukan di pinggir jalan dengan rasa haru.
Sampai malam mereka masih bersama dan mengobrol di taman.
Hwan berkata bahwa dia belum bisa meninggalkan nenek. Dia merasa belum cukup memberikan kenangan yang baik untuk nenek. Dia sadar ingatan nenek perlahan-lahan akan berkurang (karena sakitnya).
"Aku ingin kenangan tentangku yang buruk terhapus dan berganti kenangan yang bagus. Aku, Sun Woo hwan juga ingin menunjukkan pada nenek bahwa aku bisa membangun hidupku sendiri sedikit semi sedikit"
"kamu sedikit keren sekarang", kata Eun Sung bangga
"cuma sedikit?", Hwan merajuk
"Aku percaya kamu bisa melakukan semua itu karena kamu cucu nenek". Eun sung memegang tangan Hwan erat. mereka saling berpengangan. (duh mesranya, aku jd suka nih).

Ayah Eun Sung menunggu di luar dengan cemas karena anak gadisnya sudah larut belum juga pulang. Go pyung jung melihat hwan dan Eun Sung pulang bergandengan tangan dengan mesra. Hwan dan Eun Sung kaget, mereka buru-buru melepaskan tangan mereka dengan kikuk (hayo ketahuan loh... sekrang EUn Sung ada bapaknya yang jagain)
"Maafkan saya. Ini tidak akan terjadi lagi", hwan membungkuk dengan hormat tanda menyesal.
"Sudah larut, ayo masuk",kata ayah pada Eun Sung
Hwan pamit pulang dengan rasa bersalah (Hi hi lucu...untung bapaknya ga tau dulu Hwan pernah nginep di sana ya hehe).

Eun Sung, Hyeri, Jun Se, dan Im Jung perpisahan di restoran Jun Se. Jun Se dan Hyeri tidak bisa melepas kepergian Eun Sung karena mereka sudah akan mengurus restoran kapal pesiar.
Eun Sung minta Jun Se menjaga Hyeri.
Saat berpisah Jun Se dan Eun Sung bersalaman
"Terimakasih Oppa karena selama ini telah menolong aku dan ayahku selama masa sulit", kata Eun Sung.
"Aku hanya ingin melihat orang yang aku sukai bahagia. kamu harus awet sama Hwan. Supaya aku bisa berkata bahwa kamu tidak memilihku karena mendapat seseorang yang lebih baik", kata Jun Se Oppa(duh Oppa lapang dada banget)

Nenek di kantor melihat berkas calon karyawan baru yang akan masuk. Dia kaget karena ada berkas Hwan di situ (brarti dia lolos tes ya...)
Di rumah, nenek memilihkan wanita untuk teman kencan Pyo, tapi Pyo enggan, Nenek heran, karena Pyo tidak pernah mau berkencan. Nenek memperlihatkan foto itu pada Oh Yon Ran dia tidak suka. Di dapur dia menyindir Pyo.
"Jadi kamu masih setia ya pada wanitamu yg lebih tua ya. Kamu jangan-jangan menemuinya saat kita semua tidur", young ran kesal (karena dia ga pernah keliatan kencan)
"Wanitamu itu dia lebih tua, tidak dewasa...eh . .apa itu mungkin aku?"Oh yong ran tiba2 menyadari Pyo itu menyukai dirinya.
Pak Pyo menghadap nenek dan dia memohon maaf karena selama ini lancang. Nenek tidak bisa berkata apa-apa karena antar manusia tidak ada hirarki. Dia bisa tenang terhadap Oh Yong Ran sekarang.

Suasana makan antara Yong Ran dan Pyo jadi kaku, mereka terharu. Jung dan Hwan heran. Jung menyindir Hwan yang mau-maunya berhubungan dengan wanita yang akan pergi ke luar negeri. Nenek akhirnya berkata pada anggota keluarganya dia membatalkan wasiatnya yang dulu karena Eun Sung tidak mau menerimanya. Dia sudah menulis wasiatnya yang baru sendiri, menandatanganinya dan memberikannya pada Hwan untuk dipernuhi. (nenek tidak pake notaris karena percaya sama Hwan).
Isinya nenek akan membagikan saham bagiannya ke karyawan dan sebagian asetnya akan disumbangkan.
Jung dan ibunya sedikit kecewa.

Nenek bicara dengan Hwan. Nenek tak menyangka Hwan masuk ke perusahaan.
"Kau keberatan dengan wasiatku?", tanya nenek memastikan
Hwan menggeleng. Sejak peristiwa RPUSLB yang akan menurunkan nenek, Hwan sadar karakteristik perusahaan Jin Sung.
"Aku hanya ingin bekerja di tempat ayahku dulu bekerja". Nenek kemudian ingat dia pernah sayup-sayup mendengar pengakuan Hwan tentang kematian ayahnya.
"Ayahmu itu hanya ingin menyelamatkan hidup anaknya.kau tak perlu merasa bersalah"
"Tapi itu karena aku saat itu tidak mau menurut"
"SEmua orang tua akan melakukan itu. Kau tak perlu terbebani hal ini begitu lama".
Nenek memeluk Hwan

Sekarang tentang Ending para pendukung drama ini.

Para karyawan Jin Sung senang karena mereka mendapat pembagian saham dari nenek. Mereka jadi lebih merasa memiliki perusahaan.
Park Tae So kerja di firma hukum jadi tidak terlalu sibuk, dia berkata pada Jun Se ingin bermaafan dengan mantan istrinya (mamanya Jun Se)
Ayah Eun Sung sedang mempersiapkan proyek baru pertamanya membangun kompleks apartemen untuk para karyawan Jinsung.
Seung Mi mengajar anak-anak SD, dia juga menabung untuk bisa melanjutkan sekolah. Ibunya, Sung Hee membuka counter bunga segar.
Nyonya Oh sudah biasa menyiapkan sarapan, tapi Hwan dan Jung sekarang sibuk dan jarang sarapan. Hwan sibuk bekerja di perusahaan, Jung sibuk melamar kerja (tapi belum berhasil).
Suatu hari Hwan dipanggil atasannya bahwa proposal yang pernah mereka bahas dipertanyakan oleh Presiden Direktur(Hwan sptnya ditempatkan bag. business development). Hwan menghadap nenek.
"Proposal untuk mengembangkan bisnis global?" , Nenek memastikan.
"betul", jawab hwan.nenek penasaran "Dan cabang pertama kita adalah new York?", nenek mulai curiga.
"Apa tidak ada maksud pribadi?". Hwan dengan tegas menyangkalnya tapi dia tersenyum pada nenek.

Satu hari menjelang keberangkatan Eun Sung ke New York.
Eun Sung berbelanja keperluaan untuk keberangkatannya. Eun Woo jalan bersama Hwan minum Jus. Hwan melatih Eun Woo untuk memanggilnya kakak ipar (bukan kakak ramen lagi). Dia juga memanggil Eun Woo adik ipar. Hwan minta Eun Woo menghafal nomor teleponnya. Dia harus menjaga EUn Sung dan melapor jika Eun Sung berbuat macam-macam atau tertawa ramah dengan pria lain di New York nanti, juga neneleponnya jika kangen.
Hwan melihat hasil belanjaan Eun Sung.
"Banyak sekali, apa kau ini ke US mau bermigrasi?!", kata Hwan
"Belanja di sini lebih irit dari pada di sana", kata Eun Sung
Hwan mengajak adik ipar untuk segera pergi ke rumah nenek . Eun Sung geleng-geleng kepala karena mereka saling memanggil ipar.

Eun Sung menemui nenek di kamarnya. Pamit karena besok malam akan berangkat. Dia minta nenek selama dia tidak ada rajin mimum obat, main catur, merangkai bunga juga ber olah raga.
"Kau takut musim dingin nanti aku tidak ingat padamu lagi?", sindir nenek. Eun Sung berjanji akan pulang saat liburan musim dingin.
Nenek berterimakasih pada Eun Sung karena telah bertemu dengan Hwan (Hwan jadi berubah, macarin Eun Sung malah hehe)

Keesokan paginya. Hwan berjanji kencan dengan Eun Sung. Hwan menunggu EUn sung di luar pagar. EUn Sung kali ini keluar lebih awal 5 menit ga mau terlambat 10 menit lagi. Kencan teakhir Eun Sung di Seoul ini giliran Hwan yang mengaturnya (Kencan pertama di Seoul Eun Sung yg ngatur).
Hwan membawa Eun Sung ke sebuah danau dan hwan telah menyiapkan tenda, kursi meja makan peralatan makan dan memasak(lengkap deh). Eun Sung kagum. Hwan berkata
 "Ini tempat terakhir aku dan ayah ke sini. aku pikir aku tidak akan ke sini lagi. Tapi akhirnya aku mau ke sini mengajakmu", kenang hwan
 "Kau seharusnya mengajakku ke sini lebih awal". Eun Sung bersimpati pada Hwan.

Eun Sung pikir mereka akan memancing. Ternyata hanya Eun Sung yang diminta memancing karena Hwan akan menyiapkan hidangan.
Hwan mulai menyiapkan masakannya. Dia terlihat kepayahan memotong-motong labu yang keras juga tidak biasa memotong wortel.
Eun Sung merasa tidak enak tapi dia dilarang melihat. Hwan sibuk memasak sambil membaca resep, dia akan memasak kare.

Hwan menghidangkan masakan yang tertata dengan rapi dan indah, di meja ada rangkaian bunga mawar pink.
Eun Sung penasaran kapan Hwan pergi membawa semua peralatan kemari.
"Aku pergi sebelum fajar"
"Lalu kau kembali lagi menjemputku?", tanya Eun Sung kagum. (Hwan ni ya...bikin jatuh cinta aja)
Mereka mencicipi masakan Hwan. Hwan sempat minder karena masakannya daripada kare masakannya lebih terasa seperti bubur labu (malu sama Eun Sung yang jago masak kali)
"Yang kumakan ini enak ko". Eun Sung mengeluarkan airmata saking terharunya.
Hwan ingin Eun Sung mengenangnya dia lah laki-laki yang terakhir menyiapkan dan memberinya makan sebelum dia berangkat (eh dulu Jun Se pernah bikinin barbeque di pantai, hwan g mau kalah hehe). Di ingin memberi kesan baik untuk Eun Sung. Dia nanti juga ingin menengok Eun Sung

Setelah makan mereka bergandengan berjalan-jalan di sisi danau. Lalu Eun Sung berkata saatnya mereka harus pergi jika tidak ingin terlambat ke bandara. Wajah Hwan lansung terlihat sendu. Eun Sung langsung mengalihkan perhatian Hwan.
"Kamu kalau pulang kantor harus langsung pulang ya!. Kalau baru gajian tidak boleh minum-minum. Apalagi kalau sampai mabuk lalu mengetuk pintu rumah cewe. Awas aku aka menghajarmu!", ancam Eun Sung.
"Apa lagi?", Hwan siap mendengar
"Sun Wo hwan!.... , kalimat Eun Sung tiba-tiba berhenti. Eun Sung agak ragu dia mendekat ke telinga hwan. Sa- rang- hae", bisik Eun Sung malu. (ini pertama kalinya kesebut kata saranghae antara mereka)
 "Apa katamu?", hwan hampir tak percaya. "Katakan sekali lagi", pinta Hwan
Tapi Eun Sung cuma diam, dia mengulangnya dengan cara mengecup bibir Hwan (disensor ya dari sini hehe). Hwan surprised dan happy, dia melayang dan Hwan pun tak ingin berhenti berciuman.


Yey....Tamat

< episode 27                         BL Menu
Related Posts with Thumbnails